1 Januari 2019. Jam 00:05. Gudang lantai 2 HUM - Haji Usman Motor.
Aku masih di meja kerja, bukan di teras rumah. Karena jam 10 malem tadi Bapak sesak napas lagi. Batuk darah. Ibu panik. Aku gendong Bapak ke UGD RSUD pake motor.
Sekarang Bapak udah dirawat, infus, oksigen. Dokter bilang: "Fleknya aktif lagi. Kecapean. Harus bedrest 2 bulan."
Aku natap kembang api dari jendela gudang. Tahun baru, tapi rasanya kayak tahun lama. Hutang Emosional "Bapak meninggal" udah lunas di 2016, tapi statusnya bisa "kambuh". Karma Tracker bunyi: "Jaga nyawa NPC penting. Mati = -500 Karma."
Aku buka buku tulis. Tulis target:
2019: LEVEL 4
1. Bapak sembuh total. Wajib.
2. TasKita punya toko fisik pertama.
3. Umrohin Ibu. Bapak nyusul kalau sehat.
4. Dimas: lunasin hutang hati.
5. Net worth: 150 juta.
Tutup buku. Buka Indodax. BTC: 53.200.000. Turun lagi dari 55 juta. Portoku 0.1617 BTC = 8,6 juta. Cash di bank: 28 juta. Total: 36,6 juta. Turun dari Desember. Tahun baru dibuka dengan rugi.
Tapi aku udah belajar dari 2018: uang kertas bisa hilang, skill ga bisa.
Jam 3 pagi, Maya WA: "Ga, kamu di gudang? Bapak gimana?"
"Udah stabil, May. Makasih ya."
"Kamu butuh apa? Aku ke RS pagi."
"Doa aja, May."
Ding. Karma +10. Ada yang peduli itu mahal.
Januari 2019. Fokus 1: Bapak.
Biaya RSUD 2 minggu: 4,2 juta. BPJS nunggak, ga bisa pake. Aku bayar cash. Setelah keluar, aku paksain Bapak berhenti kerja serabutan. "Pak, di rumah aja. Bantu Ibu ngitung gorengan."
Bapak ngamuk. "Laki-laki kok di rumah. Malu."
Aku jawab pelan. "Pak, nyawa Bapak lebih mahal dari omongan tetangga. Anggap ini pensiun."
Bapak diem. 3 hari kemudian, dia mulai bantu Ibu. Ngaduk adonan, ngipas-ngipas. Batuknya berkurang.
Biaya: 4,2 juta + obat jalan 1,5 juta = 5,7 juta. Cashku sisa 22,3 juta. Tapi Bapak senyum lagi. Worth it.
Februari 2019. Fokus 2: TasKita.
Omset online TasKita.Tarakan Januari tembus 22 juta. Untung 7 juta. Bagianku 2,8 juta. Maya ajak ketemu di kafe.
"Ga, kita stuck," kata Maya. Buka laptop, nunjukin grafik. "Online udah mentok di Tarakan. Marketnya kecil. Orang sini masih mau pegang barang."
Aku angguk. "Buka toko fisik?"
"Iya. Tapi sewa ruko mahal. Di Sebengkok 25 juta setahun."
Aku diem. Itung-itungan. Cash 22 juta + 2,8 juta = 24,8 juta. Kalau sewa ruko, abis. Modal barang? Kosong.
Maya lanjut, "Atau... kita nebeng di lantai 2 HUM? Pak Haji kan sayang sama kamu. Kita sewa ke beliau, lebih murah."
Ide bagus. Malemnya aku ngomong ke Pak Haji. Beliau lagi tadarusan di rumah.
"Haji, boleh lantai 2 HUM disekat dikit? Buat TasKita. Saya bayar sewa 1 juta sebulan."
Pak Haji ketawa. "Sewa apaan. Pake aja. Itung-itung ramein toko Bapak. Tapi listrik bagi dua ya."
Aku salim. "Makasih, Haji."
Modal 5 juta buat sekat triplek, etalase kaca bekas, cat. 1 Maret 2019, "TasKita Store" buka. Kecil, 3x4 meter. Tapi nyata. Pertama kalinya namaku nempel di plang toko.
Hari pertama, omset 700 ribu. Ibu datang, bawa pisang goreng. Bapak datang, bawa kursi lipat. Duduk di pojok, batuk dikit-dikit, tapi senyum.
