Ryan menyampaikan permintaannya sebelum berangkat ke rumah Dina. Ia sudah menelepon Sherly dan mendengar nama Reno disebut dengan cara yang tidak dapat diselesaikan melalui jawaban pendek. Ada kebutuhan kehamilan yang harus dibicarakan dan tuntutan uang yang kini sampai menghubungi toko.
Syifa mendengarkan dari seberang meja. Ia tidak ingin mempertahankan larangan pertemuan hanya untuk membuktikan Ryan masih harus menuruti kehendaknya. Keadaan Sherly tidak boleh menunggu sampai mereka selesai mengurus perceraian.
'Kalau bagian itu perlu diubah, kita tulis dengan jelas,' katanya.
Mereka menyampaikan kebutuhan perubahan kepada pendamping masing-masing sebelum menyepakati keterangannya. Pertemuan untuk pengurusan kehamilan, kebutuhan istri, serta penanganan tuntutan yang mendesak dapat dilakukan secara terbuka. Ryan akan memberi tahu jadwal dan tempat, bukan menggunakan alasan mendadak untuk kembali menyembunyikan hubungan.
Sherly tetap tidak tinggal di rumah Syifa. Keterangan tersebut juga tidak menyerahkan toko sebagai sumber pembayaran. Syifa membaca sebelum menyatakan persetujuan, lalu Ryan membaca bagiannya.
'Aku tidak mau setiap kebutuhan pemeriksaan harus menunggu kamu meminta izin kepadaku,' kata Syifa. 'Tapi aku juga tidak mau diberi cerita yang berbeda setelah semuanya dilakukan.'
Ryan menyetujui. Mereka menandatangani perubahan batas tersebut dan menyimpan salinan. Pengecualian itu berlaku untuk urusan yang dijelaskan, bukan hanya satu kunjungan yang akan membuat kebutuhan berikut kembali disembunyikan.
Sore hari, Ryan tiba di rumah Dina setelah mengabarkan waktu. Ibunya membuka pintu dengan pertanyaan mengapa kali ini ia masuk, bukan berhenti di teras. Ia memperlihatkan keterangan yang dapat dibaca dan mengatakan perubahan sudah disepakati.
Dina memanggil Sherly.
Perempuan itu keluar dengan wajah yang berubah saat melihat suaminya duduk di ruang tengah. Ia tidak langsung tersenyum. Banyak kalimat telah disiapkannya selama menunggu, dan kini semuanya terasa saling mendahului.
'Kamu akhirnya datang,' katanya.
Ryan mengangguk. 'Aku mau mendengar yang sebenarnya tentang Reno.'
Sherly menatap Dina. Ia menanyakan apakah mereka dapat berbicara dahulu tanpa dipotong. Mertuanya tampak tidak senang, tetapi memilih duduk sedikit menjauh setelah Ryan meminta hal yang sama.
Sherly membawa telepon dan buku pemeriksaan. Ia meletakkan keduanya terpisah. Yang pertama dibuka adalah percakapan mengenai pinjaman, bukan gambar kehamilan yang dapat membuat pertanyaan lain tertunda.
'Dia pernah dekat denganku sebelum kita menikah,' katanya. 'Aku meminjam uang darinya.'
'Berapa?'
'Enam juta. Sudah kembali dua. Sisanya empat.'
Ryan melihat bukti yang ditunjukkan. Tiga pengiriman dua juta dicocokkan dengan pengembalian yang benar-benar tercatat. Sherly menjelaskan bahwa tuntutan sepuluh juta tidak berasal dari jumlah pokok yang belum dibayar.
'Yang enam tambahan itu katanya untuk apa?'
'Dia mengatakan banyak hal. Perhatian, waktu, juga supaya foto lama tidak dibawa ke mana-mana.'
Dina mengangkat kepala. Ia meminta melihat foto yang dimaksud, tetapi Sherly tidak langsung menyerahkan telepon. Ia menjelaskan ada gambar lama ketika mereka masih berhubungan, bukan bukti yang boleh dipakai untuk menagih jumlah sesuka hati.
