Dua pekan peralihan pekerjaan yang disepakati bersama Syifa berakhir dengan meja yang masih penuh catatan. Ryan datang untuk mencocokkan bagian terakhir, bukan mengambil seluruh uang sebagai pembayaran sebelum pergi. Hadi sudah menandai pelanggan yang perlu menghubungi nomor toko dan bagian yang masih mempunyai tindak lanjut.
Syifa membaca daftar bersama keduanya. Ada satu nomor yang belum diperbarui pada salinan pengemudi. Ryan mencarinya pada telepon, menghubungi orang yang berkaitan, lalu memastikan Hadi menerima keterangan yang sama.
Kunci harian yang selama ini dibawanya diletakkan pada meja. Syifa memeriksa dengan catatan pembagian kunci sebelumnya. Cadangan memang sudah berada padanya, tetapi penerimaan kunci yang kini tidak lagi diperlukan Ryan tetap ditulis agar tidak hanya diingat melalui percakapan.
Pembayaran kerja yang sah dicocokkan tersendiri. Tidak ada kesepakatan mengambil kas pelanggan sebagai upah tambahan, dan tidak ada pula penghapusan hak kerja hanya karena Ryan mempunyai kewajiban mengembalikan delapan belas juta.
Ia menandatangani catatan yang sudah dibaca, menerima salinan, lalu melihat ruang belakang beberapa saat sebelum keluar. Pegawai masih bekerja. Hadi tidak menunggu sampai ia meninggalkan halaman untuk kembali menjawab pertanyaan barang.
Sejak beberapa hari sebelumnya, Ryan telah mengatur kesempatan bekerja pada gudang distribusi perabot rumah di daerah yang dapat dicapai dari kampung. Pengalamannya mengurus barang berguna, tetapi pemilik tempat itu tidak langsung memberinya kedudukan sebagai pengambil seluruh keputusan.
Tugas borongan pertama adalah membantu penataan serta koordinasi satu rangkaian pengiriman. Waktunya telah dibicarakan agar kewajiban peralihan di toko Syifa tetap selesai. Hari itu ia kembali untuk menuntaskan pemeriksaan barang yang belum dapat diserahkan pada pelanggan penerima.
Di gudang, seorang pekerja menunjukkan dua kemasan dengan ukuran hampir sama. Ryan membaca tujuan sebelum menyuruh keduanya dimuat. Salah satu harus dibawa pada perjalanan lain karena orang yang menerima baru berada di lokasi sore hari.
Ia menata ulang urutan bersama pengemudi, lalu mendapati keputusan tersebut membuat waktu kembali mundur. Dahulu ia mungkin akan mengatakan semuanya bisa diurus sambil jalan. Kini pemilik gudang meminta ia menunjukkan siapa yang telah dihubungi dan apa yang sungguh disetujui.
Ryan menelepon penerima, menjelaskan pilihan, dan memperoleh satu waktu yang dapat digunakan tanpa memaksa pengemudi menunggu terlalu lama. Ia menuliskannya pada lembar yang dibawa kendaraan, kemudian memeriksa bahwa barang yang tersisa tidak ikut dimuat.
Menjelang sore, kabar penerimaan datang. Ada bagian yang harus ditanyakan kembali karena tanda terima belum lengkap. Ryan menghubungi pengemudi, meminta keterangan yang kurang, lalu menyerahkan rangkaian bukti setelah dapat dicocokkan.
Upah borongan satu juta rupiah dibayarkan sesudah pekerjaan yang disepakati selesai. Ryan memeriksa penerimaan pada rekening pribadinya. Itu bukan janji penghasilan dari usaha yang akan diperolehnya lewat perceraian, dan bukan kas pelanggan yang dipinjam sementara.
Pemilik gudang juga membicarakan pekerjaan rutin koordinasi pengiriman dengan penghasilan empat juta rupiah per bulan. Jadwal mulai serta pembagian tugas perlu disepakati sebelum Ryan menerima. Ia menyampaikan ada agenda pengadilan yang sudah tercantum dan tidak ingin menyembunyikannya setelah masuk kerja.
