1 Januari 2020. Jam 00:01.
Aku di gudang TasKita, Sebengkok. Sendirian. Buka buku tulis. Halaman baru.
"LEVEL 5: 2020"
Rekap 2019:
Net Worth tutup: 88,1 juta. Turun dari 135 juta gara-gara kebakaran Juata.
Karma: +3.220
Hutang Emosional:
1. Bapak: LUNAS. Sehat walafiat.
2. Dikhianati Dimas: 90%. Dimas udah kerja, tinggal naikin jabatan.
3. Difitnah Pak Haji: LUNAS 100%. Status: Anak Angkat.
4. Diremehkan Tante Linda: 20%. Masih nyinyir tapi udah mulai minjem uang.
5. Hutang Bonus Ibu: 80%. Umroh Desember 2019, tinggal nunggu pulang selamat.
Target 2020: Net Worth 300 juta. Lunasin sisa hutang. Siapin dana darurat.
Aku tutup buku. Di luar kembang api. Di HP, WA Maya: "Happy New Year, Ga. Tahun ini kita nikah? :p"
Aku senyum. Balas: "Tunggu 300 juta ya. Doain."
Ding. Karma +5. "Janji tercatat."
---
Januari 2020. Tarakan adem.
TasKita jalan. Omset Desember 2019 tembus 72 juta. Laba 26 juta. Bagianku 13 juta. Gudang Juata yang kebakar Oktober udah 70% jadi lagi. Pak Haji semangat. Dimas jadi mandor. Ucup jadi kepala stok.
Maya udah lulus kuliah Desember kemarin. IPK 3,87. Dia full di TasKita. Gaji 4 juta. Jabatan: COO.
BTC naik pelan. Dari 100 juta Desember, jadi 120 juta Januari. Portoku 0.0617 = 7,4 juta. Saham BBCA 31rb. Portoku 25 juta jadi 28 juta.
Net Worth Januari: 88jt + laba 13jt + naik aset = 105 juta.
Semua normal. Terlalu normal.
Akhir Januari, berita muncul. "Virus baru di Wuhan." Aku baca, jantung deg. Aku ingat. 2020. Covid.
Aku langsung panggil rapat. Aku, Maya, Ucup, Dimas, Pak Haji.
"Pak, Bu, teman-teman. Mulai Februari, kita stok masker, hand sanitizer, APD."
Maya kaget. "Ga, masker mana laku? Tarakan jauh."
Aku tatap serius. "Percaya aku. Ini bakal jadi kayak 2008. Siapin cash 50 juta."
Pak Haji manggut. "Bapak percaya firasatmu. Bapak siapkan 30 juta."
1 Februari. Aku borong masker sensi 3-ply di Surabaya via toko online. 20 karton x 2.000 pcs = 40.000 masker. Harga 90rb/karton. Total 1,8 juta. Hand sanitizer 500 botol @15rb = 7,5 juta. Sarung tangan 10 karton = 3 juta.
Total 12,3 juta. Sisanya standby.
Maya bisik: "Ga, kalau ga laku?"
Aku jawab: "Kalau ga laku, kita sumbang ke masjid. Karma plus."
Ding. Karma +20. "Persiapan."
---
Maret 2020. Boom.
2 Maret: Kasus pertama Indonesia. 14 Maret: Tarakan PSBB. Pelabuhan tutup. Mall tutup. Orang panik.
Masker yang kemarin 90rb/karton, sekarang 2 juta/karton. Hand sanitizer 15rb jadi 150rb.
HPku meledak. WA grup RT, grup masjid, grup HUM. "Ga, ada masker kah?" "Ga, jual berapa?"
Ucup panik. "Ga, kita jual berapa? Orang lain jual 2 juta!"
Aku inget aturan LIFE: Dilarang Serakah. Karma minus = reset.
Aku buat keputusan. Rapat kilat.
"Harga kita: masker 1 box 50 pcs = 150rb. Modal kita 4.500. Untung 300%. Hand sanitizer 50rb. Batas 2 box per orang."
Dimas protes. "Ga, rugi kita! Bisa 500rb!"
Aku tatap. "Dim, inget 2018? Kita maafin orang, rezeki dateng. Kita serakah, Allah cabut."
Maya angguk. "Aku setuju Ga. Ini bukan bisnis. Ini amanah."
Kita buka gudang. Antri panjang. 1 hari habis 5 karton. Omset 15 juta. Laba 11 juta.
Orang nangis terima kasih. Ibu-ibu doain. "Semoga berkah nak Arga."
