Reno datang pada waktu yang telah diberitahukan Sherly, membawa telepon dan selembar kertas terlipat. Ia semula ingin bertemu Ryan di toko. Permintaan itu ditolak. Pembicaraan mengenai pinjaman pribadi akan berlangsung di rumah Dina dengan persetujuan tuan rumah, dan Sherly tidak akan datang seorang diri.
Dina menempatkan kursi di ruang depan. Ia menolak ketika Reno hendak duduk lebih jauh ke dalam, mengatakan bagian tersebut sudah cukup untuk membicarakan urusan yang diperlukan. Ryan tiba sebelum pertemuan dimulai dan memberi tahu Syifa tempat serta tujuan kedatangannya.
Sherly duduk dengan telepon di tangan. Ia telah menyimpan percakapan lengkap dan bukti pembayaran dua juta. Kali ini ia tidak ingin memilih bagian yang hanya membuatnya terlihat benar, sebab Ryan sudah mengetahui ada sesuatu yang disembunyikannya.
Reno menyapa dengan senyum yang tidak dibalas sepenuhnya. Ia memandang Ryan, lalu mengatakan akhirnya bisa berbicara dengan orang yang dapat menyelesaikan.
'Yang meminjam Sherly,' jawab Ryan. 'Kita lihat keterangannya dulu.'
Lelaki itu mengeluarkan kertas. Ia menuliskan sepuluh juta sebagai jumlah yang harus dibayar. Di bawahnya ada beberapa kata mengenai pinjaman, penggantian waktu, dan kerugian karena janji yang dianggap tidak ditepati.
Dina mengambil kertas setelah dipersilakan. Ia membaca sampai ujung, kemudian menanyakan di mana rincian setiap jumlah. Reno menunjukkan bukti tiga pengiriman uang dan mengatakan dasar hubungan mereka lebih luas daripada yang ingin diakui Sherly.
'Enam juta yang ini sudah saya tahu,' kata Dina. 'Yang empat sisanya bagaimana?'
Sherly mendekatkan telepon. Ia menjelaskan dua juta sudah dikembalikan, sehingga pokok yang belum dibayar justru empat juta. Untuk mencapai sepuluh juta, Reno menambahkan enam juta yang tidak pernah disepakati.
Dina membaca ulang dari awal. Ia hampir mengira selisih empat juta pada kertas adalah sisa pinjaman, padahal susunannya membuat pengembalian seolah tidak pernah terjadi. Sherly menunjukkan tanggal pembayaran dan meminta Reno mengakui penerimaannya sebagaimana saat bertemu di kedai.
Reno tidak menyangkal dana tersebut masuk.
'Tapi bukan berarti setelah itu aku tidak punya kerugian,' katanya.
'Kerugian yang disepakati dibayar apa?' tanya Ryan.
Reno mengangkat telepon. Ia memperlihatkan foto yang pernah ditunjukkan kepada Sherly dan mengatakan dirinya dapat menjelaskan cerita lama mereka kepada lebih banyak orang. Ia lalu menyebut bagaimana perempuan tersebut dahulu membicarakan kemampuan Ryan.
Sherly menahan napas. Mendengar kalimat itu di depan Dina terasa lebih buruk daripada membacanya sendirian. Ia ingin memotong, tetapi memilih membiarkan Ryan melihat bahwa tekanan tersebut bukan sesuatu yang baru ia karang setelah utangnya disebut.
Dina bertanya apakah lelaki itu datang menagih uang atau mengancam akan menyebarkan foto. Reno menurunkan telepon, mengatakan ia hanya ingin Sherly bertanggung jawab.
'Yang dipinjam jangan dihapus,' jawab Dina. 'Tapi foto tidak menambah jumlahnya begitu saja.'
Ryan memandang ibunya. Ia tidak mengira akan mendengar kalimat tersebut sebelum Dina meminta ia mengeluarkan uang agar tamu segera pulang. Perempuan itu masih kesal kepada Sherly, tetapi kertas yang sedang dibacanya memang tidak menjelaskan apa yang diklaim Reno.