Ryan bertanya mengapa dirinya tidak diberi tahu. Sherly membuka mulut, menutupnya lagi, lalu mengatakan ia takut kehilangan yang baru diperolehnya. Ia sudah membicarakan Ryan kepada Reno dengan cara yang kini membuatnya malu.
'Aku pernah mengatakan kamu bisa mengurus semuanya,' katanya. 'Aku membesar-besarkan tentang toko juga.'
Ryan menatapnya. Ada cermin yang tidak ingin dilihatnya pada ucapan tersebut. Ia sendiri telah membesar-besarkan hak atas usaha yang bukan miliknya, membiarkan istri kedua serta ibunya berharap kepada sesuatu yang belum pernah diberikan.
'Kamu pakai uang dariku untuk membayar yang dua juta?' tanyanya.
Sherly mengangguk. Ia tidak mengetahui seluruh asal uang yang diberikan ketika itu. Ryan tidak menganggap pengakuan tersebut otomatis membebaskannya dari pemeriksaan dana toko. Ia masih harus menerangkan pengambilannya sendiri dengan bukti yang sesuai.
Dina menyela bahwa Sherly telah membawa masalah ke rumahnya. Perempuan muda itu menunduk, tetapi kemudian meminta agar pertanyaan dijawab satu per satu. Ia sudah salah menyembunyikan hubungan lama dan pinjaman, bukan berarti setiap ancaman Reno menjadi sesuatu yang patut diterimanya.
Ryan meminta pesan yang berkaitan disimpan lengkap. Ia belum berjanji akan membayar seluruh pinjaman atau menentukan tindakan hukum sendirian. Ia ingin mengetahui mana kewajiban yang memang ada dan mana tuntutan yang dipakai untuk menekan.
Sesudah itu mereka membahas kebutuhan pemeriksaan. Sherly memperlihatkan jadwal dan bukti biaya yang telah disampaikan melalui pesan. Ryan mencocokkan keperluan yang sudah dipenuhi serta yang belum disiapkan. Ia menyerahkan uang untuk kebutuhan berikut dengan keterangan yang dapat mereka ingat, bukan sekadar mengatakan nanti.
Sherly menerima, lalu memastikan untuk apa uang tersebut digunakan. Jumlah itu tidak diberikan kepada Reno. Belum ada pembayaran baru atas pinjaman pada pertemuan tersebut.
'Kamu akan tetap tinggal di rumah Syifa?' tanyanya kemudian.
'Untuk sementara masih ada yang harus kuatur. Kami sudah memakai kamar terpisah.'
'Aku istrimu juga, Ryan.'
'Aku tahu. Aku datang untuk membicarakan tanggung jawabku, bukan mengatakan kamu bukan siapa-siapa.'
Jawaban itu tidak membuat Sherly langsung tenang. Ia tetap mengingat malam-malam menunggu dan rasa sesak di kamar kecil. Tetapi ia kini dapat menyebut kebutuhan yang harus dilakukan tanpa dipulangkan pada jawaban bahwa dirinya hanya perlu bersabar sampai toko didapat.
Menjelang pulang, Ryan menanyakan apakah Sherly bersedia mencari pendamping yang dapat memeriksa pinjaman dan ancaman secara lebih cermat. Perempuan itu mengatakan ia perlu melihat pilihannya sendiri, bukan hanya mengikuti siapa yang dipilih suami.
Dina masih diam ketika Ryan berdiri. Ia mengantar sampai pintu, bertanya apakah Syifa mengetahui semua pembicaraan. Putranya mengatakan tempat dan tujuan pertemuan telah diberitahukan, sedangkan rincian pribadi Sherly tidak akan disebarkan menjadi cerita untuk tetangga.
Di luar gerbang ia mengirim kabar bahwa urusan yang direncanakan telah dibicarakan dan ia sedang bersiap pulang. Syifa membalas singkat, tanpa meminta foto sebagai bukti.
Ryan menyimpan telepon. Untuk pertama kalinya setelah beberapa pekan, ia meninggalkan rumah Dina setelah benar-benar berbicara dengan Sherly. Ia tidak memperoleh penyelesaian seluruh masalah, tetapi tidak lagi dapat memakai larangan pertemuan sebagai tempat bersembunyi dari kewajiban yang memang harus dilakukannya.