Ding. Karma +100. Mimpi 2016: punya usaha sendiri. Ceklis.
Maret 2019. Dimas dateng ke toko. Bawa anak, umur 1 tahun. Sari hamil anak kedua.
"Ga, selamat ya. Udah punya toko." Dimas salaman. Tangannya kasar, kapalan. Kuli bangunan + konter pulsa.
"Makasih, Dim. Mampir-mampir."
"Eh, Ga. Boleh jujur ga?" Dia duduk. "Gua malu. Dulu gua jahat sama lu. Soal rental."
Aku diem. Karma Tracker: "Pilihan Dialog. A: Maafin = +50 Karma. B: Ungkit = -50 Karma."
Aku pilih A. "Udah, Dim. Namanya juga dulu. Sekarang lu udah bapak-bapak."
Dimas nangis. Bapak-bapak nangis di toko tas. "Gua butuh kerja, Ga. Konter sepi. Sari mau lahiran. Boleh ga gua jadi kurir TasKita?"
Aku natap dia. Di timeline 2026, dia kabur bawa TV. Sekarang dia minta kerja. Kalau aku tolak, dia bisa minjem rentenir. Kalau aku terima, resiko.
Aku ambil jalan tengah. "Boleh, Dim. Gaji 1,5 juta. Motor bensin gua tanggung. Tapi ada syarat: uang COD lu setor hari itu juga. Hilang, lu ganti. Deal?"
Dimas angguk cepat. "Deal, Ga. Demi Allah."
Hari pertama kerja, Dimas kirim 8 paket. Setor 1,2 juta. Pas. Hari kedua, pas. Seminggu, pas.
Hutang Dikhianati Dimas: LUNAS 100%. Ding. Karma +200. Karena aku ga balas dendam, aku kasih kesempatan. Dan dia ambil.
April 2019. Umroh.
Target dari 2016: umrohin Ibu. Biaya umroh 2019: 26 juta per orang. Aku punya cash 17 juta. Kurang 9 juta.
Aku jual 0.05 BTC di harga 75 juta. Dapat 3,75 juta. Sisa BTC: 0.1117. Cash: 20,75 juta. Masih kurang 5,25 juta.
Ngomong ke Maya. "May, aku bisa pinjem 6 juta? 2 bulan balik."
Maya ga nanya buat apa. Langsung transfer. "Nih. Gausah buru-buru."
25 April 2019. Bandara Juwata. Ibu pake mukena putih, gemeteran. Bapak nganter, pake batik, udah gendutan dikit.
Ibu peluk aku. "Ini beneran, Ga? Ibu mau ke Mekkah?"
Aku angguk. "Beneran, Bu. Doain Arga di depan Ka'bah ya."
Ibu nangis. Bapak salaman, lama. "Jaga diri, Ga. Jangan sombong."
Pesawat take off. Aku liat dari kaca bandara. Dadaku sesak. 10 tahun lalu, aku ngetik di notes: "Biar Ibu bisa angkat muka." Sekarang Ibu terbang.
Ding. Karma +300. Misi Utama Level 4: 1/2 selesai.
Mei 2019. Ibu di Mekkah. Toko aku yang jaga. Bapak bantu.
Tante Linda dateng ke toko. Pertama kali. Pake gamis, habis pengajian.
"Eh, ini toko Arga?" Dia liat-liat.
"Iya, Tante."
"Bagus ya. Rame." Dia beli tas 150 ribu. Bayar cash. Terus bisik: "Tante denger kamu umrohin Ibu. Bener?"
Aku angguk. "Iya, Tante. Alhamdulillah."
Tante Linda diem. Terus senyum, kaku. "Ya udah. Sukses ya."
Itu pertama kalinya Tante Linda ga nyinyir. Hutang Diremehkan: CICIL 50%.
Juni 2019. Ibu pulang. Bawa air zamzam, kurma, sajadah. Yang pertama dikasih ke Bapak. Yang kedua ke aku.
Ibu cerita di depan Ka'bah: "Ibu doa, Ya Allah, anak saya Arga, luruskan jalannya. Jangan kasih dia sombong. Jangan kasih dia jatuh."
Aku meluk Ibu. Lama.
