Seno tidak ditanya mengapa ia membatalkan P-0 pada sesi yang sama. Dokter menghentikan wawancara ketika tekanan darahnya naik. Tim memeriksa sertifikat lebih dulu agar pertanyaan berikutnya tidak dibangun dari asumsi palsu.
Sertifikat Seno digunakan dari kantor regulator pada pukul 22.40, lima menit setelah benturan. Adrian, Yudhistira, Herlina, dan dua petugas lain berada di gedung. Kartu dapat dipakai siapa pun yang mengetahui PIN empat angka.
PIN ditemukan tertulis pada bagian bawah telepon Seno dalam foto arsip. Kebiasaan keamanan buruk itu dikenal seluruh staf. Sistem tidak mencatat siapa menyentuh kartu, hanya perangkat. Karena itu tim mencari sidik modul, audio ruangan, serta urutan perintah. Pengakuan tunggal tidak cukup.
Kartu fisik Seno hilang setelah malam kecelakaan dan diterbitkan ulang dua hari kemudian. Formulir kehilangan ditandatangani Adrian, tetapi ia mengatakan hanya meneruskan laporan atasannya. Herlina menjadi saksi eksternal pada formulir, sebuah peran yang tidak semestinya dimiliki perusahaan asuransi.
Adrian mengaku mengetahui PIN karena Seno pernah menyuruhnya menandatangani penerimaan arsip. Yudhistira membantah. Alina mengatakan Herlina hafal PIN dari rapat bersama. Seno sendiri belum dapat menjelaskan.
Pita dari menara air dibawa ke laboratorium dengan pengamat keluarga. Gulungan pertama adalah salinan kokpit lengkap. Gulungan kedua merekam kanal radio regulator. Buku log mencatat keduanya dibuat dari sumber langsung sebelum laporan dipotong.
Nilai magnetik menurun, tetapi urutan dapat dipulihkan. Audio kokpit cocok dengan panel dan perekam Mahesa. Tidak ada kalimat baru yang mengubah keputusannya. Nilainya adalah membuktikan potongan lama bukan kerusakan kebetulan.
Kanal regulator merekam keadaan setelah benturan. Seno memerintah seluruh data dibekukan dan P-0 diaktifkan. Adrian menjawab akan membuat salinan. Lalu suara Darya mengatakan pembukaan otomatis akan menyebarkan nama penumpang perlindungan serta pasien K-2.
Seno bertanya apakah ada cara memisahkan. Herlina menjawab tidak sebelum pagi. Suara Yudhistira memperingatkan klaim akan gagal bila data polis dibekukan.
Tiga menit kemudian, Seno memerintah P-0 dibatalkan sementara sampai identitas dapat dilindungi. Kata sementara tidak pernah diberi batas baru.
Keputusan Seno dibuat di bawah informasi bahwa korban terlindungi akan terbuka. Informasi itu sebagian benar, tetapi sistem sebenarnya memiliki pemisahan manual. Herlina tidak menawarkannya.
Ahli merekonstruksi pilihan pemisahan pada versi lama. Proses membutuhkan empat puluh menit dan dua petugas, bukan sampai pagi seperti kata Herlina. Dalam keadaan darurat, penundaan masih mungkin diperdebatkan, tetapi keterangan bahwa tidak ada cara terbukti salah.
Panel meminta mantan teknisi Astera menjelaskan apakah Herlina mengetahui fungsi itu. Buku pelatihan memakai parafnya. Yudhistira juga pernah mengikuti simulasi. Keduanya memiliki pengetahuan untuk menawarkan jalan lain.
Seno akhirnya menerima transkrip pendek dalam sesi keempat. Ia mengeja menyesal, lalu menunjuk nama Herlina dan Darya. Ketika ditanya apakah mereka membohonginya, ia memilih ya. Ketika ditanya apakah ia tetap bertanggung jawab membatalkan, ia juga memilih ya.
Panel mencatat kemampuan serta batas jawabannya. Pengakuan tidak dipakai untuk pertanyaan yang tidak diajukan.
Gulungan radio berlanjut. Adrian meminta pita asli disegel. Herlina mengatakan Astera dapat menyimpan. Seno menolak dan memerintah satu salinan dibawa ke menara air. Alina datang ke kantor regulator sebelum tengah malam untuk mengambilnya.
Keterangan itu menguatkan peran Alina menjaga bukti. Namun suara berikutnya menunjukkan ia juga mengetahui P-0 gagal.
