Serpihan pita disegel dalam dua kantong: bagian yang berada tepat di bawah rak dan bagian yang tersebar di lorong. Ahli tidak langsung menyatukan karena serpihan dapat berasal dari lebih dari satu kaset.
Laboratorium Atlas memiliki alat pembaca pita lama. Log menunjukkan alat dipakai empat hari lalu oleh teknisi bernama Tegar Santosa. Kartu Tegar masih berada di gedung, tetapi ia tidak masuk kerja sejak surel dikirim kepada Livia.
Polisi menghubungi keluarganya tanpa mengumumkan sebagai pelaku. Tegar ditemukan di rumah saudaranya, takut kembali setelah supervisor memerintahkannya menghancurkan kaset. Ia meminta pengacara dan perlindungan pekerja sebelum memberi keterangan.
'Saya menyimpan tiga puluh detik karena tahu perintah itu salah,' katanya. 'Saya meminta pertukaran agar punya jalan keluar.'
'Anda mencoba memakai LP-0 sebagai harga,' kata Livia.
'Saya panik.'
Kepanikan menjelaskan, tidak membenarkan. Tegar menyerahkan salinan audio lengkap yang ia buat sebelum pemotongan. Nilai hash perangkat cocok dengan potongan surel, tetapi kaset asli tetap perlu direkonstruksi untuk memeriksa perubahan.
Salinan Tegar mempunyai jeda empat detik di antara laporan uji dan suara supervisor. Ahli audio tidak mengisi jeda dengan dugaan. Bentuk gelombangnya menunjukkan perekam pernah dihentikan, tetapi mereka belum tahu apakah penghentian terjadi pada kaset sumber atau saat Tegar membuat salinan. Empat detik itu dicatat sebagai bagian tidak diketahui, bukan ruang kosong yang boleh diisi kesaksian siapa pun.
Perlindungan Tegar disetujui dengan syarat ia menyerahkan seluruh perangkat dan tidak menghubungi pekerja Atlas lain. Akses laboratoriumnya diputus dari konsol independen. Dua teknisi yang pernah satu sif dengannya dipindahkan sementara tanpa kehilangan upah, agar keterangan mereka tidak bergantung pada Rudi ataupun manajemen Atlas.
Supervisor yang memberi perintah bernama Rudi Baskara, kepala laboratorium Atlas. Rudi mengaku mengikuti kebijakan pemusnahan data kedaluwarsa. Jadwal retensi menunjukkan kaset sedang ditahan pengadilan, sehingga alasan itu tidak sah.
Rudi dinonaktifkan dan dilarang mengakses gedung. Ia belum ditahan karena penyelidik masih mencari bukti pengetahuan tentang DA-217.
Tiga bagian bangkai ditemukan pada ruang uji belakang: sambungan kemudi, rangka dudukan, dan panel kontrol cadangan. Labelnya menyebut pesawat latihan, bukan DA-217. Kuitansi Pak Idris cocok dengan berat serta tanggal pemindahan.
Ruang itu tidak tercantum pada denah keselamatan gedung. Dinding palsunya baru dipasang tiga bulan setelah kecelakaan, memakai anggaran perbaikan ventilasi. Dua pekerja lama menyerahkan foto pemasangan rak. Salah satu foto memperlihatkan nomor seri masih utuh sebelum permukaannya digerinda. Bukti tersebut menunjukkan Atlas menerima bagian dengan mengetahui asalnya, meski belum membuktikan setiap pengurus perusahaan memahami alasan penyembunyian.
Nomor seri pada permukaan telah digerinda. Pemindaian logam menemukan bayangan angka di lapisan bawah. Dua cocok dengan inventaris DA-217. Bagian ketiga memakai nomor pesawat lain yang mengalami penggantian komponen seminggu sebelum kecelakaan.
'Mereka menukar nomor antara dua pesawat,' kata Naya.
Pesawat lain adalah sumber sampel yang disimpan Mahesa. Catatan perawatan menyebut pengikatnya dilepas karena aus, lalu dikirim ke Mandala Lintas untuk dimusnahkan. Faktur menunjukkan perusahaan justru memperbarui tampilan, memberi nomor baru, dan memasangnya pada DA-217.
Ahli meminta semua orang berhenti menyebut pengikat sebagai penyebab sampai uji selesai. Bagian mengalami korosi karena penyimpanan buruk. Kerusakan sekarang harus dibedakan dari kerusakan sebelum kecelakaan.