Ding. Karma +500. "Harga Adil saat Krisis."
Maret selesai. Omset TasKita + masker: 210 juta. Laba bersih 87 juta. Bagianku 43,5 juta.
Net Worth Maret: 105 + 43,5 + naik BTC ke 95jt (portoku 5,8jt) + saham turun jadi 22jt = 175 juta.
Tapi Karma naik gila: +1.200 sebulan.
---
April 2020. PSBB ketat.
Toko HUM tutup. Tapi bengkel tetap buka buat ambulans. Pak Haji di rumah. Aku tiap hari kirim sembako ke rumah beliau.
TasKita pindah full online. s****e, Tokopedia. Omset stabil 80jt/bulan karena orang WFH butuh tas laptop.
15 April. Telepon. Ucup nangis. "Ga! Pak Haji sesak! Dibawa ke RSUD!"
Aku ngebut. Sampai RS, Pak Haji udah di IGD. Saturasi 88. Dokter bilang: suspek Covid.
Dunia berhenti.
Aku inget 2020 timelineku yang lama. Pak Haji ga kena Covid. Karena 2020 yang lama, aku ga kenal beliau deket. Sekarang beliau Bapak Angkatku. Timeline berubah karena aku ubah.
Ini ujian LIFE. Hutang Nyawa.
Aku telpon Maya. "May, siapin uang 50 juta cash."
Aku telpon Dimas. "Dim, cari tabung oksigen. Bayar berapa pun."
Aku telpon Ucup. "Cup, jaga toko. Jangan panik."
Masuk ruang isolasi ga boleh. Aku di luar, duduk lantai. Doa. Ingat 2016 Bapak batuk darah. Aku ga bisa apa-apa. Sekarang aku punya uang. Aku ga akan ulang.
Dokter keluar. "Pak Haji butuh plasma. Golongan darah AB. Stok kosong."
Aku langsung: "Saya AB. Ambil darah saya."
Tes cepat. Cocok.
Aku donor plasma. 1 jam. Sambil donor, aku doa. "Ya Allah, dulu Engkau kasih aku kesempatan kedua buat Bapak kandung. Sekarang kasih aku kesempatan buat Bapak angkat."
3 hari ICU. Aku ga pulang. Tidur di mobil. Maya bawain nasi tiap hari. Dimas jaga gudang. Ucup urus donasi masker ke RS.
Hari ke-4, saturasi naik 96. Pak Haji buka mata. Liat aku. Nangis.
"Ga... Bapak mimpi ketemu ibumu... dia bilang jaga anakku..."
Aku nangis juga. Pegang tangan beliau. "Haji, Arga di sini. Jangan tinggalin Arga."
Ding. Karma +1.000. "Hutang Nyawa Dibayar."
Notif LIFE: "Pak Haji Selamat. Bonus: Reputasi +50 di Tarakan."
Biaya RS: 42 juta. Aku bayar cash. Pak Haji mau ganti, aku tolak. "Anggap ini Arga bayar uang fitnah dulu, Haji."
---
Mei 2020. Tarakan mulai normal.
Pak Haji pulang. Selamatan. 1 kelurahan datang. Pak Haji berdiri, pegang mic.
"Warga Juata. Dulu saya nuduh Arga maling. Hari ini saya umumkan: Arga Pratama anak angkat saya. Semua aset HUM, dia yang urus kalau saya mati."
Orang tepuk tangan. Tante Linda di pojok, muka asem.
Malamnya, Tante Linda WA Ibu. "Lis, anakmu sekarang sombong ya. Pamer di masjid."
Ibu screenshot kirim ke aku. Aku senyum. Balas ke Ibu: "Biarin Bu. Doain aja."
Ding. Hutang Tante Linda: 20% → 40%. "Sabar."
Mei juga, Ibu Bapak pulang umroh. Selamat. Sehat. Bawa air zam-zam.
Ibu peluk aku lama. "Ga, Ibu doa di depan Ka'bah. Ibu minta Allah jaga kamu. Ibu liat kamu kurus."
Aku ketawa. "Bu, ini diet Covid."
Ding. "Hutang Ibu: LUNAS 100%."
Karma +500. "Anak Berbakti."
---
Juni-Agustus 2020. Momentum.
Covid bikin orang belanja online. TasKita meledak. Omset Juni 120jt, Juli 150jt, Agustus 180jt. Laba bersih rata-rata 60jt/bulan. Bagianku 30jt.
