Kartu atas nama Surono Adiguna tidak diambil dari dompet orang mati. Catatan pemakaman, rumah sakit, dan keluarga membuktikan Surono meninggal dua puluh tahun lalu. Kartunya seharusnya dipotong saat pensiun, tetapi formulir pemusnahan hanya memuat tanda tangan tanpa nomor serpihan.
Seno mengenali tanda tangan bawahannya. Ia mengeja kata kosong ketika ditanya apakah melihat kartu dihancurkan. Pada masa itu, kartu Surono memiliki kewenangan tertinggi untuk memperbaiki identitas pegawai regulator dalam keadaan darurat.
Keluarga Surono dihubungi melalui pengacara sebelum nama SA-0 masuk berita. Putranya menyimpan surat pensiun yang menyatakan seluruh akses sudah dikembalikan. Ia tidak pernah menerima kartu fisik. Keluarga mengizinkan pemeriksaan riwayat kerja, tetapi menolak rumah pribadi digeledah tanpa bukti perangkat pernah dibawa pulang.
Permintaan itu dihormati. Audit membuktikan kartu terakhir dipakai di kantor tiga hari sesudah kematian Surono, kemudian muncul pada proyek migrasi. Jejak tidak menuju rumah keluarga.
SA-0 ternyata bukan singkatan nama. Buku lama menyebutnya Satuan Audit Nol, akun pemulihan bila data penyelidikan rusak. Surono menjadi pemilik pertama, sehingga akta kematiannya dipakai sistem sebagai identitas induk. Setelah ia meninggal, akun dipindahkan menjadi layanan dan tidak pernah dicabut.
'Kewenangan lagi-lagi hidup lebih lama daripada manusianya,' kata Livia.
Perbedaannya, SA-0 tidak dibuat PULANG. Ia fitur regulator yang kemudian dihubungkan Cakra Rekam ke arsip sidang. Orang yang memakai SA-0 dapat memperbaiki nomor perkara, mengubah konflik auditor, dan mengesahkan ulang kartu lama. Ia tidak dapat membaca isi medis kecuali diberi jalur lain.
Rekaman tangan pada terminal catatan sipil menunjukkan pengguna mengenakan pelindung jari tipis. Jam di pergelangan memiliki retak diagonal. Polisi tidak menyebarkan gambar umum karena ribuan orang dapat memiliki jam serupa.
Terminal menyimpan nomor perangkat kecil yang dihubungkan. Nomor itu masuk persediaan Cakra Rekam dan diserahkan kepada Bagas Wira untuk rumah perawatan. Bagas mengaku perangkat hilang dari lemarinya sehari sebelum koreksi Ningsih.
'Siapa memiliki kunci lemari?' tanya penyidik.
'Saya, petugas malam, dan teknisi vendor.'
Petugas malam terbukti berada di ruang pasien melalui kamera. Teknisi vendor memakai kartu masuk atas nama Dewangga palsu. Bagas tidak mempunyai alibi selama empat puluh menit, tetapi bentuk tangannya berbeda dari rekaman terminal.
Ahli memperingatkan sarung atau sudut dapat mengubah ukuran. Bagas tidak dibebaskan berdasarkan satu gambar. Teleponnya menunjukkan ia menerima pesan lokasi catatan sipil, lalu menghapusnya. Salinan awan memulihkan isi: pastikan koreksi tidak menghasilkan pewaris baru.
Bagas mengatakan ia mengira pesan meminta memeriksa akta Ningsih agar tidak menempel kepada Alina. Ia pergi ke gedung, tetapi membantah masuk terminal. Kamera parkir mencatat mobilnya tiba dan pulang. Di antara waktu itu, ia tidak terlihat.
Jaya menerima koreksi Ningsih melalui loket berbeda. Prosesnya tidak memakai SA-0. Upaya login terjadi setelah akta baru disahkan, seolah pengguna ingin melihat efek koreksi pada sistem bayangan.
Keluarga Ningsih diberi tahu serangan tidak mengubah akta baru. Mereka tidak diminta menunda nisan atau menyerahkan dokumen lagi. Salinan koreksi ditempatkan pada dua arsip luring, sehingga perubahan server berikutnya tidak dapat menghapus pengakuan hukum.
Adik Ningsih bertanya mengapa nama kakaknya selalu menjadi pintu menuju perkara lebih besar. Livia menjawab penyelidikan akan memakai nomor bukti, bukan nama Ningsih, untuk langkah teknis selanjutnya. Pemulihan seseorang tidak boleh terus-menerus menjadikannya umpan.
