Pada Rabu sesudah kunjungan ke rumah Bagas, Syifa menerima pesan dari Ryan. Lelaki itu memerlukan salinan catatan penerimaan sah selama masih mengelola toko. Ia menjelaskan bahwa bank meminta keterangan penghasilan lamanya untuk melengkapi pembaruan data rekening. Ia sudah mempunyai bukti pekerjaan sekarang, tetapi satu bagian arsip terdahulu belum lengkap.
Syifa membaca pesan itu sampai selesai. Ia meminta Ryan menyebut bagian yang diperlukan dan tidak menjanjikan akan menyerahkan seluruh laporan toko. Setelah penjelasan datang, ia menghubungi Lestari untuk memastikan salinan yang relevan dapat disiapkan tanpa membuka transaksi pelanggan yang tidak ada hubungannya.
Catatan penerimaan pribadi yang sah telah dipisahkan ketika urusan dana toko diperiksa dahulu. Syifa meminta Hadi membantunya menemukan arsip yang tepat, lalu mencocokkan dengan berkas penutupan kewajiban yang sudah disimpan. Ia tidak ingin satu salinan baru menimbulkan kesan bahwa Ryan masih berwenang mengelola toko.
'Yang ini saja, Bu?' tanya Hadi setelah menunjukkan bagian yang dicari.
Syifa memeriksa judul dan rentangnya. 'Iya. Bukan buku transaksi semuanya. Saya bicarakan lagi dengan Bu Lestari sebelum diserahkan.'
Ia mengembalikan berkas asli ke tempatnya. Salinan yang disiapkan dibawa ke kantor Lestari pada waktu yang disepakati. Ryan akan datang mengambil setelah Syifa memastikan apa yang diserahkan. Pertemuan itu tidak direncanakan sebagai pembicaraan tentang perkawinan yang telah berakhir.
Di ruang tunggu, Syifa melihat Ryan datang dengan pakaian kerja. Ia menyapa dan duduk di kursi yang ditunjukkan. Ada rasa asing melihat seseorang yang dahulu menguasai hampir seluruh urusan tokonya kini menunggu untuk menerima dokumen terbatas.
Lestari memeriksa kebutuhan yang disampaikan Ryan. Setelah bagian yang relevan jelas, salinan diberikan dan penerimaannya dikonfirmasi. Ryan tidak membawa pulang arsip asli atau catatan lain yang kebetulan berada di meja. Ia menyimpan kertas dalam map miliknya, lalu mengucapkan terima kasih.
'Aku tidak akan meminta data lain kalau memang tidak diperlukan,' katanya kepada Syifa.
'Kalau ada urusan berikutnya, jelaskan dulu seperti tadi.'
Ryan mengangguk. Mereka keluar dari ruangan setelah Lestari menyelesaikan pembicaraan. Di dekat pintu, Ryan menanyakan kabar toko. Syifa mengatakan ruang produk lokal sudah mulai berjalan dan baru menyelesaikan satu barang yang perlu diperbaiki.
'Kamu mengurusnya sendiri?'
'Bersama Hadi dan pegawai. Pembuat barang juga ikut bertanggung jawab.'
Ryan mengangguk lagi. Ia tidak menawarkan mengambil alih, dan Syifa tidak menunggu pujian. Mereka berdiri sebentar pada jarak yang cukup untuk percakapan singkat.
'Bagaimana Sherly dan bayinya?' tanya Syifa.
'Baik. Masih harus menyesuaikan banyak hal. Aku datang membantu sesuai yang kami bicarakan. Sherly juga tetap punya kebutuhan sendiri.'
Ia tidak menceritakan seluruh kesulitan mereka atau membandingkan keadaan sekarang dengan rumah Syifa. Bayi perempuan itu telah membuat banyak waktu perlu dibagi, dan Ryan mengatakan ia sedang belajar menepati bagian yang memang harus dikerjakannya.
'Semoga kalian bisa menjaganya dengan baik,' jawab Syifa.
'Amin.'