Juli 2019. BTC naik ke 150 juta. Portoku balik ke 16,7 juta. Tapi aku ga euforia. Udah kebal. Fokus toko.
TasKita sebulan omset 35 juta. Laba 12 juta. Bagianku 4,8 juta. Gaji dari HUM 3,5 juta. Total income: 8,3 juta. Pertama kali gajiku 4x UMR.
Agustus 2019. Bapak check-up. Dokter bilang: "Fleknya bersih, Pak. Tinggal jaga makan."
Bapak sujud syukur di klinik. Aku videoin, kirim ke Ibu. Ibu balas: "Alhamdulillah ya Allah."
Hutang Bapak: TETAP LUNAS. Karma +100.
September 2019. Maya ulang tahun. Umur 22. Aku kadoin dia laptop baru, Asus ROG. 14 juta. Dari untung TasKita.
Maya kaget. "Ga, mahal banget."
"Buat partner terbaik, May. Biar edit konten makin kenceng."
Maya mata berkaca. "Makasih, Ga." Terus peluk. Cepat. Ding. Karma +20. Status: Teman -> ???
Oktober 2019. Dimas kecelakaan. Motor jatuh, kaki patah. Biaya RS 18 juta. Sari nangis di WA.
Aku ke RS. Dimas pucet. "Ga, maaf. Gua ga bisa kerja sebulan."
Aku diem. Terus ke kasir. Bayar 18 juta cash.
Sari sujud. "Mas Arga, ini..."
"Udah, Mbak. Anggap bonus. Dimas udah kerja jujur 7 bulan. Ini hak dia."
Aku ga bilang ke Dimas aku yang bayar. Bilang ke Sari: "Bilang aja ada donatur."
Ding. Karma +200. Hutang Dikhianati: OVERPAY. Sekarang Dimas yang hutang budi.
November 2019. Pak Haji manggil. "Ga, Bapak mau haji tahun depan. Toko Bapak wakafin ke kamu 10%. Notaris ya."
Aku kaget. "Haji, jangan. Saya ga..."
"Udah. Kamu kayak anak Bapak. Ucup setuju."
Saham HUM naik dari 5% ke 10%. Valuasi toko 500 juta. Asetku nambah 25 juta di atas kertas.
Desember 2019. Rekap.
Aset:
1. Cash: 15 juta
2. BTC 0.1117 x 130jt = 14,5 juta
3. Stok TasKita: 10 juta
4. 10% saham HUM: 50 juta
5. Total Net Worth: 89,5 juta. Meleset dari target 150 juta karena umroh + RS Bapak + Dimas. Tapi...
Hutang Emosional:
1. Bapak: LUNAS. Sehat.
2. Dimas: LUNAS 100%. Malah dia yang hutang nyawa.
3. Pak Haji: LUNAS 100%. Anggap anak.
4. Tante Linda: CICIL 50%. Udah ga nyinyir.
5. Ibu: UMROH LUNAS. Ding. Karma +500.
Malam tahun baru 2020. Aku di rumah, bukan gudang. Rumah kontrakan 3 petak, 50 juta setahun, aku sewa buat Bapak Ibu. Ada ruang tamu, ada dapur.
Maya dateng. Bawa tumpeng kecil. "Selamat, Ga. Toko kita 1 tahun."
Aku potong tumpeng. Kasih ke Ibu, Bapak, Maya.
Bapak ngomong: "Ga, Bapak bangga sama kamu."
Itu kalimat yang ga pernah aku denger di timeline 2026. Dadaku meledak. Aku ke kamar mandi, nangis.
Di cermin, aku liat Arga 21 tahun. Punya toko, punya Bapak, punya Ibu, punya Maya, punya Dimas yang udah tobat.
Buka buku tulis.
LEVEL 4 SELESAI.
KARMA: +1.730.
STAT: Mental +6, Bisnis +6, Reputasi +7.
KERUGIAN: Cash tipis karena nolong orang.
PELAJARAN: Uang abis bisa dicari. Nyawa sama kepercayaan ga bisa dibeli.
Tahun 2020 di depan mata. Ada Covid. Aku tau. Tapi kali ini aku ga takut. Karena aku ga sendirian.
[Bersambung ke Bab 5: 2020 - Covid, Momentum, dan Nyawa Pak Haji]