Idris Rahman meminta pengacaranya hadir sebelum menjawab pertanyaan apa pun. Kelly memastikan permintaan itu dicatat dan dihormati. Di ruang wawancara, tidak ada kamera media, hanya alat perekam resmi dan dua petugas yang namanya tercatat dalam berkas. Naya dan Flak menunggu di ruang lain, tanpa akses langsung ke percakapan. Mereka menerima ringkasan setelahnya, bukan melalui desas-desus di lorong.
Kelly duduk berhadapan dengan Idris dan pengacaranya, seorang perempuan berambut pendek yang tidak banyak bicara. Idris tampak letih. Ia mengenakan pakaian pinjaman dari rumah sakit dan memegang gelas air dengan dua tangan. Ia tidak menunjukkan permusuhan, tetapi juga tidak berusaha menyenangkan siapa pun.
“Kami ingin memahami apa yang terjadi,” kata Kelly. “Anda bisa berhenti kapan pun dan berbicara dengan pengacara Anda.”
Idris mengangguk. “Saya sudah mengatakan bahwa saya membagikan jadwal seorang staf.”
“Dengan siapa?”
“Tom. Saya mengenalnya sebagai Tom Norris.”
Kelly tidak mengangkat alis. “Kapan Anda mengenalnya?”
“Beberapa tahun lalu. Saya tidak tahu nama lain yang mungkin digunakannya.”
Pengacara Idris meminta agar pertanyaan dibatasi pada komunikasi yang sedang diperiksa. Kelly setuju. Ia menunjukkan salinan waktu pesan, tidak memperlihatkan rincian pribadi lain. Idris membaca halaman itu dengan saksama, lalu menggeleng.
“Waktu itu tidak benar. Saya mengirim pesan setelah rapat dipindahkan.”
“Apakah Anda memberi Tom jadwal yang baru?”
Idris menatap pengacaranya. Setelah berdiskusi sebentar, ia menjawab, “Saya mengirimkan nama gedung dan waktu yang lama. Saya kira dia hanya ingin bertemu seseorang di sekitar sana. Saya tidak tahu jadwal staf itu berubah.”
Kelly menulis jawaban tersebut. “Mengapa Anda mengirimkannya?”
“Saya dibayar untuk mencari informasi yang dianggap berguna. Saya tidak bertanya cukup banyak.” Ia menelan ludah. “Saya tidak tahu ada orang yang akan diserang.”
“Apakah Tom pernah menyebut Senator Chow?”
Idris menarik napas panjang. “Tidak saat itu.”
Kelly mengakhiri sesi setelah pengacara meminta jeda. Ia tidak mencoba memancing pengakuan tambahan. Ketika pintu tertutup, ia berjalan ke ruang sebelah dan menyampaikan ringkasan kepada Naya, Flak, serta Maggie yang bergabung melalui sambungan aman.
“Dia mengakui mengirim informasi kepada Tom,” kata Kelly. “Ia mengklaim informasi itu sudah kedaluwarsa dan tidak tahu akan dipakai untuk serangan. Kita belum mengonfirmasi bagian mana pun.”
Naya mencatat kata-katanya secara tepat. “Kita perlu data waktu pesan, catatan rapat, dan keterangan staf yang keluar. Jangan menganggap klaimnya benar atau bohong sebelum ada pembanding.”
Flak mengamati wajah Kelly. “Dia menyebut nama Tom sendiri?”
“Ya. Tapi itu belum mengaitkan Tom dengan serangan. Ia bisa saja mengenal orang lain dengan nama yang sama.”
“Dalam kasus ini, saya punya alasan pribadi untuk menduga orang itu Tom,” kata Flak. “Tapi itu tetap perlu bukti.”
Kelly mengangguk. “Aku akan pastikan pengakuan ini tidak bocor.”
Maggie menambahkan bahwa analis komunikasi akan mengautentikasi salinan yang dimiliki CIA sebelum data diberikan. Kelly meminta seluruh proses dicatat, termasuk perbedaan waktu pada perangkat. Tak seorang pun berkeberatan.
