Masih pada Jumat yang sama, Syifa tiba di toko menjelang siang dan langsung menanyakan pengiriman dua lemari. Hadi sedang menerima kabar dari pengemudi. Kendaraan telah mencapai jalan yang lebih lapang dan orang yang akan menerima menunggu pada tempat yang disepakati.
Syifa meletakkan map sidang pada ruang belakang sebelum mendengarkan. Ia tidak ingin berkas perkara dibuka di antara catatan barang hanya karena pikirannya belum sepenuhnya kembali dari percakapan dengan Lestari.
Pengemudi mengatakan lemari pertama sudah diturunkan. Untuk barang kedua, penerima meminta posisi kendaraan digeser agar orang yang membawa dapat melewati halaman tanpa menghalangi pintu. Hadi memastikan perubahan itu tidak memerlukan pembongkaran yang dapat merusak barang, lalu meminta pengemudi memberi kabar setelah pemeriksaan selesai.
Beberapa menit kemudian pelanggan menelepon nomor toko. Istrinya sudah berada di rumah baru dan melihat kedua barang. Ukuran sesuai, tetapi mereka ingin mencoba pintu serta laci sebelum menandatangani penerimaan.
'Memang diperiksa dulu, Pak,' jawab Syifa. 'Kalau ada yang perlu dijelaskan, pengemudi dapat menghubungi kami.'
Ia menunggu sambil membuka salinan pesanan. Tidak ada keperluan mendesak pelanggan agar segera mengakhiri panggilan hanya karena tanggal pengiriman telah dipenuhi. Mereka sudah cemas toko akan berubah pemilik dan uang muka tidak menghasilkan barang.
Pemeriksaan berakhir sebelum waktu makan siang. Pelanggan menyatakan kedua lemari diterima sesuai pesanan. Foto barang serta bukti penerimaan dikirim, lalu Hadi mencocokkan nomor dengan catatan yang dibuka sejak pagi.
Sisa pembayaran pelanggan diselesaikan melalui cara yang telah disepakati. Penerimaannya dicatat pada pesanan tersebut, bukan dimasukkan ke bagian pengembalian uang Ryan. Syifa memeriksa agar kedua urusan yang berlangsung pada hari sama tidak membuat jumlah usaha tercatat dua kali.
Ia mengucapkan terima kasih kepada pelanggan, kemudian meminta Hadi memberi kabar bahwa kendaraan dapat melanjutkan perjalanan berikut sesuai jadwal. Orang yang semula harus memindahkan barang dari rumah lama sore nanti kini tidak lagi perlu menunggu lemari datang tanpa kepastian.
Syifa baru mengambil air setelah panggilan selesai. Ada rasa lega yang tidak memerlukan pengakuan Ryan: satu janji yang dibuatnya sendiri telah dipenuhi melalui kerja beberapa orang, dengan barang yang benar-benar sampai.
Selepas tengah hari, pesan suaminya masuk. Ryan mengatakan hendak melakukan pembayaran pertama dan memeriksa kembali keterangan rekening usaha yang tercantum. Syifa mencocokkannya dengan salinan miliknya sebelum membalas.
Ryan berada di kamar sewaan setelah mengatur keperluan kerja. Sepuluh juta telah dipisahkan dari dana pribadi yang kembali melalui pengembalian Syifa. Ia tidak menunggu toko memperoleh pembayaran pelanggan untuk mengambil sebagian lagi.
Ia membaca jumlah dan tujuan sekali lagi, lalu melakukan pemindahan. Setelah transaksi selesai, bukti dikirim kepada Syifa dengan keterangan bahwa itu pembayaran pertama kewajiban delapan belas juta yang disepakati.
Syifa tidak langsung menulis lunas. Ia memeriksa penerimaan rekening usaha, memastikan jumlah serta asal yang berkaitan telah muncul, kemudian memperlihatkan keterangannya kepada Hadi untuk dicocokkan dengan bukti Ryan.
Sepuluh juta rupiah benar-benar diterima.
