“Pak, aku mendapat data wanita yang tidak tersentuhkan sesuai yang bapak mau, tapi aku takut dia tidak akan setuju untuk menjadi Istri dengan kontrak yang Bapak buat…” ujar Faisal sambil menyodorkan beberapa dokumen.
“Masalah setuju atau tidak itu akan menjadi urusan saya!” jawab Hadi singkat.
Hadi mulai mengecek dan membolak balikkan dokumen yang diserahkan Faisal. “Siapa wanita-wanita ini, Faisal?” tanya Hadi yang melotot ke arah Faisal.
“Itu adalah mahasiswi-mahasiswi Indonesia yang kuliah di kairo, mereka juga merupakan kolongmerat, Pak!” jawab Faisal.
“Mahasiswi kairo? Bagaimana mungkin aku bisa menikah kalau dia masih kuliah! Faisal! Kenapa kinerja kamu semakin hari semakin menurun! Huh?” bentak Hadi pada Faisal.
“Bapak bilang ingin wanita yang tidak tersentuhkan. Wanita-wanita seperti mereka ini sangat tidak tersentuhkan, Pak. Mereka hanya mau di sentuh oleh lelaki yang menjadi suami mereka saja!” jawab Faisal.
“Faisal, kamu tahukan, aku harus menikah dalam waktu enam bulan ini. jadi kamu harus mencari wanita yang siap untuk aku nikahi...” bentak Hadi.
“Baik, tuan… Ada satu lagi, yang paling bawah tuan, anaknya pemilik PT. FF (Fresh Food) Tbk. Anaknya Alumni Harvard University. Namanya Aurelia Wirayudha, umur dua puluh tiga tahun. Dia aktif di bidang sosial masyarakat dan juga banyak prestasi di dalam dan luar negeri…” ujar Faisal dengan tetap berdiri tegap menghadap tuannya.
Hadi melihat biodata yang di maksud oleh Faisal. “Alumni Hardvard University, bearti kualitas IQnya tidak diragukan lagi. Program berbagi untuk masyarakat kurang mampu, pembangunan kos putra dan putri bagi mahasiswa berprestasi, pembangunan kos putri dan putra bagi yang kurang mampu, Program Seratus Pengusaha Muda….”
“Hmm SQ dan EQ nya sepertinya juga bagus, aku rasa dia calon menantu dan calon ibu yang baik untuk anak-anakku. Bawa aku menemui wanita ini segera!” perintah Hadi tanpa memandang Faisal, karena ia masih sibuk mempelajari CV Aurelia.
“Jika anda mau, kita bisa bertemu dengannya hari ini, karena Aurelia akan memimpin rapat kerja sama dengan salah satu anak perusahaan kita. Anda bisa memanfaatkan moment ini pak…” usul Faisal tanpa ragu.
“Hmmm baiklah, Atur pertemuannya dan aku akan ke sana. Ngomong-ngomong dengan anak perusahaan yang mana?” tanya Hadi, karena ia memiliki lebih dari dua puluh anak perusahaan.
“Cakrawala Global Paper, Pak…” jawab Faisal.
“Baiklah, atur jadwalku agar aku bisa kesana…” perintah Hadi pada Faisal, ia pun melangkah mendekati jendela kaca yang menampilkan seluruh pemandangan ibu kota jakarta.
Faisal lalu menunduk sedikit memberi hormat, lalu meninggalkan ruangan itu.
“Oma, walaupun aku tidak bisa memenuhi keinginan terakhir Oma untuk melihatku menikah, tapi aku tidak akan membiarkan Putri kesayangan Oma, yaitu Mommyku sendiri bersedih karena hal yang sama…” Hadi bergumam pelan.
Tanpa sengaja Hadi melihat papan iklan yang dibintangi model terkenal yaitu Ghianita Pramesti. Wanita cantik yang menjadi brand ambassador sebuah produk kosmetik terkemuka.
“Cihh… Apa tidak ada artis lain…” Hadi berdecih kesal lalu berbalik ke belakang.
Hadi, Faisal dan Nanang segera berangkat menuju Perusahaan Cakrawala Global Paper, dengan di iringi dua mobil yang mengikutinya dari belakang.
Setiap orang yang ada di perusahaan itu berbaris rapi di depan pintu utama perusahaan untuk menyambut CEO muda mereka. Direktur dari Cakrawala Group, yaitu Hussain Pratama, pria yang berusia empat puluh delapan tahun, berdiri dengan gagah lalu memperlihatkan senyuman terindahnya ketika langkah Hadi mulai menapaki pintu utama.
Husain dan seluruh karyawan membungkuk sopan memberi sambutan dan salam pada Hadi.
Husain lalu mengulurkan tangan,“Selamat datang, Pak. Woah Anda terlihat semakin menakjubkan saja…” sapa Hussain dengan semangatnya.
Hadi membalasnya dengan tersenyum tulus sambil menjabat uluran tangan Hussain.
“Mari, Pak…” ucap Hussain, mengajak Hadi masuk.
Langkah tegap Pria-pria berwibawa dan keren itu membuat suasana di kantor seketika berubah.
“Jadi, Itu CEO kita?”
“Masih muda sekali, tampan, berprestasi, paket lengkap ya!”
“Pengawal dan Asistennya Pria-pria keren semua ya?”
“Ada gosip yang beredar katanya CEO kita itu tidak menyukai wanita?”
“Apa gossip itu benar?”
“Yaa tuhan, mereka semua keren sekali…”
Begitulah gosip-gosip para karyawan wanita maupun Pria di perusahaan itu.
