Kabel hangat difoto sebelum dicabut. Debu rak menyimpan jejak bentuk perangkat sebesar koper kecil. Roda troli meninggalkan pola menuju lift barang. Kamera lift mati selama sembilan menit karena pembaruan jarak jauh.
Petugas keamanan Atlas bernama Hendra melihat dua orang mendorong koper. Mereka memakai rompi Cakra Rekam dan menunjukkan surat pemeliharaan. Hendra memindai kode, menerima status sah, lalu membiarkan lewat.
Hendra langsung melapor setelah melihat berita penggeledahan, bukan setelah polisi mendatanginya. Serikat meminta ia tidak diberhentikan sebelum pemeriksaan. Atlas menonaktifkan akses sementara dengan upah tetap. Rekaman pelatihan menunjukkan prosedur telepon memang pernah diajarkan, sehingga alasan antrean tidak cukup menghapus kelalaian.
Surat pemeliharaan memakai nomor kerja yang sah untuk perangkat berbeda. Sistem hanya memeriksa nomor, tidak mencocokkan bentuk barang. Celah itu ditutup untuk seluruh gudang.
Surat itu memakai tanda tangan Tania. Nilai hash berasal dari modul templat yang sama dengan surat Dewangga. Hendra tidak otomatis dibebaskan karena status layar; prosedur mewajibkan menelepon laboratorium untuk perangkat keamanan. Ia tidak melakukannya karena antrean truk panjang.
Kamera jalan menangkap van vendor menuju gudang kota. Pelatnya terdaftar pada Cakra Rekam. Polisi menghentikan van kosong di tempat parkir. Pengemudi mengatakan koper diturunkan di pusat daur ulang elektronik.
Pusat daur ulang disegel pada bagian penerimaan tertentu tanpa menghentikan seluruh operasi. Ratusan pekerja tidak diperlakukan sebagai tersangka. Buku timbang menunjukkan satu perangkat masuk dengan label baterai rusak lalu keluar lagi melalui pintu belakang tanpa ditimbang.
Serikat pekerja daur ulang menyediakan pengamat ketika polisi memeriksa loker. Tidak ditemukan pembayaran kepada pekerja umum. Wulan satu-satunya yang menerima pesan langsung. Rekeningnya tidak menunjukkan uang asing. Ia mungkin diperdaya, tetapi tetap melanggar aturan barang keluar.
Label baterai rusak dibuat dari printer Atlas. Toner dan potongan kertas cocok dengan ruang Rudi, tetapi kartu masuk menunjukkan banyak orang mengakses printer. Rudi menyerahkan daftar tanpa memilih siapa yang dicurigai.
Petugas pintu belakang, Wulan Sari, mengaku menerima pesan bahwa perangkat mengandung data medis dan harus dibawa ke pemusnah khusus. Pesan berasal dari nomor Bagas.
Bagas membantah mengirim. Teleponnya disita sebelum waktu pesan. Kartu SIM pengganti diterbitkan memakai akta Surono dan kewenangan SA-0.
'Profil orang mati sekarang dapat meminta nomor telepon?' tanya Livia.
Tania menjelaskan modul verifikasi menganggap pegawai regulator tingkat tinggi dapat menerbitkan perangkat darurat. Perusahaan telekomunikasi menerima token tanpa memeriksa akta hidup.
Regulator menutup jalur itu secara nasional. Penutupan tidak membatalkan nomor petugas darurat sah; mereka harus melakukan verifikasi manusia ulang dalam tujuh hari.
Wulan menyerahkan rekaman pintu pribadi yang dipasang serikat setelah pencurian alat tahun lalu. Koper diambil seorang lelaki berkacamata dan perempuan berjaket. Wajah lelaki terlihat sebagian. Adrian mengatakan ia mengenal bentuk jalannya sebagai mantan kepala administrasi penyelidikan, Karman Dwi.
Karman adalah orang yang menolak memo Adrian atas perintah Seno. Ia pensiun sebelum Surono meninggal dan kini memiliki perusahaan penyimpanan arsip. Catatan publik menunjukkan ia masih hidup.
Seno melihat foto dan mengeja Karman bukan Surono. Ketika ditanya tentang SA-0, ia mengeja Karman pegang kartu. Keterangan itu cocok dengan kemungkinan kartu Surono tidak dihancurkan.
Sesi dihentikan setelah enam menit karena Seno lelah. Laras mengikuti dari ruang lain dan tidak menerjemahkan jawaban ayahnya. Fira memastikan papan huruf ditata sama dengan sesi sebelumnya. Dengan begitu, hubungan keluarga tidak menjadi alat untuk mengarahkan keterangan.