Naya membuat peta perubahan. Ketika nama Ningsih kembali, alias Ruth kehilangan nomor sumber. PULANG sudah beku sehingga tidak memilih pengganti. SA-0 mencoba menambahkan nomor pegawai regulator sebagai penyangga baru. Percobaan gagal karena server diputus.
'Mereka ingin kekosongan selalu diisi seseorang,' kata Naya.
Nomor penyangga yang dipilih bukan milik Surono. Itu nomor Adrian Lesmana ketika menjadi pegawai muda. Bila berhasil, semua tindakan Ruth pada arsip regulator akan tampak berasal dari Adrian.
Adrian diberi tahu sebelum temuan masuk berkas. Ia menyerahkan riwayat kartunya dan tidak meminta nama disembunyikan, tetapi anaknya tetap dilindungi. Pembayaran sekolah Astera masih diperiksa terpisah.
Seno membaca ringkasan dan mengeja jangan anak. Ia menjelaskan melalui pilihan huruf bahwa Surono dahulu menyebut penyelidik muda sebagai anak audit, bukan keluarga. SA-0 mungkin memilih nomor Adrian karena jabatan, bukan hubungan pribadi.
Arsip pengadaan menunjukkan Cakra Rekam memigrasikan akun SA-0 dua kali. Migrasi pertama ditandatangani Adrian karena kebutuhan membaca berkas lama. Migrasi kedua disetujui Yudhistira sebagai wakil penjamin proyek. Regulator seharusnya tidak memberi perusahaan asuransi hak persetujuan, tetapi biaya server dibayar Astera.
Kontrak pembiayaan menyebut Astera hanya menanggung perangkat keras. Lampiran rahasia memberi penjamin hak menyetujui kelanjutan akun. Lampiran tidak memiliki nomor rapat dan memakai cap Seno setelah ia pensiun. Forensik belum menentukan kapan cap ditempel.
Adrian mengaku tidak membaca lampiran kedua karena dikirim langsung kepada bagian keuangan. Ia tetap menandatangani penerimaan sistem tanpa daftar hak. Kelalaiannya dicatat bersama upaya lamanya mempertanyakan DA-217; satu fakta tidak menghapus yang lain.
Yudhistira mengaku persetujuan hanya administratif. Dokumen teknis menyebut jelas akun pemulihan dapat membuat konflik auditor. Parafnya ada pada halaman risiko.
Bagas akhirnya menyerahkan kartu akses cadangan lemari. Di permukaannya ada sidik Melati, Bayu, dan seorang pegawai Cakra Rekam bernama Tania Wibowo. Melati pernah masuk rumah perawatan. Bayu memasang perangkat. Tania tidak tercatat pada buku tamu.
Tania adalah arsitek keamanan yang menulis modul migrasi SA-0. Ia berhenti dari Cakra Rekam sebulan lalu, sehari setelah K-2 dibekukan.
Catatan pengunduran dirinya menyebut konflik etika, tetapi ia tetap menerima kontrak pemeliharaan. Tim tidak menerima surat itu sebagai bukti keberanian tanpa memeriksa pembayaran. Tania mungkin memperingatkan sekaligus mempertahankan keuntungan dari sistem yang ia kritik.
Pengadilan membekukan kunci pengembang Tania sebelum memanggilnya. Tindakan tersebut tidak menyentuh rekening pribadi atau melarangnya memperoleh pengacara.
Alamat kepegawaiannya kosong. Rekening gajinya masih menerima pembayaran dari anak perusahaan Atlas untuk pemeliharaan sistem.
Naya menemukan satu surat Tania kepada direksi enam tahun lalu. Ia memperingatkan bahwa profil orang mati dapat dipakai tanpa jejak manusia. Balasan perusahaan memerintahkannya mempertahankan fungsi karena terlalu banyak perkara lama bergantung padanya.
Tania mengetahui bahaya, tetapi belum jelas apakah ia menggunakannya. Polisi mencari tanpa menyebutnya dalang.
Sore itu, SA-0 mencoba masuk lagi dari terminal berbeda. Bukan catatan sipil atau rumah perawatan, melainkan pusat undian auditor nasional.
Tujuannya membuka daftar tiga nama yang disingkirkan agar Dewangga terpilih.
Seseorang sedang berusaha menghapus bukti bahwa undian telah diarahkan, bukan mengubah laporan final yang sudah terbit.
Upaya itu ditangkap penampung audit dan tidak menyentuh catatan profesi tiga calon. Salinan mereka tetap berada pada penyimpanan independen.
Semua perubahan berikutnya membutuhkan pemeriksa manusia berbeda.
Catatannya tidak boleh ditimpa kembali.