Musim berganti pelan di Kota Beras.
Tidak ada empat musim yang jelas,
hanya perubahan kecil: udara sedikit lebih lembab, langit sedikit lebih berat, dan suara pelabuhan terdengar berbeda di telinga orang-orang yang terlalu lama hidup di sana.
Namun perubahan yang paling besar bukan di langit,
melainkan di cara orang menyebut nama.
Di warung kecil, pemiliknya menghapus papan menu sambil mendengar dua pelanggan berbicara.
“Dulu, kalau ada masalah besar, orang selalu bilang:
‘Tunggu, nanti Sugar turun tangan.’”
“Sekarang?”
“Sekarang… ada yang bilang: ‘Tanya orang Batas dulu.’
Ada juga yang bilang: ‘Lihat, apakah Bram sudah bergerak?’
Jarang sekali ada yang bilang: ‘Suruh Sugar hancurkan semua.’”
“Iya,” sahut pelanggan lain. “Nama itu masih berat,
tapi bukan lagi jadi jawaban satu