Sherly mulai menyusun percakapan sejak pagi. Dina berada di dapur, menyiapkan makanan yang tidak langsung disentuh menantunya. Di kamar, layar telepon berganti dari bukti pinjaman lama ke pesan yang dikirim Reno setelah pertemuan.
Ia sempat memilih beberapa kalimat untuk disimpan, lalu berhenti. Jika hanya ancaman yang dibawa, permintaan meminjam dari dirinya sendiri dapat tampak seperti sesuatu yang tidak pernah terjadi. Ia kembali ke awal dan menyimpan urutannya lebih lengkap.
Ada tiga kali uang diterima. Ada janji mengembalikan yang pernah ditulis tanpa memikirkan dari mana dana akan didapat. Ada pula pesan tentang Ryan, dipenuhi bayangan bahwa setelah menikah hidupnya akan jauh lebih mudah.
Sherly membaca bagian itu dengan wajah panas. Ia tidak ingin Dina melihat setiap kata, tetapi juga mulai mengerti mengapa jawaban yang dipilih sedikit demi sedikit justru membuatnya terus terjebak.
Dua juta yang pernah dikembalikan kepada Reno berasal dari uang tunai yang diberikan Ryan. Ia menyetorkannya ke rekeningnya sendiri, kemudian mengirim pembayaran kepada lelaki tersebut. Bukti penerimaan dan pengembalian kini diletakkan berurutan.
Dana itu bukan sesuatu yang diperolehnya karena bekerja sendiri. Sherly belum dapat memastikan dari mana Ryan mengambil uang tunai ketika memberikannya. Ia tidak akan menulis bahwa sumbernya pasti tabungan pribadi hanya karena keterangan tersebut terasa lebih nyaman.
Dina mengetuk sebelum masuk membawa piring. Ia meletakkannya di sisi yang jauh dari telepon, lalu bertanya apakah pekerjaan yang dilakukan sejak pagi sudah mempunyai hasil.
'Saya masih menyusun yang perlu dibawa,' jawab Sherly.
'Bawa ke mana?'
'Saya ingin mencari orang yang bisa memeriksa urusan ini. Bukan hanya menunggu Ryan bilang nanti selesai.'
Dina duduk pada kursi dekat pintu. Ia bertanya apakah menantunya ingin memakai pendamping Syifa. Sherly menggeleng. Orang tersebut mempunyai pekerjaan untuk Syifa dan tidak harus sekaligus mengurus masalah yang menyangkut orang-orang dalam pertengkaran yang sama.
Ia ingin menanyakan pilihan pendamping sendiri, berikut biaya dan keterangan yang perlu dibawa. Dina tidak langsung menyukai gagasan mengeluarkan uang untuk sesuatu yang menurutnya dapat diselesaikan dengan menyuruh Reno berhenti.
'Mama sudah menyuruh kemarin. Dia masih mengirim pesan,' kata Sherly.
Dina melirik telepon. Ia meminta izin melihat bagian yang dikirim sesudah pertemuan. Sherly membuka pesan tersebut, bukan menyerahkan semua percakapan pribadi lalu membiarkan mertuanya mencari sesuka hati.
Reno menanyakan kapan sepuluh juta akan tersedia. Ia kembali mengaitkan tenggat dengan cerita yang dapat disampaikan kepada orang lain. Tidak ada bukti tambahan yang menjelaskan dasar enam juta di luar pokok.
Dina membaca sampai selesai. Ia lalu menanyakan apakah empat juta dapat langsung dibayar agar lelaki itu tidak kembali. Sherly menjawab pembayaran pokok tetap perlu diatur, tetapi ia takut Reno akan menerima uang lalu menagih sesuatu yang lain tanpa kejelasan.
'Saya ingin ada yang memeriksa sebelum memberi janji baru,' katanya.
Perempuan yang lebih tua itu mengangguk pelan. Ia belum merasa seluruhnya tahu harus berbuat apa, tetapi bersedia menemani apabila Sherly memilih tempat konsultasi dan menginginkan dirinya hadir.
