Pemeriksa membuka ringkasan yang sudah diperbaiki setelah Ryan menyerahkan bukti tambahan. Ada halaman yang sebelumnya ditandai sebagai pertanyaan dan kini dapat dikeluarkan dari dugaan pengeluaran pribadi. Pembayaran kerja yang sah serta penggantian biaya operasional tidak dimasukkan ke kewajiban yang akan dibahas hari itu.
Syifa membaca bersama Lestari. Ryan datang dengan pendampingnya, membawa salinan yang telah diperiksa. Hadi berada di sisi meja untuk menerangkan catatan penerimaan dan pengambilan, tanpa mengaku mengetahui seluruh tujuan ketika uang dahulu dikeluarkan.
Tiga kelompok yang telah dapat dicocokkan dibuka satu per satu.
Delapan juta rupiah berasal dari kas usaha dan dipakai untuk belanja serta pemberian pribadi kepada Sherly. Di dalamnya termasuk dua juta yang kemudian disetor Sherly dan dibayarkan kepada Reno. Bukti dari perempuan tersebut membantu mencocokkan satu bagian, bukan menjadikan seluruh pinjamannya utang toko.
Enam juta berikutnya digunakan untuk kebutuhan pribadi yang berkaitan dengan Ryan dan Dina. Keterangan belanja serta pengambilan telah dicocokkan. Tidak ditemukan dasar bahwa barang atau jasa tersebut diperlukan usaha.
Empat juta lainnya merupakan pengeluaran pribadi Ryan yang sempat ditulis bersama biaya kerja. Bukti tambahan menunjukkan bagian operasional yang sah, lalu sisanya dipisahkan dengan keterangannya. Jumlah empat juta pada ringkasan sudah tidak memasukkan biaya yang benar-benar menjadi urusan toko.
Delapan, enam, dan empat menjadi delapan belas juta.
Ryan melihat halaman itu lama. Ia tidak dapat lagi mengatakan semua uang pernah dipakai untuk keluarga sehingga tidak perlu dijelaskan. Keperluan pribadi tetap berbeda dari pengeluaran yang dibolehkan untuk usaha.
'Yang ini diambil dari kas, bukan dari saldo rekeningku yang dua puluh empat itu?' tanyanya untuk memastikan.
Pemeriksa menunjukkan urutannya. Dana tersebut telah dibelanjakan melalui pengambilan kas dan transaksi yang dicocokkan, bukan sekaligus dihitung sebagai seluruh saldo pribadi sebelum pemindahan oleh Syifa. Asal saldo dua puluh empat juta telah dilihat melalui pembayaran kerja yang sah dan simpanan sebelumnya. Tidak seluruh angka boleh ditempelkan pada dua tempat agar jumlah tuntutan membesar.
Syifa mengikuti penjelasan sampai selesai. Ia meminta satu bagian dibaca lagi karena tidak ingin nanti menyebut delapan belas juta ditambah dua juta pinjaman Reno. Dua juta itu sudah berada di dalam kelompok delapan juta, bukan kerugian baru yang muncul sesudah audit.
Hadi memberi tanda pada salinannya. Utang pemasok yang memang dibuat untuk barang toko tetap berada pada buku usaha. Uang muka pelanggan juga tidak dipindahkan menjadi kewajiban pribadi Ryan hanya karena perkawinannya dengan Syifa sedang berakhir.
Lestari menanyakan apakah ada keterangan yang masih ingin dibantah. Ryan membaca bersama pendampingnya. Ia mengajukan satu pertanyaan mengenai bukti belanja, lalu memperoleh penjelasan yang dapat dicocokkan dengan halaman sebelumnya.
Akhirnya ia mengakui jumlah yang menjadi tanggung jawabnya.
'Aku akan mengembalikan delapan belas juta,' katanya.
Syifa tidak langsung mengangguk seolah kata akan sudah mengisi kas. Ia menanyakan cara dan waktu yang benar-benar dapat dijalankan. Ryan membuka catatan pribadinya, memperlihatkan dana yang tersedia serta kebutuhan yang masih harus disiapkannya.
