Pusat undian menghentikan sesi SA-0 dan mengunci salinan daftar, bukan seluruh layanan. Perkara lain tetap dapat memilih auditor. Tiga calon yang dikeluarkan mendapat pemberitahuan privat sebelum nama mereka bocor.
Calon pertama, Rika Prasetya, disebut mempunyai saham Atlas. Ia tidak pernah memilikinya; nomor identitasnya ditempel pada rekening pegawai lain. Calon kedua, Fajar Lim, disebut saudara Darya. Hubungan itu dibuat dari alamat kos lama. Calon ketiga, Beni Kusuma, dituduh pernah menerima honor Dirgantara, padahal pembayaran ditujukan kepada perusahaan dengan nama serupa.
Ketiganya tidak otomatis menjadi auditor pengganti. Mereka berhak memperbaiki catatan konflik tanpa dibebani perkara DA-217. Rika meminta namanya diumumkan setelah koreksi. Fajar menutup identitas. Beni hanya meminta database profesinya dibersihkan.
Pusat undian memperbaiki algoritme agar konflik tidak dapat dimasukkan satu sumber. Setiap tuduhan saham, keluarga, atau honor harus memiliki dua dokumen dan kesempatan jawaban. Perbaikan berlaku bagi perkara lain, bukan hanya DA-217.
Rika menemukan rekening saham palsu pernah menerima dividen kecil atas namanya. Dana dibekukan tanpa menyita rekening asli. Fajar membuktikan alamat kos dihuni puluhan orang. Beni menunjukkan nomor pajak perusahaan pembayar berbeda satu digit dari Dirgantara. Tiga kesalahan memakai metode berbeda tetapi mencapai hasil sama: menyingkirkan nama yang tidak disiapkan sistem.
Dewangga menyerahkan seluruh catatan pemilihannya. Ia menerima undangan setelah undian dan tidak tahu tiga nama dikeluarkan. Honor serta konflik yang dilaporkannya benar. Namun fakta bahwa pelaku menginginkannya terpilih tetap harus dijelaskan.
'Mungkin mereka menganggap saya mudah digunakan,' katanya.
'Atau identitas Anda sudah disiapkan,' jawab Naya.
Surat tugas palsu atas nama Dewangga dibuat sebelum undian. Templat mengambil tanda tangan dari seminar keselamatan dua tahun lalu. Cakra Rekam merekam seminar itu. Tania Wibowo menjadi kepala teknis acara.
Dewangga menolak mengundurkan diri dari profesi karena namanya dicuri. Untuk perkara DA-217, ia tetap menangguhkan mandat sampai audit selesai. Validasi laporan dialihkan kepada panel tiga auditor tanpa hubungan.
Panel membandingkan setiap nilai hash dan menyatakan laporan tidak berubah. Pernyataan mereka dipublikasikan bersama metode. Keluarga korban tidak diminta menghadiri pembacaan ulang.
Atlas meminta laporan dibatalkan karena auditor dipilih melalui daftar cacat. Panel menolak. Dewangga menilai proses, bukan menulis bukti teknis, dan hasilnya telah diperiksa ulang tiga auditor. Cacat pemilihan tetap menjadi pelanggaran tersendiri tanpa memberi pihak berkepentingan hadiah berupa penghapusan laporan.
Siska menerima penjelasan satu halaman. Ia memilih tidak mengikuti sidang tambahan. Bagi dirinya, nama Mahesa tidak perlu dibaca ulang setiap kali pelaku menemukan celah prosedur.
Livia memeriksa mengapa Dewangga diinginkan. Dalam profil lama, ia pernah menulis bahwa konflik keluarga dapat diselesaikan melalui pengawas independen sementara. PULANG mungkin menafsirkan gagasan itu sebagai dukungan terhadap saksi kedua belas.
Dewangga menunjukkan artikel lengkap. Ia justru memperingatkan pengawas tidak boleh dipilih pihak berkepentingan. Kalimat tersebut hilang pada profil yang disimpan Cakra Rekam.
Pola itu sama dengan laporan Salma: peringatan dihapus, keahlian dipertahankan. Pelaku tidak membutuhkan orang yang setuju. Ia hanya membutuhkan potongan kalimat yang dapat ditempel pada keputusan.
Tania menghubungi pengacaranya dan menawarkan datang bila pemeriksaan tidak dilakukan di kantor Cakra atau Atlas. Polisi menyetujui lokasi pengadilan, tanpa menjanjikan kekebalan.