Reno kemudian mengalihkan pembicaraan kepada toko. Ia mengatakan jumlah sepuluh juta seharusnya tidak sulit bagi seseorang yang mengelola usaha dengan barang sebanyak itu. Ia telah melihat bagian depannya dan mengetahui ada pegawai yang bekerja.
'Toko itu bukan milikku,' kata Ryan.
'Kamu yang mengurus, kan?'
'Mengelola tidak membuat uangnya boleh dipakai untuk tagihan ini.'
Sherly menunduk. Ia pernah mengatakan hal sebaliknya untuk membuat hidupnya terdengar lebih baik. Kini kebanggaan yang dipamerkan kepada Reno kembali sebagai alasan agar Ryan mengambil sesuatu yang bukan haknya.
Ryan tidak membela tindakannya sendiri pada masa lalu. Ia mengatakan urusan dana usaha sedang diperiksa, dan tidak akan menambah pengambilan untuk membuat pertemuan itu selesai lebih cepat.
Reno mengetukkan kertas di atas meja. Ia menanyakan apakah mereka hendak menghindar dari utang dengan membawa istilah yang panjang. Sherly menjawab ia tidak menolak pokok yang masih ada, tetapi akan memeriksa dasar tuntutan serta cara penyelesaiannya melalui bantuan yang dipilihnya.
'Aku tidak menyetujui sepuluh juta,' katanya.
'Berarti kamu memilih masalahnya dibuka?'
'Aku memilih jumlah dan ancaman tidak dicampur.'
Dina meminta suara tidak ditinggikan. Reno menarik kursinya lebih dekat, membuat Sherly menggeser telepon ke sisinya sendiri. Ryan memindahkan gelas yang hampir tersenggol, kemudian menyampaikan bahwa pertemuan tidak akan menghasilkan pembayaran tambahan hari itu.
Sherly meminta Reno memberikan salinan kertas tuntutan jika memang ingin keterangannya diperiksa. Lelaki itu sempat menolak, lalu membiarkan kertas difoto tanpa menyerahkan teleponnya. Sherly tidak mengubah catatan tersebut menjadi bukti bahwa setiap klaim di dalamnya benar.
Menjelang pulang, Reno mengatakan ia akan menunggu kabar, tetapi tidak selamanya. Ryan menjawab komunikasi berikut dapat dilakukan mengenai keterangan yang jelas, bukan dengan meminta pegawai toko membayar atau menekan melalui pelanggan.
Dina mengantar tamu hanya sampai pintu. Setelah gerbang ditutup, ia kembali dan meminta melihat foto kertas yang baru disimpan Sherly. Telepon diletakkan di tengah meja agar jumlahnya dapat dibaca bersama. Wajahnya masih tegang.
'Kenapa kamu baru cerita sekarang?' tanyanya kepada Sherly.
'Karena saya takut. Terus setiap ditunda, makin sulit menjelaskannya.'
Dina hendak melanjutkan pertanyaan, tetapi Ryan meminta mereka berhenti sebentar untuk menyimpan bukti yang baru diterima. Sherly mengangguk dan menuliskan apa yang terjadi, termasuk bagian ketika dirinya mengakui pokok pinjaman. Ia tidak ingin kelak hanya mengingat ancaman dan melupakan kewajibannya sendiri.
Hari itu tidak ada uang toko dikeluarkan dan tidak ada pinjaman yang mendadak lunas. Empat juta masih perlu diselesaikan melalui cara yang dapat dipertanggungjawabkan. Enam juta tambahan tetap menjadi tuntutan yang harus diperiksa dasarnya, bukan angka yang otomatis sah karena Reno berani datang ke rumah.
Ryan memberi kabar bahwa pertemuan selesai sebelum berpamitan kepada ibunya.
Sherly merapikan telepon ketika Ryan bersiap pergi. Ia tidak lagi dapat berkata persoalan tersebut hanya ada dalam pikirannya. Dina dan suaminya sudah mendengar sendiri cara Reno menagih. Langkah berikutnya harus dilakukan dengan keterangan utuh, bukan satu kebohongan baru agar malam terasa lebih tenang.