Pengembalian dua belas juta oleh Syifa telah benar-benar diterima beberapa hari sebelumnya. Dana tersebut kembali menjadi bagian uang pribadi Ryan. Namun penerimaannya tidak ditulis sebagai pembayaran kepada toko. Sampai pertemuan itu, belum ada cicilan restitusi yang masuk.
Ryan mengusulkan sepuluh juta dibayarkan lebih dahulu pada Jumat akhir bulan kedua sejak Sherly dibawanya ke rumah Syifa. Empat pembayaran berikut masing-masing dua juta, dengan jarak dua pekan dari pembayaran sebelumnya.
Tanggal lengkap ditulis dan dibaca kembali. Sepuluh juta akan menyisakan delapan. Sesudah itu saldo berkurang menjadi enam, empat, dua, lalu nol jika seluruh pembayaran sungguh diterima.
Ia tidak mengatakan semua harus menunggu upah pekerjaan yang bahkan belum dimulainya. Dana pribadi yang sah masih tersedia, termasuk uang yang dikembalikan Syifa. Jadwal tersebut juga mempertimbangkan kebutuhan hidup dan kehamilan yang tidak boleh tiba-tiba dipenuhi dari kas toko lagi.
Syifa menanyakan sumber pembayaran pertama. Ryan menyatakan sepuluh juta akan diambil dari dana pribadinya yang kembali melalui pengembalian tersebut. Sisanya akan disiapkan dari uang pribadi dan penghasilan kerja yang dapat diperoleh secara sah, bukan memutar penerimaan pelanggan yang masih dipegangnya selama peralihan tugas.
Pendamping masing-masing memeriksa keterangan sebelum persetujuan diberikan. Tidak ada bunga atau denda baru yang ditambahkan tanpa pembahasan. Mereka mencatat bagaimana bukti penerimaan akan disimpan dan kepada rekening usaha mana dana harus dikirim.
Hadi menunjukkan keterangan rekening yang dipakai untuk penerimaan usaha. Syifa memeriksanya, lalu Ryan memastikan tujuan itu berbeda dari rekening pribadinya yang menerima dua belas juta dari Syifa. Tujuan dan dasar kedua transaksi tersebut memang berbeda.
Ryan menandatangani pengakuan kewajiban serta jadwal setelah halaman selesai dibaca. Syifa menandatangani bagiannya. Salinan diberikan sebagaimana yang disepakati, dengan ringkasan pemeriksaan yang menjadi dasar jumlah.
Keterangan mengenai perubahan tawaran toko tetap berada pada dokumen tersendiri. Melepaskan tuntutan bangunan tidak dihitung sebagai pembayaran delapan belas juta. Mengembalikan dana kelak juga tidak membeli kewajiban Syifa untuk rujuk.
Sesudah pertemuan, Ryan duduk sebentar di halaman. Syifa berdiri dekat pintu, menunggu Hadi menaruh berkas pada tempat aman di tasnya.
'Aku dulu selalu bilang nanti kuganti,' ujar Ryan.
Perempuan itu menoleh.
'Kali ini tanggalnya ada,' katanya.
'Iya.'
Ia tidak memberikan pujian karena Ryan menandatangani apa yang akhirnya dapat dibuktikan. Namun ia juga tidak menambah jumlah dengan marah yang masih tersisa. Ia ingin uang usaha kembali melalui peristiwa yang dapat dicatat, bukan melalui janji yang terus dipindahkan.
Di toko sore itu, Hadi menyiapkan bagian buku untuk penerimaan restitusi yang akan datang. Halamannya belum diisi sebagai uang masuk. Syifa memeriksa daftar pembayaran pelanggan, lalu menutup ringkasan pemeriksaan.
Delapan belas juta kini mempunyai dasar dan jadwal. Sampai dana pertama benar-benar diterima, angka yang harus dikembalikan tetap delapan belas juta. Ia menyimpan salinan, kemudian kembali melayani orang yang datang memilih lemari, menjaga agar pekerjaan hari itu tidak berhenti hanya karena urusan masa lalu baru selesai dihitung.