Pagi berikutnya, ruang rapat FBI terasa sesak oleh mantel basah dan cangkir kopi. Idris berada di ruang wawancara terpisah dengan pengacaranya. Tak seorang pun dari CIA diizinkan mengajukan pertanyaan langsung. Kelly mengatur agar semua bahan yang relevan dibagikan melalui prosedur bersama, dan Naya mematuhi batas itu meski ia ingin sekali mendengar sendiri bagaimana Idris menjelaskan hari sebelumnya.
“Dia sudah mengatakan kepada pengacaranya bahwa ia memberi seseorang informasi mengenai jadwal seorang staf,” kata Kelly. “Belum ada pernyataan tentang Senator Chow, dan kami belum tahu apakah informasi itu berhubungan dengan serangan.”
Maggie menghadiri rapat melalui panggilan video. “Kami punya rekaman komunikasi yang menyebut pertemuan dengan Tom Norris,” katanya. “Kami belum dapat memastikan kapan dan dalam konteks apa informasi itu diserahkan. William sedang memeriksa salinan sumber.”
“Kalau rekaman itu berasal dari sumber yang sama dengan identifikasi Flak, jelaskan batasannya,” kata Kelly. “Saya tidak mau ada orang membaca satu nama lalu menganggap semua hal sudah terbukti.”
Flak duduk di ujung meja. “Saya mengenali Tom dari rekaman lama yang tidak berhubungan dengan serangan di Washington. Saya mengenalnya saat kami bertugas bersama. Identifikasi saya adalah alasan untuk menyelidiki, bukan bukti bahwa ia mengatur setiap peristiwa.”
Maggie mengangguk. “Itu yang akan kami tulis.”
Naya membuka catatan pribadinya. Ia memisahkan tiga kolom: hal yang terdengar langsung, hal yang dicatat orang lain, dan pertanyaan yang belum terjawab. “Idris mengakui memberikan jadwal. Itu harus dicocokkan dengan waktu, salinan pesan, dan keterangan staf. Untuk saat ini, tidak ada dasar menyebutnya mengetahui serangan.”
Kelly mengetuk meja dengan jarinya. “Saya akan memastikan semua wawancara dicatat. Kalau dia meminta pengacara, kami berhenti. Kesediaan bekerja sama tidak menghapus haknya.”
Mereka meninjau daftar orang yang mungkin mengakses kalender kantor. Ada beberapa pegawai, satu penyedia layanan, dan staf yang dibebaskan dari gedung. Tidak ada nama yang dapat diumumkan. Kelly meminta semua anggota tim membatasi pembicaraan di luar ruang rapat. Kebocoran kemarin telah membuat setiap keputusan tampak seperti bahan siaran.
Setelah rapat selesai, Naya membantu mengirimkan salinan transkrip awal kepada Maggie. Ia memastikan label setiap kutipan sesuai sumbernya dan menandai bagian yang belum dikonfirmasi. Seorang analis bertanya apakah ia yakin tak ada orang CIA yang membocorkan operasi. Naya menatapnya.
“Aku tidak punya bukti itu,” katanya. “Kalau nanti ada bukti, aku akan mengikutinya. Sampai saat itu, jangan jadikan kecurigaan sebagai laporan.”
Di lorong, Flak menunggu. “Kau tahu Grant akan menanyakan kenapa kita bekerja sama begitu dekat dengan FBI.”
“Biar dia bertanya.”
“Kau bisa kehilangan dukungan.”
Naya berhenti. “Kalau dukungan hanya ada selama aku membenarkan prasangka mereka, berarti itu bukan dukungan yang kubutuhkan.”
Flak tidak membalas. Ia mengenali keteguhan yang sama dari dirinya sendiri, dan tahu keteguhan tanpa kehati-hatian dapat menjadi cara lain untuk menyakiti orang. “Pastikan catatanmu rapi,” katanya. “Biar tak seorang pun bisa mengubah keputusanmu menjadi cerita yang berbeda.”
Naya tersenyum tipis. “Aku belajar dari pengalaman buruk.”