Mereka mengatur waktu mulai sesudah agenda tersebut, dengan tanggung jawab yang jelas. Ryan membaca pembagian tanggung jawabnya sekali lagi sebelum menyatakan kesediaan untuk mulai bekerja. Ia tetap harus datang dan mengerjakan tugas agar penghasilan berikut benar-benar diperoleh.
Sebelum meninggalkan gudang, Ryan melihat pengumuman kamar sewaan yang dipasang dekat pintu. Ia mencatat nomor pemilik dan menanyakan jarak dari tempat kerja. Orang yang menjawab mengatakan perjalanan biasa sekitar lima belas menit, tetapi ia tetap perlu melihat sendiri. Harga yang disebut tujuh ratus ribu per bulan belum termasuk seluruh pengeluaran hidupnya. Ryan meminta waktu kunjungan setelah agenda pengadilan, tanpa langsung mengirim uang kepada nomor yang belum ditemuinya. Ia ingin memastikan tempat itu benar-benar dapat dipakai sebelum membicarakan pindah.
Di rumah, Syifa sedang memeriksa pakaian akad yang telah dibersihkan sesuai petunjuk penjahit. Pengait yang diperbaiki masih terpasang baik. Ia mencoba sebentar untuk memastikan tidak ada bagian yang mengganggu ketika duduk, lalu melepas dan menyimpannya kembali dengan rapi.
Bu Murni datang mengantar wadah yang tertinggal sesudah kunjungan sebelumnya. Ia melihat pakaian tersebut dan berhenti bertanya tentang barang toko. Syifa menjelaskan kapan akan memakainya serta meminta bantuan pada pagi keberangkatan.
'Ini untuk datang ke agenda yang sudah dijadwalkan, Bu,' katanya. 'Saya tidak ingin dibuat seperti acara baru.'
Bu Murni mengangguk. Ia menanyakan apa yang benar-benar perlu dibantu, lalu memastikan dirinya dapat datang sebelum Syifa berangkat. Tidak ada rencana membawa tetangga untuk melihat atau mengabadikan pakaian yang pernah dipakai pada akad.
Ryan pulang ketika wadah sudah dibawa ke dapur. Ia melihat kantong pakaian yang diletakkan dekat lemari dan mengatakan bajunya juga sudah disiapkan. Syifa menanyakan apakah ia mengetahui waktu serta berkas yang diperlukan.
Lelaki itu menunjukkan catatan di teleponnya. Mereka akan datang secara terpisah, mengikuti arahan yang diterima, dan tidak meminta agenda diubah demi pakaian yang dipilih. Jika ada keperluan praktis, keduanya akan menjawab sebelum hari keberangkatan, bukan berdebat di pintu.
Ryan lalu mengatakan pekerjaan borongannya telah dibayar. Syifa tidak meminta bukti untuk mengawasi seluruh uang pribadinya. Namun ketika ia menyebut satu juta itu sebagai sumber yang sah, perempuan tersebut mengingatkan bahwa pembayaran restitusi pertama tetap mengikuti tanggal yang telah ditandatangani.
'Aku tahu. Sepuluh juta yang pertama sudah kusiapkan dari dana pribadi,' jawabnya.
'Uang yang masuk toko nanti kita catat saat benar-benar diterima.'
Ryan mengangguk. Ia membawa tas ke kamar sebelah. Syifa mendengar lemari dibuka, lalu bunyi gantungan dipindahkan agar baju akad tidak tertindih barang lain.
Malam itu keduanya mempunyai persiapan yang berbeda dari awal perjanjian. Pakaian lama siap digunakan, pekerjaan lama telah diserahterimakan, dan penghasilan barunya mulai terlihat melalui upah borongan pertama. Tidak satu pun membuat sidang yang akan datang berubah menjadi perayaan. Syifa mematikan lampu ruang depan setelah memastikan berkas yang dibawa esok sudah berada dalam map yang tepat.