Setelah itu Ryan berpamitan untuk kembali bekerja. Syifa menunggu sampai jalur ke pintu kosong, lalu mengucapkan terima kasih kepada Lestari sebelum pulang ke toko. Tidak ada alasan baru untuk duduk lebih lama bersama mantan suaminya.
Sebelum kembali ke toko, Syifa menerima kabar dari Hadi bahwa kursi pesanan pada hari pembukaan sudah siap diambil pelanggan. Ia meminta agar bagian ukuran yang disepakati diperiksa kembali. Setelah tiba, ia ikut melihat barang itu dan menemukan pembuatnya sudah menyesuaikan dudukan sesuai permintaan.
Pelanggan datang sore hari membawa ukuran meja yang sebelumnya telah diberikan. Ia mencoba kursi, membandingkan, lalu mengangguk setelah mendapat posisi yang diinginkan. Syifa menunggu sampai pertanyaannya selesai sebelum Hadi menyiapkan penyerahan. Pembayaran yang masih harus diselesaikan diterima sesuai kesepakatan awal, tanpa biaya baru yang muncul ketika barang hendak dibawa.
Ketika kursi diangkat menuju kendaraan, Syifa membantu memastikan jalan keluar tidak terhalang. Ia melihat pelanggan itu memegang sandaran dengan hati-hati, tersenyum kepada Hadi, dan mengatakan akan mengabari bila ada kesulitan setelah sampai rumah. Syifa membalas terima kasih sebelum kembali ke ruang depan. Urusan yang dimulai dari satu contoh kasar akhirnya menghasilkan barang yang benar-benar dipilih orang untuk dipakai. Ia meminta Hadi menyimpan bukti penyerahan bersama pesanan yang tepat, lalu beralih pada pelanggan lain yang sedang menunggu.
Ia merapikan tas dan kembali mengambil kunci kendaraannya. Dalam perjalanan pulang, ia berhenti pada tempat yang aman sebelum mengirim pesan kepada Athar. Ia menceritakan keperluan salinan dan pertemuan singkat yang baru selesai, lalu mengatakan urusan tokonya sudah selesai setelah ia kembali bekerja dan kini akan pulang. Athar membalas setelah beberapa waktu karena sedang bekerja. Ia berterima kasih sudah diberi kabar dan menanyakan apakah masih ada hal yang membuat Syifa terganggu.
Syifa menatap pertanyaan itu. Ia tidak merasa terancam atau tergoda kembali, tetapi pertemuan tersebut mengingatkannya pada masa ketika ia bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada usahanya sendiri. Ia menulis bahwa ada rasa aneh, kemudian menjelaskan bagian itu ketika mereka berbicara malamnya.
'Aku dulu tidak pernah meminta melihat. Sekarang aku harus menentukan apa yang boleh keluar dari arsipku sendiri,' katanya.
Athar mendengarkan. Ia tidak menyebut Ryan pasti mempunyai maksud lain atau meminta Syifa menjauhinya tanpa melihat keperluan. Ia mengatakan pertanyaan yang disampaikan sudah dijawab, dan Syifa boleh menutup urusan itu sesudahnya.
'Aku sudah kembali kerja setelah pertemuan,' jawab Syifa. 'Cuma tadi sempat ingin menceritakannya kepadamu.'
'Aku senang kamu cerita.'
Syifa bersandar di kursi dan menanyakan hari Athar. Mereka berbicara sampai rasa asing yang dibawa dari kantor Lestari tidak lagi memenuhi seluruh malam. Ada pekerjaan, kabar Bagas, dan rencana singkat yang masih perlu dicocokkan sebelum akhir pekan.
Sebelum tidur, Syifa menyimpan salinan untuk arsipnya sendiri pada tempat yang sesuai. Berkas itu bukan alasan untuk membuka kembali cerita yang telah ditutup, melainkan sisa urusan yang dapat diselesaikan tanpa pertengkaran. Ia mematikan lampu ruang tengah, membawa gelas ke dapur, lalu masuk kamar dengan pikiran yang sudah beralih pada pesanan pelanggan esok pagi.