Hadi membuka bagian yang telah disiapkan setelah pemeriksaan. Tanggal, dasar pembayaran, dan bukti penerimaan dicatat. Kewajiban awal delapan belas juta dikurangi sepuluh, menyisakan delapan juta.
Di sebelahnya, pembayaran lemari tetap berada pada pesanan pelanggan. Uang dua belas juta yang pernah dikembalikan Syifa tetap tercatat sebagai urusan pribadi pada dokumen berbeda. Tidak ada satu penerimaan yang dipakai seolah telah menyelesaikan ketiganya.
Syifa mengirim jawaban setelah pencocokan selesai.
'Sepuluh juta sudah diterima. Sisa delapan juta, berikutnya dua juta pada Jumat dua pekan lagi.'
Ryan membaca pesan itu lebih lama daripada bukti transaksi. Ia tidak memperoleh kalimat bahwa dirinya sudah dimaafkan atau boleh mengubah niat Syifa. Namun ia memperoleh kepastian bahwa tindakan yang benar-benar dilakukan tidak diabaikan hanya karena istrinya masih marah.
Ia membalas menyetujui saldo serta tanggal berikut. Salinan bukti disimpan bersama jadwal, bukan dihapus setelah uang keluar agar dirinya tidak perlu mengingat lagi.
Di toko, Syifa meminta Hadi memeriksa baris catatan sekali lagi sebelum menutup buku. Pegawai senior itu menanyakan apakah kabar pembayaran perlu disampaikan kepada semua orang yang bekerja.
'Tidak perlu seluruh rinciannya,' jawab Syifa. 'Yang perlu untuk pekerjaan masing-masing tetap kita sampaikan seperti biasa.'
Ia tidak ingin daftar kesalahan Ryan ditempelkan pada ruang kerja sebagai bukti bahwa kini dirinya memegang kuasa. Yang diperlukan adalah uang usaha kembali dan pekerjaan berjalan dengan jelas.
Satu tagihan pemasok yang sudah dicocokkan tetap harus dibayar sesuai waktu usaha. Syifa memeriksa bukti barang diterima sebelum menyetujui pengeluarannya. Sebagian dana yang kembali kini dapat digunakan untuk kebutuhan yang memang menjadi pekerjaan toko. Hadi mencatat pembayaran itu pada pengeluaran usaha, tanpa mengubah sisa kewajiban Ryan. Uang dapat bergerak lagi untuk barang dan pekerjaan, sementara bukti pengembaliannya tetap tersimpan sebagai penerimaan yang telah terjadi.
Sore hari kendaraan pengiriman pulang. Pengemudi membawa salinan penerimaan yang dapat disimpan bersama foto. Hadi memeriksa tidak ada barang pelanggan yang terbawa kembali, lalu memberi tahu Syifa bahwa rangkaian pengiriman telah selesai.
Perempuan itu keluar sebentar untuk berterima kasih kepada pegawai yang membantu. Ia melihat tempat lemari yang kini kosong dan meminta ruang tersebut dirapikan sebelum dipakai barang berikut, bukan dibiarkan menghalangi jalan karena semua merasa pekerjaan selesai.
Ketika toko tutup, ia membawa pulang salinan yang menjadi bagiannya. Di rumah, kunci berada pada tempat yang ditinggalkannya pagi tadi. Ryan tidak menunggu untuk bertanya apakah pembayaran membuat dirinya dapat masuk kembali.
Syifa menyimpan bukti pada map, lalu menulis tanggal Jumat berikut yang berjarak dua pekan. Delapan juta masih harus diterima melalui empat pembayaran. Empat tanggal pada jadwal masih menunggu bukti penerimaan; ia menandainya sebelum meletakkan buku kembali pada rak.
Malam itu ia makan tanpa membuka perjanjian di meja. Dua lemari telah sampai, uang pertama telah masuk, dan hari yang panjang akhirnya dapat ditutup dengan hal yang memang terjadi. Bagian berikutnya tetap mempunyai tanggal, tetapi tidak harus dipikirkan sampai ia lupa bahwa dirinya juga membutuhkan istirahat.