Senin sesudah pembayaran pertama, Ryan merapikan berkas kesehatan di kamar sewaan sebelum berangkat bekerja. Hasil yang telah diterimanya pada kunjungan terakhir ditempatkan bersama keterangan yang memang berkaitan. Ia tidak mencampurnya ke dalam salinan perkara atau menjadikannya lampiran untuk dikirim kepada kerabat.
Ia menghubungi tempat pemeriksaan untuk memastikan satu pertanyaan administratif mengenai penyimpanan salinan. Keterangan diberikan tanpa jadwal tes baru yang harus dijalani Syifa. Untuk pemeriksaan yang disepakati keduanya, rangkaian tersebut telah dilakukan dan hasilnya sudah diterangkan. Pilihan kesehatan pribadi berikut dapat dibicarakannya sendiri sesuai kebutuhan.
Ryan menyimpan nomor tempat menghubungi jika diperlukan, lalu menutup map. Ia tidak mempunyai alasan untuk menunda pembicaraan kepada ibunya dengan mengatakan dokter belum memberikan jawaban apa pun.
Sepulang kerja ia menelepon Syifa. Ia meminta waktu berbicara sebentar bersama Dina, menyebut tujuannya agar perempuan itu tidak mengira ada keperluan mengambil barang mendadak. Syifa bersedia menerima di teras sesudah urusan toko selesai.
Ryan datang bersama ibunya pada waktu yang disepakati. Ia menunggu pintu dibuka dan tidak meraih kunci, sebab kunci rumah sudah diserahkan ketika pindah. Syifa mempersilakan keduanya duduk, lalu menaruh air pada meja kecil.
Dina lebih dahulu bertanya apakah ada masalah dengan pembayaran. Ryan menggeleng. Sepuluh juta pada Jumat sudah diterima dan delapan juta masih menjadi kewajibannya sesuai jadwal. Yang hendak dibicarakan malam itu bukan permintaan mengurangi jumlah tersebut.
'Aku ingin meluruskan yang dulu selalu dikatakan tentang anak,' ujarnya.
Syifa menatapnya. Ia tidak mengambil map klinik untuk meletakkannya di depan tamu. Ia ingin mendengar apa yang dipilih Ryan untuk diucapkan tanpa harus meminjam kertas sebagai keberanian.
Lelaki itu menjelaskan bahwa keduanya sudah menjalani pemeriksaan. Ia menyimpan hasilnya sendiri, sebagaimana Syifa menyimpan bagian pribadinya. Tidak ada dasar baginya untuk terus menjadikan perempuan itu satu-satunya pihak yang dianggap perlu mencari jawaban.
'Aku dulu menolak waktu kamu mengajak,' katanya kepada Syifa. 'Lalu aku membiarkan Mama terus bertanya seolah kamu yang tidak mau melakukan apa-apa.'
Dina membetulkan letak gelas. Ia mengatakan dirinya hanya menginginkan cucu, bukan sengaja mencelakakan perkawinan putranya. Ryan mendengar, lalu mengingatkan bahwa keinginan tersebut pernah dipakainya sebagai alasan ketika membawa Sherly.
Ryan menanyakan apakah ibunya pernah menyuruh dirinya memeriksa dengan kesungguhan yang sama ketika menanyakan keadaan Syifa. Dina tidak langsung menjawab. Ia semula menganggap putranya tentu tidak perlu dikhawatirkan, terlebih sesudah mendengar Sherly hamil. Mengucapkan anggapan tersebut di depan keduanya membuat ia berhenti sebelum menyalahkan orang lain lagi. Ryan mengatakan itulah yang selama ini dibiarkannya: pertanyaan selalu diarahkan kepada istrinya, sementara penolakannya sendiri tidak dianggap sesuatu yang perlu ditanya.
'Aku memilih hubungan itu sendiri. Bukan karena Syifa belum melahirkan, lalu aku tidak punya pilihan.'
Ucapan itu membuat teras lebih sunyi. Syifa sudah mendengar pengakuan mengenai perselingkuhan di depan kerabat, tetapi alasan mengenai anak selama ini berulang dengan cara yang berbeda. Ia ingin kalimat tersebut benar-benar berhenti digunakan.