Di rumah sakit, Naomi Ambirata berada dalam perawatan intensif. Petugas yang menjaga pintunya memberi tahu Naya bahwa keluarga telah diminta datang. Naya tidak masuk. Ia teringat kunjungannya yang pertama, ketika ia mengutamakan laporan daripada kondisi seseorang yang sedang sekarat. Kali ini ia hanya menitipkan pesan kepada perawat bahwa ia meminta maaf dan tidak mengharapkan Naomi menemuinya.
“Kalau dia ingin menerima pesan itu, saya sampaikan,” kata perawat. “Kalau tidak, saya tidak akan memaksanya.”
“Terima kasih.”
Naya pergi sebelum bertanya tentang prognosis. Ia sudah cukup belajar untuk tidak menggunakan ketidakpastian seseorang sebagai alasan mendesak jawaban.
Sore harinya, Kelly mengirim pembaruan resmi. Staf kongres itu telah pulang dan meminta waktu sebelum memberi keterangan. Idris secara formal ditahan untuk penyelidikan atas pembagian informasi, tetapi belum didakwa terkait pembunuhan senator. Rincian lain tidak tersedia untuk dibagikan.
Naya membaca pesan itu dua kali. Ia merasa sedikit lega, lalu mengingatkan dirinya bahwa penyelidikan baru saja dimulai. Di ruang kerja, ia membuka rekaman William. Tak ada sosok Tom yang muncul dalam gambar terbaru. Hanya potongan percakapan yang masih menunggu penilaian ahli bahasa dan autentikasi.
Maggie muncul di pintu. “Grant ingin bicara denganmu.”
“Sekarang?”
“Sekarang.”
Di kantor direktur, Grant berdiri menghadap jendela. Ia tidak mempersilakan Naya duduk. “Saya dengar kau menerima batas FBI atas akses wawancara.”
“Saya menghormati penyelidikan mereka.”
“Dan kau percaya Idris?”
“Saya belum menilai apakah dia bisa dipercaya. Saya percaya bukti harus diperiksa sebelum kita menyimpulkan.”
Grant berbalik. “Itu terdengar bagus di rapat. Di lapangan, waktu berarti nyawa.”
“Benar. Karena itu kita perlu bertindak berdasarkan informasi yang benar.” Naya tetap berdiri tegak. “Kalau kita keliru menuduh seseorang, kita kehilangan kesaksiannya dan merusak penyelidikan.”
Grant menatapnya beberapa saat, lalu mengangguk kecil. “Lanjutkan. Tapi jangan biarkan hubungan pribadi memengaruhi penilaianmu.”
Naya tahu ia sedang merujuk kepada Flak. “Saya akan melaporkan apa yang saya ketahui, termasuk apa yang saya tidak ketahui.”
Di luar kantor, Maggie menunggunya. “Kau masih punya pekerjaan?”
“Banyak.”
“Bagus. Jangan beri dia jawaban yang mudah disalahartikan.”
Mereka kembali ke ruang analisis. Untuk pertama kalinya sejak serangan, sebuah bagian kecil dari penyelidikan terasa tertata. Belum ada jawaban besar. Namun nama Idris telah dikembalikan kepada orang yang memilikinya, dan fakta-fakta sementara tidak lagi disamarkan sebagai vonis.
Maggie membaca ulang bagian laporan tentang staf kongres yang dibebaskan. Ia meminta sekretaris menghapus nama perempuan itu dari ringkasan yang beredar dan menggantinya dengan sebutan umum. Di lembaga mereka, koreksi kecil sering tenggelam oleh kebiasaan membagi informasi kepada orang yang merasa berhak menerimanya. Kali ini Maggie memastikan batas itu dipatuhi.
Maggie membaca ulang bagian laporan tentang staf kongres yang dibebaskan. Ia meminta sekretaris menghapus nama perempuan itu dari ringkasan yang beredar dan menggantinya dengan sebutan umum. Di lembaga mereka, koreksi kecil sering tenggelam oleh kebiasaan membagi informasi kepada orang yang merasa berhak menerimanya. Kali ini Maggie memastikan batas itu dipatuhi.