Athar sampai di rumah Bagas setelah perjalanan yang membuat punggungnya pegal. Ia berangkat dari kota sesudah menyelesaikan pekerjaan Jumat dan mengabari ayahnya ketika berhenti makan. Pagi berikutnya ia baru mengirim pesan kepada Syifa bahwa dirinya dapat bertemu jika perempuan itu mempunyai waktu.
Syifa membalas sesudah membuka toko. Ia ingin mengetahui tambahan informasi yang pernah ditanyakan, tetapi tidak dapat pergi sebelum pekerjaan pertama diserahkan kepada Hadi. Mereka menyepakati menjelang siang di tepi sungai dekat rumah, bukan meminta salah satu menunggu tanpa kepastian.
Athar membawa air minum serta bungkusan makanan dari Bagas. Ayahnya berpesan jangan pulang dengan mengatakan lupa makan hanya karena sibuk berbicara. Ia meletakkan bawaan itu di bagian batu yang kering ketika Syifa datang.
'Kamu selalu diberi makanan untuk perjalanan dekat juga?' tanyanya.
'Kalau Ayah melihatku membawa tas, isinya dianggap masih kurang.'
Syifa tersenyum dan duduk. Athar tidak langsung membuka map. Ia menanyakan kabar pekerjaan serta apakah dirinya masih ingin membicarakan informasi Sherly hari itu. Perempuan tersebut mengatakan iya, lalu mengambil buku kecil.
Gambar yang pernah dilihat sebelum perjanjian ditunjukkan kembali. Syifa mengenali Sherly bersama lelaki di tempat umum. Tambahan kali ini adalah asal gambar yang sudah dapat ditelusuri kepada orang yang pertama mengunggahnya dan keterangan waktu yang lebih jelas.
Athar menunjukkan mana yang berasal dari unggahan dan mana yang merupakan jawaban orang yang mengirim keterangan. Ia tidak menyatukan semuanya menjadi cerita yang pasti hanya karena Syifa sedang membutuhkan alasan untuk marah.
'Namanya Reno,' katanya. 'Orang yang memberi keterangan mengenali dia dan menyebut mereka pernah dekat.'
'Pernah dekat kapan?'
'Sebelum Sherly menikah. Hubungan mereka sesudah itu tidak bisa dipastikan hanya dari foto ini.'
Tanggal gambar berada beberapa bulan sebelum pernikahan Sherly dengan Ryan. Syifa memandangnya lama. Hal tersebut tidak mengurangi hubungan setahun yang telah disembunyikan Ryan, tetapi juga tidak membuktikan setiap dugaan yang semula muncul ketika Athar memperlihatkannya.
Syifa meminta salinan keterangan tambahan, termasuk bagian yang belum dapat dipastikan, agar tidak nanti hanya mengingat nama dan melupakan batas penjelasannya. Athar memberikannya bersama gambar yang memang telah diperlihatkan, lalu menyimpan kembali berkas miliknya.
Syifa menanyakan apakah Reno mengetahui Ryan. Athar mengatakan keterangan yang diterimanya belum cukup untuk menjawab semua hal tentang komunikasi mereka. Ia tidak mempunyai isi telepon Sherly dan tidak akan mengarang percakapan yang tidak didengarnya.
Syifa menutup bukunya sebentar. Ia pernah membayangkan informasi tambahan itu akan memberi satu kesimpulan yang dapat langsung dilemparkan kepada Ryan. Yang diperoleh justru nama dan waktu yang perlu dipisahkan dari dugaan mengenai seorang bayi.
'Jangan kamu simpulkan hasil pemeriksaanku dari ini,' katanya.
Athar menatapnya, lalu mengangguk. Ia tidak menanyakan rincian kesehatan yang tidak ditawarkan Syifa. Perempuan itu hanya menyampaikan bahwa pemeriksaan yang disepakati sudah dijalani keduanya.
