Senin setelah pembukaan ruang produk lokal, Hadi memperlihatkan pesan dari pembeli rak kecil. Salah satu bagian belakang barang itu mulai terlepas. Pelanggan mengirim gambar dan menanyakan apakah ia harus langsung membawa rak kembali ke toko.
Syifa membaca pesan tersebut, lalu meminta Hadi menahan kesimpulan sampai barang diperiksa. Ia menghubungi pembeli dan menanyakan keadaan rak tanpa menyalahkan cara pemakaiannya. Setelah mendengar penjelasan, ia menawarkan pengambilan agar orang itu tidak harus mengatur kendaraan sendiri untuk mengembalikan barang yang baru dibeli.
Pelanggan menerima tawaran tersebut. Ia terdengar kesal karena sudah memilih datang pada pembukaan dan berharap barang dapat langsung dipakai. Syifa meminta maaf atas kesulitan itu, lalu memastikan ada orang yang dapat menerima pengambilan pada waktu yang disepakati.
Setelah telepon ditutup, ia memandang sudut pajang yang baru dua hari diisi. Ada rasa malu yang ingin membuatnya buru-buru mengatakan masalah tersebut pasti kecil. Ia menahan kalimat itu dan meminta Hadi menyiapkan tempat memeriksa barang yang akan kembali.
Rak tiba sore hari. Syifa dan Hadi melihat bagian yang ditunjukkan pembeli, kemudian menghubungi pembuatnya. Mereka mengirim gambar, tetapi meminta agar pemeriksaan langsung dilakukan sebelum memutuskan penyebab dan perbaikannya.
Pembuat rak datang pada Selasa. Awalnya ia menanyakan bagaimana barang dipasang dan digunakan. Syifa menunjukkan keterangan pelanggan, lalu mengajaknya memeriksa sambungan yang sudah terbuka. Setelah dilihat lebih dekat, ada bagian pengerjaan yang perlu diperbaiki sebelum rak layak dipakai kembali.
'Kalau hanya ditempelkan lagi, saya ingin tahu apakah masalah yang sama bisa terjadi,' kata Syifa.
Pembuatnya menjelaskan pekerjaan yang akan dilakukan. Ia perlu membawa rak ke tempat kerjanya, memperbaiki bagian yang tidak kuat, lalu memeriksa ulang sebelum dikembalikan. Syifa menanyakan waktunya dan membandingkan dengan pilihan penggantian barang yang masih tersedia.
Mereka kembali pada kesepakatan yang sudah dibicarakan sebelum pembukaan. Bagian cacat pengerjaan ditangani pembuat, sementara toko mengurus hubungan dengan pelanggan serta perjalanan pengambilan yang telah dijanjikan. Syifa tidak memotong hak orang itu secara mendadak hanya karena sedang kesal, tetapi juga tidak menerima seluruh biaya sebagai cara tercepat menutup percakapan.
Setelah pilihan cukup jelas, ia menelepon pelanggan. Ada dua jalan yang dapat ditawarkan: perbaikan dengan waktu yang sudah dipastikan atau penggantian setelah barang pengganti diperiksa. Pelanggan memilih perbaikan karena masih menyukai ukuran rak yang dibelinya.
'Saya ingin diperiksa betul sebelum diantar lagi,' katanya.
'Iya, Pak. Kami tidak akan mengirim hanya karena sudah tampak rapi dari depan.'
Syifa menyampaikan pilihan tersebut kepada pembuat dan Hadi. Ia meminta kabar bila ada hal yang membuat waktu pengerjaan berubah, supaya pelanggan tidak kembali menunggu tanpa penjelasan. Sesudah rak dibawa pergi, ia memeriksa barang lain dari kiriman yang sama bersama Hadi.
Hadi berhenti pada sebuah barang yang sebelumnya telah ia periksa. Ia mengatakan bagian belakang memang tidak dilihat cukup lama pada hari pembukaan. Banyak orang menunggu dan ia lebih sibuk memastikan permukaan luar tidak tergores.