'Aku minta maaf karena menjadikannya alasan untuk menyalahkanmu,' kata Ryan. 'Aku juga minta maaf karena membiarkan tuduhan itu terdengar wajar di rumah.'
Syifa menunduk sebentar. Ia tidak ingin memberikan jawaban yang hanya membuat tamu lebih cepat merasa nyaman.
'Aku mendengar permintaan maafmu,' katanya. 'Tapi waktu aku datang sendiri dan menjawab pertanyaan Mama, itu tidak sebentar buatku.'
Ryan mengangguk. Ia tidak mengatakan Syifa terlalu lama mengingat hal yang sudah dimintakan maaf. Perempuan tersebut melanjutkan bahwa dirinya tidak bersedia membagikan seluruh hasil pribadi hanya untuk membuktikan pantas dihormati.
Dina menatapnya, lalu bertanya apakah berarti keluarga tidak boleh mengetahui apa pun. Syifa menjawab ada bagian yang akan disampaikan jika memang diperlukan dan dipilihnya sendiri. Kedudukan sebagai keluarga tidak membuat setiap pertanyaan harus dijawab di depan semua orang.
Ryan meminta ibunya tidak kembali menyebarkan dugaan mengenai keadaan Syifa. Ia sendiri yang harus menghentikan kalimat serupa jika mendengarnya, bukan menunggu istrinya datang membawa bukti.
'Terus yang tentang Sherly?' tanya Dina.
'Kehamilannya diurus sesuai pemeriksaannya. Hasilku tidak bisa dijadikan keputusan tentang ayah seorang anak,' jawab Ryan.
Ia tidak meminta Syifa mengurus pertanyaan mengenai istri keduanya. Pertemuan malam itu untuk menarik tuduhan terhadap perempuan yang berada di hadapannya, bukan membuka pemeriksaan baru atas orang yang tidak ikut duduk.
Dina mengambil minum. Ia belum mengucapkan permintaan maaf yang sepenuhnya mengakui perannya sendiri. Ia hanya mengatakan perlu waktu memahami banyak hal yang kini berubah. Syifa tidak memaksakan jawaban yang belum sungguh hendak diberikan.
Sesudah percakapan berakhir, Ryan menanyakan apakah ada barang pribadinya yang perlu segera diambil. Syifa mengatakan mereka akan mengatur waktu tersendiri setelah ia memeriksa bagian yang masih ada. Tidak ada keperluan masuk malam itu atau membuka laci sambil melanjutkan percakapan sulit.
Ryan menyetujui. Ia mengantar Dina sampai gerbang, lalu berhenti untuk mengucapkan terima kasih karena diberi waktu. Syifa membalas seperlunya sebelum menutup pintu.
Di dalam rumah, ia membawa gelas ke dapur dan membilasnya. Cangkir Salimah berada di sisi rak yang mudah dijangkau. Ia mengambilnya untuk membuat minuman bagi dirinya sendiri, kemudian duduk tanpa membuka telepon.
Permintaan maaf itu tidak mengembalikan waktu ketika ia menunggu Ryan mau datang ke klinik. Namun malam tersebut juga tidak sama dengan malam ketika semua orang membiarkannya menerima tuduhan seorang diri. Ada kalimat yang akhirnya ditarik kembali di depan orang yang dahulu sering mengulanginya.
Di kamar sewaan, Ryan menyimpan map kesehatan pada tempat berbeda dari jadwal restitusi. Ia memeriksa pakaian kerja esok dan mengirim pesan kepada Sherly bahwa akan datang ke rumah Dina pada Selasa untuk membicarakan kebutuhan yang sudah direncanakan. Setelah mendapat jawaban, ia menutup telepon.
Tidak ada uang baru yang dikirim kepada toko malam itu. Delapan juta masih menunggu empat pembayaran sesuai tanggal. Permintaan maaf yang baru diucapkan mempunyai pekerjaan lain untuk dibuktikan, dimulai dari menghentikan cara lama ketika ibunya kembali mencari orang yang dapat disalahkan.