Pengikat DA-217 tidak dibebani sampai patah. Laboratorium membuat model dari pemindaian dan menguji sampel pembanding. Tujuannya memperkirakan kemampuan sebelum kecelakaan tanpa menghancurkan barang asli.
Tiga tim menerima data yang sama. Tim regulator menghitung retak mengurangi kekuatan tiga puluh persen. Universitas memperkirakan dua puluh enam sampai tiga puluh lima persen. Laboratorium asing memberi rentang lebih lebar karena korosi setelah penyimpanan.
Tidak ada angka tunggal yang dapat disebut pasti.
Setiap tim diminta menuliskan bukan hanya hasil, melainkan asumsi yang dipakai. Tim regulator memakai riwayat beban dari log pesawat. Universitas menganggap sebagian penerbangan lama tidak tercatat. Laboratorium asing memasukkan kemungkinan panas kebakaran mengubah struktur logam. Ketiga laporan ditempatkan berdampingan agar angka terendah tidak dipilih perusahaan dan angka tertinggi tidak dipilih penuntut hanya karena paling menguntungkan narasi mereka.
Maya mengusulkan simulasi disaksikan dua wakil keluarga korban dan satu teknisi serikat. Livia menyetujui, tetapi identitas keluarga disembunyikan dari tim laboratorium. Pengawasan diperlukan tanpa mengubah kesedihan menjadi pertunjukan. Hasil mentah juga disimpan di tiga tempat dengan nilai hash terpisah.
Data panel menunjukkan kemudi masih merespons, tetapi terlambat dan tidak seimbang. Dalam hujan serta angin silang, keterlambatan tersebut memperbesar jarak berhenti ketika Mahesa mencoba mengoreksi arah.
'Apakah komponen menyebabkan kecelakaan?' tanya seorang anggota keluarga korban dalam pertemuan tertutup.
Ketua tim teknis menjawab hati-hati. 'Komponen berkontribusi. Kami masih memeriksa kecepatan, permukaan landasan, perintah operasi, dan keputusan awak. Sebab akhir belum ditetapkan.'
Livia mendukung bahasa itu meski ingin segera membersihkan ayahnya. Menukar kesimpulan lama yang terburu-buru dengan kesimpulan baru yang menyenangkan tetap merusak penyelidikan.
Keluarga korban diberi pilihan menerima ringkasan, data teknis, atau menunggu laporan final. Tidak semua ingin mendengar suara kokpit. Siska memilih membaca transkrip, bukan audio penuh.
'Saya ingin tahu apa yang Mahesa lakukan,' katanya. 'Saya tidak ingin mendengar dia mati berulang kali.'
Keluarga Anwar memilih data uji tanpa percakapan terakhir. Keluarga dua awak kabin meminta penjelasan mengenai prosedur evakuasi. Tiga keluarga belum ingin menerima apa pun. Tim menghormati semua pilihan dan menunjuk petugas berbeda untuk menjawab pertanyaan teknis, hukum, serta dukungan psikologis. Untuk pertama kalinya sejak kecelakaan, mereka tidak diperlakukan sebagai satu kelompok yang harus menyetujui satu versi.
Kaset uji yang disalin Tegar diputar tanpa nama peserta lebih dulu. Rekaman dimulai enam bulan sebelum DA-217. Anwar melaporkan pengikat Mandala Lintas gagal pada tujuh puluh persen beban. Darya memerintah hasil ditulis lulus bersyarat.
Suara ketiga memperingatkan komponen hanya boleh dipakai untuk latihan darat. Analisis mengenalinya sebagai ayah Armand, Bram Dirgantara, kepala operasi saat itu.
Bram tidak menyetujui pemasangan pada pesawat penumpang dalam rekaman. Namun faktur pembayaran akhir memakai tanda tangannya. Armand meminta pemeriksa menentukan apakah tanda tangan asli sebelum membuat kesimpulan.
Forensik menunjukkan tanda tangan asli tetapi diletakkan pada formulir pengadaan umum, kemudian halaman spesifikasi diganti. Bram tetap lalai menandatangani tanpa memastikan lampiran, tetapi bukti belum menunjukkan ia tahu komponen bekas dipasang.
Nomor staples pada formulir tidak cocok dengan lubang halaman spesifikasi. Serat kertas memperlihatkan lampiran asli pernah dicabut dan lembar baru dimasukkan sesudah tinta tanda tangan mengering. Pada salinan karbon yang ditemukan di kantor lama Bram, lampiran asli masih mencantumkan hanya perangkat pelatihan darat. Pemeriksa menetapkan dokumen pembayaran telah dirakit ulang, sementara keputusan siapa yang merakitnya menunggu catatan akses.