Ia datang membawa dua laptop serta salinan kode SA-0. Jam tangannya tidak retak. Tangannya juga tidak cocok jelas dengan video terminal. Ia mengakui pernah masuk lemari Bagas untuk mengganti perangkat rusak, tetapi kunjungan itu diperintah vendor dan tidak dicatat agar biaya rumah perawatan tidak bertambah.
'Anda menulis peringatan tentang akun orang mati,' kata penyidik. 'Mengapa tidak mematikannya?'
'Saya tidak punya kewenangan. Ketika mencoba membatasi, regulator menolak karena arsip lama tidak bisa dibaca.'
'Siapa meminta Anda membuat surat Dewangga?'
'Saya tidak membuatnya.'
Kode pada laptop Tania berisi fungsi pembuatan templat, tetapi riwayat menunjukkan modul dipakai dari server perusahaan setelah ia berhenti. Kunci pengembangnya tidak dicabut. Kelalaiannya memungkinkan penggunaan, namun waktu pemakaian belum menempatkannya sebagai pelaksana.
Tania mengaku anak perusahaan Atlas membayarnya untuk menjawab gangguan sistem setelah keluar dari Cakra. Ia menolak menyebutnya hubungan Atlas karena kontrak memakai nama vendor kecil. Pembayaran tetap merupakan konflik yang sengaja ia sembunyikan.
Pengacaranya meminta waktu untuk memetakan pekerjaan sah serta akses yang disalahgunakan. Tim memberi dua hari, tetapi perangkat tetap berada di pengadilan. Tania memperoleh salinan forensik dan daftar hash sehingga dapat membantah perubahan tanpa membawa pulang data asli.
Ia menunjukkan satu komit kode yang mencoba mematikan hak tulis SA-0. Komit ditolak akun manajemen Cakra. Bukti itu mendukung peringatannya, tetapi cabang lain memperlihatkan ia membuat cara menggandakan sertifikat untuk pengujian. Kode pengujian tidak pernah dihapus dari produksi.
Ia membuka peta administrator SA-0. Ada lima tingkat: pembuat kode, pemilik proyek, penjamin biaya, pemegang arsip, dan operator kasus. Tania hanya pembuat menurut peta, Yudhistira penjamin biaya, Adrian pemegang arsip. Pemilik proyek memakai kode SURYA-1, tetapi Surya yang sudah ditahan membantah pernah mengelola proyek regulator.
Nama sama dapat menjadi jebakan. Riwayat kode menunjukkan SURYA-1 dibuat sebelum Surya bekerja di Langit Talenta. Dalam dokumentasi lama, surya berarti server utama yang tetap menyala saat pusat mati.
Operator kasus tidak memiliki nama. Ia menerima sertifikat sementara dari pemilik proyek dan dapat menjalankan SA-0 selama tujuh menit. Video catatan sipil menunjukkan sesi berlangsung enam menit empat puluh detik.
Tania menyerahkan daftar perangkat yang dapat menerbitkan sertifikat. Satu berada di kantor Cakra, satu dihancurkan menurut berita acara, dan satu ditempatkan di pusat data Astera.
Berita acara penghancuran perangkat kedua ditandatangani Bagas ketika ia masih teknisi regulator, sebelum bekerja di rumah perawatan. Ia tidak pernah mengungkap pekerjaan tersebut.
Perangkat ketiga tercatat dipindahkan ke Atlas setelah Astera bergabung layanan. Rudi mengatakan tidak tahu. Melati mengatakan pernah melihat kotak bertanda matahari di laboratorium, tetapi tidak dapat membukanya.
Penggeledahan menemukan rak kosong dengan kabel masih hangat. Perangkat baru dicabut kurang dari satu jam sebelum Tania datang menyerahkan diri.
Hanya enam orang menerima pemberitahuan tentang jadwal kedatangannya. Salah satunya Dewangga, yang sedang diaudit. Salah satunya Yudhistira di tahanan. Dua penyidik, pengacara Tania, dan Tania sendiri melengkapi daftar.
Kebocoran dapat berasal dari manusia atau sistem kalender Cakra. Tim tidak menuduh enam orang sekaligus. Mereka memeriksa jalur pemberitahuan dan menemukan undangan pengadilan otomatis masuk server vendor.
SA-0 tidak perlu mata-mata di ruangan. Infrastruktur yang mengatur jadwal sudah memberitahunya kapan harus memindahkan bukti.
Pengadilan memindahkan pemberitahuan perkara sensitif ke sistem sementara yang tidak dikelola Cakra. Jadwal publik tetap diumumkan sesuai aturan, sedangkan lokasi barang bukti dikirim melalui petugas manusia.