Karman menerima ringkasan kata yang dieja dan diberi kesempatan menjelaskan. Ia mengaku menyimpan bingkai sebagai bukti sejarah, tindakan yang melanggar aturan arsip meski chip telah dilepas.
Polisi mendatangi kantor Karman dengan izin. Ia tidak melawan dan menyerahkan kartu fisik Surono yang disimpan dalam bingkai. Menurutnya, kartu itu cendera mata dari atasannya.
Chip di dalam bingkai bukan asli. Ia hanya tiruan plastik. Karman mengatakan chip dilepas Cakra saat migrasi. Ia membantah mengambil perangkat dari daur ulang.
Jadwal kendaraan menempatkannya di rumah sakit pada waktu video. Bentuk tubuh lelaki memang mirip, tetapi gelang pasien tampak pada pergelangan Karman dalam rekaman rumah sakit. Alibinya kuat.
'Mengapa Seno mengatakan Anda memegang kartu?' tanya penyidik.
'Karena saya yang membawa kartu Surono ke pemusnahan. Saya menandatangani penerimaan, Bagas menandatangani penghancuran.'
Karman mengakui pemusnahan tidak pernah terjadi. Cakra meminta chip sebagai contoh migrasi. Ia mengizinkan karena sistem lama perlu diuji. Setelah proyek, Tania melapor chip dikembalikan ke Bagas.
Bagas sebelumnya mengatakan hanya menandatangani berita acara dan tidak melihat perangkat. Dua keterangan berlawanan. Ketika dikonfrontasi, Bagas meminta berhenti dan berbicara dengan pengacara.
Perempuan di video memakai jam retak diagonal. Tania mengenali jam itu milik supervisor lama Cakra, Niken Pertiwi. Niken bertugas mengelola perangkat fisik dan masih bekerja sebagai konsultan Atlas.
Niken ditemukan di rumahnya. Ia mengakui mengambil koper, tetapi mengatakan perangkat sudah kosong ketika diterima. Lelaki bersamanya adalah kurir yang tidak ia kenal. Ia membawa koper ke ruang arsip Karman atas perintah otomatis SURYA-1.
Ruang arsip Karman digeledah ulang. Di bawah lantai bergerak ditemukan perangkat penerbit sertifikat. Segelnya utuh, tetapi satu port terhubung kabel jaringan.
Perangkat itu dapat menerbitkan akses SA-0 dari jarak jauh tanpa dipindahkan. Pencurian dari Atlas hanya mengambil tiruan yang sengaja dibuat hangat untuk mengarahkan pencarian.
Ahli menguji suhu tiruan dan menemukan pemanas kecil bertenaga baterai. Perangkat dibuat agar kabel serta rak tampak baru digunakan. Rangkaian tersebut berasal dari kit pelatihan Cakra. Niken mengaku menyiapkannya atas perintah SURYA-1, tetapi tidak bertanya mengapa bukti harus dibuat menyesatkan.
Kantor Karman dipasangi jaringan oleh Bagas enam tahun lalu. Karman mengatakan ia menyediakan ruang karena regulator kekurangan penyimpanan. Tidak ada kontrak resmi, hanya penggantian biaya melalui Astera. Pola pembiayaan lama kembali muncul.
Sementara semua orang mengejar koper, perangkat asli bekerja dari bawah kantor Karman.
Log terakhirnya menunjukkan tiga sertifikat diterbitkan: satu untuk catatan sipil, satu untuk undian auditor, dan satu untuk inventaris empat pesawat yang masih dikandangkan.
Sertifikat ketiga baru saja mengubah status satu komponen dari belum pasti menjadi aman.
Regulator mengirim peringatan ke seluruh sistem turunan bahwa perubahan itu palsu. Mereka tidak mengembalikan basis data ke cadangan lama karena pembaruan sah lain dapat ikut hilang. Satu entri dikoreksi melalui transaksi baru dengan alasan terbuka.
Ratna, pemilik identitas teknisi, menerima bukti koreksi sebelum namanya disebut. Serikat meminta pemeriksaan semua sertifikat yang diterbitkan dalam tujuh menit sesi SA-0. Tidak ada komponen lain berubah, tetapi dua catatan gaji sempat dibaca. Pekerja terkait diberi tahu tanpa menyebarkan jumlah pendapatan.
Pemeriksaan akses mereka dilakukan secara terpisah.
Hasilnya tetap dapat dipersoalkan.