Bu Intan menerima Sherly pada jadwal yang telah dipastikan melalui telepon. Dina ikut datang setelah ditanya apakah bersedia menemani, tetapi duduk menunggu ketika menantunya meminta kesempatan menjelaskan bagian awal sendiri.
Sherly meletakkan map di meja. Ia masih ingin memulai dari ancaman Reno, lalu teringat catatan yang disusunnya. Ia menyebut pinjaman enam juta lebih dahulu, menunjukkan pengembalian dua juta, baru menerangkan tuntutan sepuluh juta yang disertai ancaman mengenai foto.
Intan membaca keterangan tersebut tanpa langsung menyebut semua masalah dapat selesai dengan satu surat. Ia memastikan Sherly memahami bentuk bantuan dan biaya yang dibicarakan. Setelah persetujuan jelas, mereka mulai memisahkan persoalan yang memang harus diperiksa.
'Ada bagian pinjaman yang Ibu bantah?' tanyanya.
'Empat juta yang belum dibayar itu saya akui. Yang tidak pernah saya setujui tambahan enam juta.'
'Baik. Pengakuan itu kita tulis terpisah dari ancaman.'
Sherly membuka bukti penerimaan serta pengiriman. Ada tanggal yang semula hanya diingat melalui percakapan, sehingga ia perlu melihat kembali catatan rekening. Intan menunggu sampai yang dapat dicocokkan ditemukan, bukan meminta ia menuliskan dugaan sebagai kepastian.
Foto lama juga diperlihatkan pada bagian yang diperlukan. Sherly mengakui gambar tersebut berasal dari pertemuan yang benar-benar terjadi. Ia tidak meminta pendampingnya mengatakan gambar palsu hanya karena malu bila Ryan mengetahui ceritanya.
Intan menanyakan siapa yang mendengar tuntutan terakhir. Sherly menyebut Ryan dan Dina, kemudian meminta mertuanya masuk untuk menjelaskan yang disaksikan sendiri. Perempuan yang lebih tua itu duduk dengan tas di pangkuan dan masih tampak tidak nyaman.
Dina menerangkan bagaimana Reno datang, menunjukkan tuntutan sepuluh juta, lalu menyebut kemungkinan membawa foto kepada orang lain. Ia tidak mengaku menyaksikan saat pinjaman lama diberikan, sebab pada waktu itu dirinya belum mengenal keadaan tersebut.
Sherly mendengarkan. Baru kali ini ia melihat Dina membedakan apa yang benar-benar didengar dari sesuatu yang sekadar diceritakan menantu atau putranya.
Pembicaraan kemudian beralih kepada cara komunikasi berikut. Intan akan menyampaikan keterangan awal mengenai pokok yang diakui, pembayaran yang sudah ada, serta permintaan agar tuntutan disampaikan dengan dasar yang dapat diperiksa. Hal itu tidak berarti Reno telah menyetujui atau setiap ancaman akan berhenti begitu pesan dikirim.
Sherly membaca keterangan yang disiapkan. Ia meminta bagian mengenai foto tidak dihapus hanya supaya surat terlihat lebih sederhana. Ancaman itu justru alasan dirinya datang mencari bantuan, bukan pengganti pengakuan pinjaman.
Setelah disetujui, keterangan dikirim melalui jalur yang dapat disimpan buktinya. Intan meminta ia memberi kabar jika ada komunikasi lanjutan dan tidak mengubah jumlah pokok melalui janji baru yang dibuat sendirian karena panik.
Hari itu belum ada pengaduan kepada petugas berwenang. Mereka masih memerlukan penyusunan keterangan dan akan menilai tindakan berikut berdasarkan keadaan serta bukti yang benar-benar ada. Sherly pulang dengan salinan, jadwal komunikasi, dan tanggung jawab yang tetap harus dilakukannya.
Di perjalanan, Dina bertanya apakah empat juta dapat langsung diminta kepada Ryan. Sherly melihat ke luar kendaraan. Ia tidak ingin kembali mengatakan seluruh uang suami pasti dapat dipakai tanpa bertanya dari mana asalnya.