Pembicaraan beralih pada perubahan tawaran toko. Syifa menceritakan bagaimana dirinya akhirnya menyebut niat membalas di depan Ryan dan pendamping masing-masing. Athar mendengarkan sampai ia menjelaskan bahwa perubahan telah ditandatangani, tanpa menganggap pengakuan tersebut membatalkan haknya untuk keluar dari perkawinan.
'Aku ikut mengatakan kamu jangan membiarkan dia memperoleh semuanya,' kata Athar.
'Aku yang memilih menulis.'
'Tapi aku juga harus ingat apa yang pernah kusarankan.'
Syifa memandang air yang lewat di bawah mereka. Ia merasa lebih mudah berbicara ketika sahabatnya tidak berdiri seolah selalu mempunyai jalan paling benar. Athar tetap dapat membantu tanpa mengubah setiap keputusan yang sulit menjadi kesalahan orang lain.
Teleponnya bergetar sebelum makanan dibuka. Hadi mengirim pesan dari nomor yang menghubungi toko. Pengirim meminta Ryan menjawab soal utang Sherly dan memperkenalkan diri sebagai Reno. Ia menulis seolah toko tersebut dapat dipakai menyelesaikan tuntutan kepada perempuan itu.
Syifa membaca dua kali, lalu memperlihatkan bagian yang perlu kepada Athar. Nama yang baru disebut kini muncul pada pesan yang benar-benar diterima toko, bukan hanya berada dalam laporan lama.
'Itu sebabnya aku ingin memeriksa sumbernya,' ujar Athar. 'Tapi pesan ini juga belum membuktikan jumlah atau dasar tuntutannya.'
Syifa membalas Hadi agar tidak memberi data pelanggan, uang, atau janji apa pun. Nomor dan pesan disimpan, lalu diteruskan kepada dirinya sebagai pemilik untuk diperiksa. Ia tidak meminta pegawai berdebat atas nama Ryan.
Hadi menjawab sudah mengarahkan pengirim kepada orang yang dituju tanpa mengatakan toko akan membayar. Syifa berterima kasih. Ia akan membicarakan pesan tersebut dengan Lestari pada kesempatan berikut agar urusan pribadi Sherly tidak berubah menjadi kewajiban usaha.
Athar menunggu sampai telepon ditutup, kemudian membuka bungkusan makanan. Salah satu bagian tertukar ketika Bagas memasukkannya. Lauk yang dikira milik Athar justru berisi bagian yang telah dipisahkan untuk ayahnya sendiri.
'Kamu bawa pulang lagi?' tanya Syifa.
'Kalau tidak, Ayah nanti menuduhku menukar sengaja.'
Mereka membagi makanan yang memang boleh dimakan dan menyisihkan bagian tersebut. Syifa tertawa ketika Athar mencari sendok yang ternyata berada pada kantong berbeda. Ada beberapa menit ketika pembicaraan mereka tidak memerlukan dokumen atau keputusan.
Sesudah makan, Athar menanyakan apakah masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan Syifa. Perempuan itu mengangguk dan melihat waktu. Ia tidak ingin Hadi menunggu tanpa kabar hanya karena dirinya memperoleh percakapan yang terasa lebih ringan.
Mereka merapikan bungkus, memastikan tidak ada yang ditinggalkan di tepi sungai. Athar mengantar sampai percabangan, lalu berbelok menuju rumah Bagas dengan lauk yang harus dikembalikan.
Syifa berjalan ke toko sambil memikirkan pesan Reno. Ia mempunyai cukup keterangan untuk tidak menganggap lelaki itu hanya nama dalam foto, tetapi belum akan memakai ancaman yang tidak diketahui dasarnya sebagai bukti mengenai semua hal.
Di depan pintu, ia berhenti untuk menyapa penjaga dan meminta Hadi memperlihatkan pesan asli yang diterima. Kali ini ia ingin membaca urutannya sendiri sebelum berbicara kepada Ryan. Pertemuan dengan Athar telah memberinya tambahan yang jelas, bukan alasan untuk kembali menunda pertanyaan yang harus diajukannya langsung.