Armand membaca temuan itu tanpa meminta nama Bram dibersihkan. Ia mencatat ayahnya tetap membiarkan sistem tanda tangan terlalu longgar dan tidak memastikan perintah karantina dijalankan. Memisahkan pemalsuan dari kelalaian membuat pertanggungjawaban lebih sempit, tetapi juga lebih sulit disangkal.
Brawijaya menghadiri uji dan melihat nama kakaknya. Ia mengaku pernah menemukan pergantian lampiran, tetapi memilih menyelesaikan secara internal agar lisensi perusahaan tidak dicabut.
'Apa yang Anda lakukan?' tanya penyelidik.
'Saya meminta Darya mengganti semua komponen.'
'Apakah Anda memeriksa penggantian selesai?'
'Tidak.'
Jawaban itu menambah rantai kelalaian. Darya memalsukan uji, Bram menandatangani paket tanpa lampiran aman, Brawijaya mengetahui risiko tetapi tidak memastikan perbaikan, dan operasi darat tetap memerintah pesawat bergerak.
Rekaman berlanjut. Haris mengatakan daftar pemasok harus dipisah agar satu kegagalan tidak menutup lima rute. Herlina menyarankan polis menanggung pergantian diam-diam. Marlina membacakan kode penjaga bukti. PULANG lahir dari usaha mengendalikan dampak pengadaan sebelum DA-217 terjadi.
'Mereka tahu potensi kecelakaan,' kata Armand.
'Mereka tahu komponen gagal,' koreksi Livia. 'Kita belum tahu mereka memperkirakan DA-217 akan jatuh.'
Perbedaan antara menutup risiko dan merencanakan kecelakaan harus dijaga. Bukti menunjukkan keserakahan, pemalsuan, serta penerimaan bahaya. Belum ada bukti pembunuhan terencana.
Penyidik membuat matriks tindakan per orang. Darya terkait perubahan hasil uji serta pembatalan tunda. Haris terkait sertifikat dan pemisahan daftar. Herlina terkait pemasok serta polis. Marlina terkait kode bukti dan penyamaran identitas. Bram terkait tanda tangan serta pengawasan. Brawijaya terkait kegagalan memastikan penggantian. Matriks itu mencegah satu nama menyerap seluruh kesalahan dan memberi pelaku lain tempat bersembunyi.
Malam uji, Armand dan Livia pulang setelah tengah malam. Livia masih membawa salinan ringkasan, bukan bukti asli. Di lift apartemen, tangannya gemetar untuk pertama kali hari itu.
'Ayah saya benar soal komponen,' katanya.
'Dan masih ada keputusan kokpit yang harus diperiksa.'
'Saya tahu. Saya hanya ingin satu malam untuk merasa dia tidak berbohong.'
Armand tidak mengubah kalimat itu menjadi putusan. Ia memeluk setelah Livia mengangguk, lalu membiarkannya menangis tanpa menjanjikan hasil final.
Pagi berikutnya, analisis panel menemukan perintah tunda Mahesa dibatalkan dengan kode Darya, tetapi autentikasi kedua berasal dari konsol kepala operasi. Pada malam kecelakaan, konsol itu seharusnya dipakai Bram Dirgantara.
Catatan keluarga menyebut Bram berada di rumah sakit menemani Helena.
Kamera rumah sakit menunjukkan ia memang ada di sana, sepuluh menit sebelum dan sesudah pembatalan. Konsol kepala operasi dipakai dari jarak jauh memakai sertifikat Bram.
Log jaringan menempatkan sesi jarak jauh pada terminal kendaraan operasi, bukan komputer rumah sakit. Sertifikat memang sah secara kriptografis, tetapi penggunaannya melanggar lokasi dan tujuan penerbitan. Haris sempat mengirim pesan bahwa kunci diperlukan untuk keadaan darurat. Tidak ada pesan yang menjelaskan darurat apa. Darya membalas hanya dengan satu kata: diterima.
Pengacara Haris berpendapat kliennya menyediakan akses tanpa mengetahui akan dipakai membatalkan Mahesa. Tim tidak menolak kemungkinan itu, tetapi menyita agenda penerbangan serta komunikasi malam kejadian. Hak Haris untuk membela diri tidak mengharuskan penyelidik menutup jalur bukti yang baru terbuka.
Sertifikat itu diterbitkan ulang oleh Langit Sembilan sehari sebelum kecelakaan.
Nama pemohon penerbitan ulang tercatat Haris Adikara.
Pilot yang kemudian membawa Armand ke Singapura telah menyediakan kunci yang membuat perintah Mahesa dapat dibatalkan.