'Kalau kita buka sekarang, semua nama keluar,' kata Alina dalam rekaman. 'Simpan sampai satu saksi dapat berdiri tanpa keluarga.'
Frasa satu saksi kemudian berubah menjadi Saksi Wali dan saksi kedua belas. Alina mengaku kalimatnya menjadi dasar, tetapi menyangkal merancang perkawinan.
Buku rapat menunjukkan perubahan pertama dibuat Darya: saksi tanpa keluarga menjadi saksi yang dapat mewakili keluarga. Herlina menambahkan kepentingan polis. Bertahun-tahun kemudian, perwalian mengubahnya menjadi pasangan. Marlina lalu menulis skenario penolakan. Tidak ada satu lompatan yang menjelaskan semuanya; setiap generasi pelaksana menambah fungsi yang menguntungkan mereka.
'Anda tetap memberi mereka gagasan bahwa satu manusia dapat mewakili semua pemilik data,' kata Livia.
'Saya pikir hanya untuk menyerahkan bukti.'
'Tidak ada satu manusia yang berhak memilih untuk semuanya.'
Alina tidak membantah.
Tim teknis menemukan nada digital di akhir gulungan. Itu kunci audit P-0 yang merekam siapa membatalkan. Pembacaan menunjukkan sertifikat Seno, tetapi sidik perangkat berasal dari modul HW-1 milik Herlina.
Artinya Herlina memakai sertifikat Seno untuk melaksanakan pembatalan setelah Seno mengucapkan perintah. Seno bertanggung jawab atas keputusan, Herlina atas penggunaan akses dan kegagalan memberi pilihan pemisahan. Peran keduanya tidak dapat dilebur.
Pita juga memuat percakapan Yudhistira dengan operator kendaraan. Ia meminta penumpang 2A dikeluarkan dari salinan klaim karena polis tidak mencantumkan nama. Darya menambahkan kode perlindungan pusat. Yudhistira lalu mengulang perintah melalui radio.
Ayu mendengar rekaman dan mengenali istilah pengecualian yang biasa dipakai unitnya. Ia menunjukkan bahwa operator dapat menahan klaim tanpa menghapus penumpang. Yudhistira memilih jalan tercepat untuk menutup selisih polis. Konfigurasi dua arah mengubah keputusan klaim menjadi perubahan manifest.
Regulator memerintahkan seluruh sistem yang masih menghubungkan polis dengan manifest diputus. Maskapai lain diberi peringatan agar memeriksa integrasi serupa, tanpa menunggu laporan final.
Pemutusan dilakukan dengan jalur cadangan agar informasi medis darurat tidak hilang. Selama transisi, perubahan manifest harus dibacakan kembali oleh petugas kedua. Audit menemukan dua maskapai kecil memakai perangkat lunak sama; tidak ada penghapusan penumpang, tetapi hak tulis ditutup hari itu juga.
Livia meminta temuan industri diterbitkan tanpa mempromosikan Dirgantara sebagai pelapor. Perusahaan adalah tempat kegagalan pertama ditemukan dan tetap bertanggung jawab memperbaikinya.
Jatmiko mendengar sampel baru dan mengenali ritme Yudhistira lebih kuat daripada dua sampel sebelumnya. Identifikasi tetap diberi batas karena tujuh belas tahun telah berlalu, tetapi audio asli mencocokkan isi perintah.
Yudhistira mengakui berbicara lewat radio, namun mengatakan penghapusan hanya dari daftar klaim, bukan manifest sipil. Automatic Ledger kemudian mengirim perubahan kembali ke server gerbang karena konfigurasi dua arah.
Kesalahan desain menjelaskan bagaimana satu pilihan menyebar. Perintah manusia tetap memulai pilihan itu.
Draf laporan final DA-217 diperbarui dengan rantai baru. Keluarga menerima waktu tambahan karena bukti datang terlambat. Tidak ada konferensi kemenangan bagi Livia atau Armand.
Di buku log pita, Naya menemukan satu nomor salinan yang belum kembali. Salinan ketiga diberikan kepada Anwar sebelum kecelakaan. Setelah Anwar meninggal, barangnya diserahkan kepada seorang penerima berkode M.
Mahesa tidak mungkin menerima sesudah kematian Anwar karena sudah berada dalam DA-217. Kode M mengarah pada orang lain.
Alina mengatakan hanya Herlina yang mencatat penerima itu. Pada daftar lama, huruf M berarti Mediator, jabatan yang menghubungkan penjaga dengan pengadilan.
Nama mediator sengaja dihapus memakai tinta kimia yang sama dengan halaman K-2.