Mereka telah sampai di ruangan Direktur perusahaan. Mereka duduk di sofa mewah berukuran sedang di ruangan itu.
“Maaf, Pak. kira-kira apa yang membawa bapak datang ke sini secara tiba-tiba? Apa ada masalah?” tanya Hussain dengan sedikit gugup.
Hadi melengkungkan senyumnya, “Apa saya berkunjung ke anak perusahaan hanya karena ada masalah?”
Jika orang lain, mungkin mereka sudah gentar jika di tanyai Bos mereka seperti itu, tapi lain halnya dengan Hussain yang sudah sangat mengenal Hadi, ia tersenyum menanggapi pertanyaan Hadi, “Lalu, Apakah ada yang bisa saya bantu, Pak?”
“Umm… saya hanya ingin melihat secara langsung perkembangan dari Cakrawala Global Paper,” sahut Hadi lalu matanya mengabsen setiap sudut ruangan dengan matanya.
Hussain tersenyum lalu ia berdiri dan melangkah ke meja kerjanya, ia mengambil beberapa dokumen, dan membawakannya pada Hadi.
“Ini adalah laporan laba rugi perusahaan yang baru di serahkan pihak keuangan beberapa jam yang lalu pada saya pak, saya baru saja mau mengirimkannya ke Manager keuangan Cakrawala Group, dan ini adalah laporan kerja sama dengan beberapa perusahaan yang telah di sepakati,” ucap Hussain, yang memisahkan laporan itu menjadi dua bagian.
Hadi mengangguk, ia lalu mengambil laporan kerja sama dengan perusahaan yang sudah di sepakati.
“Umm, bearti klien Cakrawala Paper tahun ini bertambah dua perusahaan?” tanya Hadi sambil membolak-balik laporan.
“Iya, Pak. klien lama tetap bertahan, dan kita mendapatkan dua tambahan klien baru yang sangat potensial, Pak!” jawab Hussain.
“Hari ini, apa anda ada jadwal meeting?” tanya Hadi langsung, menatap Hussain.
Lagi lagi Hussain tersenyum, “Ada Tuan, lima belas menit lagi dengan Direktur PT. Fresh Food, Tbk. Lalu…” ucapan Hussain di potong oleh Hadi, “Biar aku yang memimpin rapat!” ujarnya cepat.
“Ma Maaf, tuan?” sahut Hussain tak percaya dengan apa yang ia dengar.
“Saya yang akan memimpin rapat!” sahut Hadi lagi.
Lalu Hussain hanya mengangguk menyetujui ucapan Hadi.
Drringgg Driingg sebuah panggilan masuk untuk sang Direktur, “Baiklah, suruh dia menunggu di ruang meeting, CEO kita yang akan memimpin rapat!” jawab Hussain.
“Pak, Pimpinan PT. FF sudah menunggu di ruang meeting!”
Mendengar ucapan Hussain, Hadi lalu tersenyum, ‘Dia gadis yang di siplin’ ucapnya dalam hati.
“Baiklah, tunggu lima belas menit lagi, sesuai jadwal!” jawab Hadi.
Lima belas menit berselang, Nanang dengan sigap membukakan pintu ruangan meeting itu untuk Hadi dan Hussain masuk, lalu di ikuti beberapa karyawan.
Di dalam ruangan, terlihat seorang laki-laki yang masih muda, dengan tampilan yang sangat segar. Di sampingnya terlihat sangat anggun wanita berkulit sawo matang, dengan rambut panjang dan ikal yang dikucir kuda. Riasan make up yang sangat cantik dengan lipstick bewarna coral.
Semua mata memandang pasti memuji kecantikan gadis itu, yang tak lain adalah Aurellia. Hadi tiba-tiba berhenti membuat semua orang terkejut, “Silahkan lanjut, Pak. saya mau memeriksa sesuatu!”
mengeluarkan ponselnya, lalu mengetik pesan text pada Faisal, “Kenapa lipstiknya tebal seperti itu? kamu bilang dia perempuan baik-baik!” lalu ia melanjutkan langkahnya menuju kursinya.
Semua orang mengambil posisi duduknya masing-masing. Faisal yang mendapat pesan singkat dari Hadi, lalu dengan cepat membalas, “Tidak semua wanita berlipstick itu wanita nakal, Pak. Kalau di zaman sekarang bapak mencari wanita tanpa lipstick, kategori yang ada hanya balita, dan anak-anak, Pak. tidak ada wanita.”
Wajah Hadi seketika menjadi suram setelah mendapat pesan balasan dari Faisal.
Meetingpun dimulai. Aurellia mempresentasikan materi rapat dengan sangat baik. Tidak di ragukan lagi jika ia adalah seorang yang sangat pintar, dan cocok sekali dalam memimpin perusahaan.
Setelah presentasi selesai, Hadi meminta semua orang meninggalkan ruangan, kecuali Faisal dan sang Direktur PT. FF Tbk.
Walau ragu, akhirnya Aurellia setuju. Semua orang diruangan keluar, kecuali, Aurellia sang direktur, Hadi dan Faisal.
Hadi langsung angkat bicara, “Aurellia, setelah presentasi tadi, saya sangat kagum dengan bakat dan juga idemu. Jadi kamu belum menikahkan?”
Aurellia seketika terkejut dengan pernyataan dan pertanyaan random dari Hadi.
“Maaf, maksud bapak?” tanya Aurellia dengan alis yang bertaut.
Tanpa basa-basi, Hadi lalu berkata “Apa kamu mau menjadi istri kontrak saya?”