'Saya ikut memeriksa waktu barang datang, Pak,' jawab Syifa. 'Kita cari yang terlewat, lalu perbaiki cara memeriksanya.'
Hadi mengangguk. Ia menurunkan barang ke tempat yang lebih terang agar keduanya tidak perlu menunduk di sela rak. Syifa memegang sisi yang perlu ditahan, kemudian memberi jalan ketika Hadi memutar posisinya. Mereka memeriksa satu per satu sampai dapat membedakan bekas pengerjaan biasa dari bagian yang perlu ditanyakan kepada pembuat.
Sesudahnya, Syifa meminta agar pemeriksaan berikut dilakukan sebelum ruangan dipenuhi pengunjung. Hadi menyebut waktu yang dapat disediakan bersama pegawai lain. Mereka memilih mencobanya pada kiriman berikut, lalu mengembalikan barang yang sudah diperiksa ke tempatnya semula.
Mereka tidak menemukan masalah serupa pada pemeriksaan awal, tetapi Syifa tetap meminta bagian sambungan dilihat sebelum barang keluar berikutnya. Ia juga menunda penerimaan jumlah baru sampai hasil perbaikan pertama dapat dinilai. Ada keputusan yang kini terasa lebih penting daripada membuat sudut toko terlihat penuh.
Rabu malam, Athar menanyakan kabar ruang pajang. Syifa mengirim pesan bahwa ada satu barang kembali dan sedang diperbaiki. Ia belum ingin menelepon karena masih harus menutup beberapa urusan di rumah. Athar membalas bahwa ia sedang menyelesaikan pekerjaan juga dan dapat berbicara pada waktu lain.
Syifa membaca jawaban itu sambil berdiri di dapur. Ia merasa lega tidak harus memberikan cerita lengkap pada saat belum siap. Setelah urusan rumah selesai, ia mengirim satu kalimat lagi: ia kecewa pada hasil barang tersebut, tetapi sudah memilih cara menanganinya. Athar menjawab akan mendengar ketika ia ingin bercerita.
Pada Jumat, rak dikembalikan ke toko. Hadi menaruhnya di tempat yang dapat diperiksa dari semua sisi. Syifa mengajak pembuatnya menunjukkan bagian yang sudah diperbaiki, memastikan permukaan tidak rusak dalam pengerjaan, lalu mencoba pemakaiannya sebagaimana yang telah dijelaskan kepada pelanggan.
Ia tidak menyatakan semua produk pasti aman selamanya. Ia memastikan masalah yang dibawa kembali sudah ditangani sebelum menyetujui pengantaran. Hadi menghubungi pelanggan untuk menanyakan waktu penerimaan, dan kali ini Syifa meminta ia menyampaikan bahwa rak telah selesai diperiksa, bukan hanya sudah datang dari pembuat.
Sore itu pelanggan menerima barangnya. Ia memeriksa bersama orang yang mengantar, lalu mengirim kabar bahwa keadaan rak sudah sesuai. Syifa mengucapkan terima kasih karena telah memberi kesempatan memperbaiki masalah, dan mempersilakannya menghubungi toko bila masih ada hal yang perlu dilaporkan.
Sesudah kabar tersebut diterima, Syifa duduk sebentar. Minggu pertama ruang baru tidak berjalan seperti gambar yang dibayangkannya pada hari pembukaan. Ada barang kembali, pekerjaan tambahan, dan keputusan menunda kiriman berikutnya. Namun toko tidak berhenti hanya karena seseorang kecewa.
Ia menutup percakapan pelanggan dan memberi tahu Hadi bahwa penerimaan sudah dikonfirmasi. Sebelum pulang, Syifa melihat rak contoh yang masih berada di ruang pajang. Ia memperhatikan sambungannya dengan mata yang lebih teliti, kemudian mematikan lampu setelah pekerjaan selesai. Keberanian membuka ruang baru ternyata harus disertai kesediaan menerima barang yang kembali melewati pintu yang sama.