"Ciee, yang udah mau nikah," goda Prim sembari menata rambut sahabatnya. Ia tidak menyangka bahwa gadis itu akan menikah hari ini. Begitupun dengan Jenna. Gadis dengan balutan gaun berwarna dusty rose itu duduk di samping Quin dengan wajah cemberut, memutar-mutar bunga bridemaids ditangannya.
"Aku gak expect kamu bakalan ngehianatin aku," ujarnya dramatis. Prim yang mendengar itu langsung berdecak sementara Quin hanya terkekeh kecil.
"Dasar tukang drama," sinis Prim.
“Terus terang, aku gak menyangka kau akan menikah secepat ini,” katanya. Nada suaranya datar, namun jelas menyimpan ketidaksetujuan terselubung.
Prim menoleh cepat. “Jenna, dari tadi kau hanya mengulang hal yang sama.”
“Aku hanya… terkejut.” Jenna mengangkat bahu. “Bagaimanapun juga, dokter Dixon pernah menjadi orang yan