Dina kemudian menanyakan untuk apa uang pinjaman dahulu digunakan. Sherly menjelaskan ada belanja pribadi dan biaya perjalanan, bukan seluruhnya kebutuhan mendesak yang tidak dapat dihindari. Ia pernah ingin terlihat mampu ketika mendatangi Ryan, lalu mengira uang akan mudah diganti setelah hubungan mereka lebih pasti. Mengucapkannya di depan mertua membuat ia ingin kembali menyembunyikan telepon. Namun ia tetap menyebut bagian tersebut dan meminta jangan sampai penjelasan itu dipakai membenarkan ancaman Reno. Dina mendengar tanpa mengatakan belanja tersebut kini harus dibayar dari toko Syifa.
Sherly mengucapkan terima kasih. Ia lalu makan sementara makanan masih cukup hangat. Dina tidak mengisi waktu dengan pertanyaan mengenai semua foto. Mereka membicarakan jadwal pemeriksaan dan belanja yang sudah benar-benar disiapkan Ryan.
Sesudah makan, Sherly menghubungi nomor layanan yang dapat memberinya keterangan awal tentang pendampingan. Ia bertanya apa yang harus dijelaskan untuk menentukan tempat konsultasi yang sesuai. Orang yang menjawab tidak langsung menjanjikan semua foto dapat ditarik kembali atau Reno akan berhenti hari itu juga.
Ia mencatat pilihan serta biaya yang perlu ditanyakan lebih lanjut. Saat diberi kesempatan menceritakan pokok masalah, ia menyebut jumlah pinjaman yang diakuinya, pengembalian dua juta, serta tuntutan tambahan dan pesan mengenai foto. Ia tidak menyebut sepuluh juta seluruhnya sebagai utang yang sudah disepakati.
Ada keterangan yang perlu dibawa dan jadwal yang masih harus dipastikan. Sherly meminta waktu menyiapkan dokumen sebelum menyetujui bentuk bantuan berikut. Ia menutup telepon dengan daftar yang dapat dikerjakan, bukan sekadar perasaan bahwa orang lain kini akan membereskan hidupnya.
Menjelang sore, Ryan menelepon. Ia bertanya apakah Reno kembali datang. Sherly mengatakan tidak, lalu memberi kabar tentang langkah mencari konsultasi. Suaminya menawarkan menanyakan orang yang dikenalnya, tetapi ia mengatakan sudah mempunyai pilihan untuk diperiksa.
Ryan menerima jawaban tersebut. Ia menanyakan kembali dua juta pembayaran lama, dan Sherly menerangkan urutan uang tunai, setoran, serta pengiriman. Ia bersedia memberikan salinan bukti yang memang berkaitan agar Ryan dapat menjelaskan bagiannya sendiri dalam pemeriksaan dana usaha.
'Bukan berarti kamu boleh bilang semuanya uangku,' tambahnya.
'Aku tidak akan bilang begitu,' jawab Ryan.
Sherly mendengarkan suaranya. Ia masih belum tahu berapa banyak yang benar-benar akan dilakukan lelaki itu, tetapi kali ini tidak menutup percakapan dengan permintaan agar dirinya dibawa dari rumah Dina malam tersebut. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum tempat tinggal dapat dibicarakan dengan jelas.
Setelah panggilan berakhir, ia membuat salinan keterangan yang akan dibawa. Dina menyodorkan map kosong dari lemari dan mengatakan barang di dalamnya sudah dipindahkan, sehingga tidak ada surat keluarga yang ikut terbawa.
Sherly menerima map. Ia menulis apa yang masih perlu dicari pada halaman depan dan memasukkan bukti tanpa menghapus bagian yang membuat dirinya malu. Pinjaman itu tetap miliknya untuk dibereskan. Ancaman Reno juga tetap harus ditangani. Ia tidak perlu menyangkal salah satunya agar orang lain mau mendengar yang lain.