Naya kemudian menerima kabar dari rumah sakit bahwa Naomi belum ingin berbicara dengan penyidik. Ia meneruskan kabar itu kepada Kelly dan meminta agar semua wawancara ditunda. Kelly menjawab bahwa laporan yang sudah diberikan sebelumnya cukup untuk saat ini. Ia akan menghentikan kontak langsung sampai Naomi atau wakilnya menyatakan siap.
Di lorong, Flak memandang Naya. “Kau tidak perlu membuktikan apa pun dengan terus mengejar berkas itu.”
“Aku tahu. Naomi bukan alat untuk mengisi bagian yang kosong.”
Mereka berjalan kembali ke ruang analisis. Di papan, foto Tom tampak dikelilingi garis penghubung sementara. Naya meminta analis mengganti garis tebal menjadi garis putus-putus. “Hubungan belum terkonfirmasi sepenuhnya,” jelasnya. “Gambar itu jangan memberi kesan lebih pasti daripada bukti.”
Analis itu mengangguk dan mengganti penanda. Flak melihat perubahan tersebut. Tindakan sederhana itu mengingatkannya bahwa penyelidikan bukan sekadar mencari orang yang cocok dengan kecurigaan mereka. Ia harus tetap siap menerima kemungkinan yang tidak ia inginkan.
Sebelum meninggalkan ruang koordinasi, Kelly meminta Idris diberi kesempatan menghubungi keluarganya melalui pengacaranya. Ia tidak menanyakan isi percakapan dan tidak meminta laporan tentang sikap Idris. Prosedur itu tercatat seperti hal lain. “Dia tetap seseorang yang punya keluarga, terlepas dari apa yang kita temukan,” ujarnya. Naya merasa kalimat itu perlu diingat oleh semua orang di ruangan. Tidak ada yang menyela.
Menjelang sore, Kelly mengirimkan ringkasan resmi. Idris akan tetap ditahan sementara prosedur hukum berlangsung. Tidak ada dakwaan terkait serangan yang diumumkan. Naya meneruskan dokumen ke Grant dengan catatan bahwa informasi dari wawancara belum diverifikasi.
Grant membalas hanya dengan satu kalimat: “Pastikan setiap langkah bisa dipertanggungjawabkan.”
Naya menatap pesan itu, kemudian menyimpannya bersama berkas. Ia tidak menganggapnya dukungan, tetapi kali ini ia bisa bekerja dengan batas yang jelas. Di ruangan yang sama, Flak kembali mempelajari rekaman Tom. Ia tahu nama itu akan mengarah pada masa lalu mereka. Untuk sementara, ia membiarkan bukti berbicara lebih dulu.
Kelly menulis ulang ringkasan untuk memastikan kata-katanya tidak melampaui yang dikatakan Idris. Ia membedakan pengakuan mengirim pesan dari dugaan bahwa pesan itu dipakai untuk merencanakan serangan. Pengacara Idris memeriksa salinannya dan mengoreksi satu tanggal yang salah ketik. Kelly segera memperbaikinya dan meminta semua penerima mengganti salinan lama. Tak ada yang mengeluh tentang waktu yang terbuang. Mereka tahu kesalahan kecil bisa membesar ketika diteruskan ke banyak meja.
Naya kembali ke meja dan membaca ringkasan itu dari awal sampai akhir. Ia mengganti kata “mengakui keterlibatan” menjadi “mengakui pengiriman pesan”, lalu meminta Kelly meninjau ulang. Kelly menyetujui perubahan tersebut. Perbedaan dua frasa itu tampak kecil, tetapi yang pertama bisa terdengar seperti pengakuan atas serangan, sementara yang kedua hanya menyatakan tindakan yang Idris sendiri sebutkan. Mereka mengirim versi koreksi kepada semua penerima.
Kelly mengirim catatan terakhir kepada tim bahwa setiap kutipan harus ditinjau sebelum digunakan di luar penyelidikan. Ia meminta semua orang mengonfirmasi penerimaan, dan seluruh nama dalam daftar menjawab satu per satu. Tidak ada ruang untuk salah mengerti tentang versi mana yang berlaku.