'Kalau dia membantu, harus dibicarakan sendiri,' jawabnya. 'Saya juga ingin tahu apa yang bisa saya kerjakan.'
Dina tidak segera menanggapi. Sesudah tiba di rumah, ia menyebut seorang tetangga yang menerima pesanan makanan dan sedang mencari bantuan mengemas. Pekerjaannya dilakukan pada pagi tertentu, tidak harus berdiri sepanjang hari, tetapi tetap perlu datang sesuai waktu dan menjaga jumlah pesanan.
Sherly meminta dikenalkan. Ia tidak mengatakan sudah mampu melakukan semuanya hanya karena membutuhkan uang. Sore itu mereka berjalan bersama ke rumah tetangga tersebut dan melihat meja tempat kemasan disiapkan.
Pemilik pesanan menerangkan pekerjaan yang diminta: memeriksa jumlah wadah, menaruh bagian yang telah disiapkan, menutup kemasan, lalu memisahkan sesuai pesanan. Sherly mencoba beberapa wadah kosong sambil mendengarkan. Tutup pertama tidak terpasang rapat, dan ia harus mengulang sebelum dianggap selesai.
Pada daftar contoh ada dua pesanan dengan jumlah hampir sama. Sherly sempat menaruh wadah pada kelompok yang keliru, lalu diminta membaca nama pemesan sebelum memindahkan kembali. Ia menyadari pekerjaan tersebut bukan hanya duduk melipat benda. Ada ketelitian yang harus dijaga supaya orang yang membayar tidak menerima sesuatu yang berbeda.
Mereka membicarakan jadwal empat pagi dalam satu pekan dengan upah dua ratus lima puluh ribu rupiah. Sherly mengatakan ada pemeriksaan kehamilan yang telah dijadwalkan. Ia perlu menyepakati hari datang, bukan berjanji selalu tersedia lalu menghilang ketika dibutuhkan.
Satu pekan percobaan disetujui, dimulai pada pekan ketujuh sejak Ryan membawanya ke rumah Syifa. Jika pekerjaan atau waktunya tidak sesuai, keduanya akan membicarakan sebelum melanjutkan. Tidak ada upah yang langsung dibayar hanya karena ia menerima tawaran.
Sherly mencatat hari pertama dan jamnya. Dina sempat menjawab pertanyaan atas nama menantunya, lalu berhenti ketika pemilik pekerjaan menunggu jawaban Sherly sendiri. Perempuan muda itu mengatakan akan datang pada waktu yang dipilih.
Ketika pulang, ia membawa contoh cara menutup wadah yang tadi dicoba. Ia tidak membayangkan empat juta akan hilang hanya dengan beberapa pagi bekerja. Namun dua ratus lima puluh ribu yang kelak benar-benar diterima akan mempunyai asal yang dapat disebut tanpa meminjam nama toko Syifa.
Malamnya ia mengabari Ryan mengenai konsultasi Intan serta pekerjaan percobaan. Suaminya menanyakan apakah ia sudah merasa sanggup. Sherly menjawab akan menjalani bagian yang disepakati dan melihat keadaan, bukan memakai pekerjaan baru untuk membatalkan kebutuhan yang tetap menjadi tanggung jawab suami.
Ryan mengiyakan. Mereka tidak menetapkan pembayaran Reno malam itu. Pokok yang belum diselesaikan masih empat juta, sedangkan tuntutan tambahan tetap dipersoalkan melalui pendamping.
Sherly menutup telepon dan menaruh jam pengingat di dekat tempat tidur. Untuk pertama kalinya sejak pindah ke rumah Dina, ada rencana pagi yang dipilihnya sendiri dan tidak bergantung pada apakah Ryan akan datang. Ia merapikan map Intan, meletakkannya jauh dari wadah contoh, lalu menyiapkan pakaian untuk hari kerja pertamanya.