BTC naik lagi ke 160jt. Portoku 0.0617 = 9,8jt. Saham BBCA naik ke 30rb = 27jt.
Aku jual 50% saham BBCA = 13,5jt. Beli tanah di Karang Anyar 100m2 = 120jt. DP 50jt, cicil 3 tahun.
Pak Haji kasih bonus: 5% saham HUM lagi. Total aku pegang 15%. Nilai 60jt.
Dimas naik jabatan: Kepala Operasional HUM + TasKita. Gaji 6jt. Dia beli motor baru cash. Datang ke aku nangis. "Ga, makasih. Dulu gua nipu lu 5 juta. Sekarang lu kasih hidup."
Aku rangkul. "Lunas, Dim. Kita mulai baru."
Ding. "Hutang Dikhianati: LUNAS 200%. Title: Sahabat Sejati."
Karma +300.
31 Agustus. Net Worth:
1. Cash: 45jt
2. BTC: 9,8jt
3. Saham sisa: 13,5jt
4. TasKita valuasi: 150jt (aku 50% = 75jt)
5. Saham HUM 15%: 60jt
6. Tanah DP: 50jt
7. Ruko Juata 50%: 80jt
8. Total: 333,3 juta.
Target 300 juta LEWAT.
---
September-Desember 2020. Ujian terakhir.
September, Tante Linda datang ke gudang. Bawa Rian, anaknya. Rian di-PHK hotel karena Covid.
"Ga... Tante minta tolong. Rian bisa kerja ga di tempatmu?"
Aku inget 10 tahun dihina. "Anakmu ga bakal jadi orang." Sekarang dia minta tolong.
Maya bisik: "Tolak aja. Balas dendam."
Aku geleng. Ini ujian terakhir Hutang Emosional.
"Tante, Rian bisa mulai besok. Gaji 2,5jt. Training sama Ucup."
Tante Linda nangis. Beneran nangis. "Ga... Tante minta maaf. Dulu Tante jahat. Tante iri sama Ibumu."
Aku senyum. "Udah Tante. Kita keluarga."
Ding. Karma +800. "Maaf Tulus Diterima."
"Hutang Diremehkan: LUNAS 100%."
4/4 Hutang Emosional 2016-2020 LUNAS.
Oktober. Pak Haji panggil. "Ga, Bapak mau wakaf tanah Juata buat masjid. Kamu urus."
Nilai tanah 200jt. Aku urus gratis. 2 bulan selesai.
November. BTC 250jt. Portoku = 15,4jt. Aku ga jual. Inget target 2021: 900jt.
Desember. Tutup tahun.
Omset TasKita 2020 total: 1,2 Miliar. Laba bersih 420jt. Bagianku 210jt.
Net Worth 31 Desember 2020:
1. Cash: 120jt
2. BTC 0.0617 x 250jt = 15,4jt
3. Saham: 13,5jt
4. TasKita 50%: 210jt
5. HUM 15%: 60jt
6. Ruko Juata 50%: 100jt
7. Tanah Karang Anyar: 120jt
8. Total: 638,9 juta.
Karma: +5.520. Naik 2.300 setahun.
Hutang Emosional: 4/4 LUNAS.
Status: Local Legend.
Malam tahun baru. Aku, Maya, Ibu, Bapak, Pak Haji, Dimas, Ucup, Tante Linda, Rian. Makan di rumah Ibu.
Bapak angkat gelas teh. "2020 tahun berat. Tapi kita lewat. Karena kita keluarga."
Semua amin.
Aku keluar teras. Buka buku.
"LEVEL 5 SELESAI.
2020 ngajarin gua: uang bisa dicari, nyawa ga bisa.
Gua kehilangan 42jt buat RS, dapet Bapak.
Gua kehilangan untung masker 1M, dapet Karma 2.300.
Gua maafin Tante Linda, dapet keluarga utuh.
Net Worth 638jt. Target 300jt lewat 2x.
Hutang lunas semua.
2021, gua siap. BTC 900jt. GOTO. Dan... Maya mulai nanya kenapa gua tau semua."
Tutup buku. Maya datang. Sandar di bahu.
"Ga, tahun depan nikah ya?"
Aku peluk. "Iya. Setelah 1M pertama."
Ding. Karma +10. "Janji Baru."
Langit Tarakan, kembang api 2021. Di dadaku, bukan kembang api. Tapi tenang. Untuk pertama kali sejak 2016, aku ga kejar uang. Aku kejar orang.
[Bersambung ke Bab 6: 2021 - Bull Run, GOTO, dan Rahasia Terbongkar]