Mereka memotret setiap permukaan dengan cahaya miring, mengambil sampel korosi dari tepi yang tidak mengandung retak, lalu membuat replika di universitas. Keluarga korban menerima penjelasan bergambar mengenai perbedaan retak lelah, bekas benturan, dan karat penyimpanan. Livia meminta tidak ada benda dipamerkan kepada media sebelum maknanya ditetapkan. Sebuah potongan logam tanpa konteks mudah dijadikan putusan palsu, seperti manifest yang selama bertahun-tahun menggantikan kehidupan Armand.
Pengamatan awal menemukan retak lelah lama di bawah lapisan pelindung baru. Retak tersebut berkembang jauh sebelum pesawat keluar landasan. Namun sambungan belum sepenuhnya patah. Ia mungkin mengurangi respons kemudi, bukan menghilangkannya.
Panel kontrol cadangan menyimpan memori kecil yang tidak tercatat pada laporan lama. Tenaganya mati, tetapi beberapa blok data dapat dibaca. Tim membuat citra dan mengirim salinan ke tiga laboratorium.
Data menunjukkan peringatan kemudi muncul dua puluh satu menit sebelum keberangkatan. Awak mengatur ulang sistem. Peringatan kembali ketika pesawat mulai bergerak.
Nama teknisi yang menerima peringatan pertama adalah Roni Prasetya. Ia telah meninggal, tetapi putrinya menyimpan lembar kerja yang dahulu dikembalikan kantor dengan alasan salah format. Pada lembar itu, Roni menulis rekomendasi tahan pesawat dan periksa sambungan. Salinan dalam arsip mengubah kata tahan menjadi pantau. Tekanan pena serta jarak huruf membuktikan perubahan dibuat oleh tangan lain setelah Roni menandatangani bagian bawah.
Penyelidik tidak mengumumkan pelakunya berdasarkan bentuk tulisan. Mereka menyita daftar akses dan contoh catatan lima petugas yang berjaga malam itu. Putri Roni diberi tahu bahwa ayahnya bukan sedang diselidiki sebagai pemalsu. Selama bertahun-tahun ia percaya lembar yang disimpan ayahnya hanyalah cara seorang teknisi membela kesalahan. Kini kertas itu menjadi bukti bahwa peringatan benar-benar pernah dinaikkan.
Catatan resmi menyatakan peringatan pertama muncul setelah pesawat mencapai kecepatan tinggi. Perbedaan waktu berarti seseorang memotong dua puluh satu menit dari laporan teknis.
Livia meminta rekaman kokpit dibandingkan. Pita yang dipulihkan Naya pada bab 10 memiliki celah tepat pada periode tersebut. Kaset uji Tegar mungkin memuat pembicaraan laboratorium, bukan kokpit, tetapi dapat menunjukkan siapa mengetahui komponen sudah gagal.
Armand mengenali kode faktur pada rangka dudukan. Pada usia sembilan belas, ia menemukan pembayaran Mandala Lintas dalam meja ayahnya. Ia membawa salinan ke Mahesa karena tidak percaya polisi keluarga.
Ingatan itu menarik kembali percakapan lain: Anwar pernah menelepon rumah dan meminta bicara dengan Bram sebelum DA-217. Armand tidak menjadikannya fakta hanya karena muncul setelah melihat faktur. Arsip telepon rumah sudah hilang. Namun buku kerja Anwar mencatat dua panggilan ke kediaman Dirgantara pada pekan yang sama. Catatan itu menguatkan adanya kontak, belum isi pembicaraan atau siapa yang mengangkat.
'Apakah ayah Anda menyetujui pembelian?' tanya penyelidik.
'Tanda tangannya ada. Saya belum tahu apakah dia tahu barangnya bekas.'
Armand tidak meminta nama ayahnya dilindungi. Ratri meminta audit rapat operasi yang dipimpin putranya. Brawijaya mengaku memperingatkan bahwa pemasok terlalu murah, tetapi tetap menyetujui jadwal pesawat.
Tegar menyerahkan daftar pengguna alat pembaca. Selain dirinya dan Rudi, Sabina pernah masuk laboratorium dua hari setelah menerima casing kosong. Ia mengaku mencari kaset atas perintah Surya tetapi tidak menemukannya.
Kamera memperlihatkan Sabina membuka rak tiga bagian bangkai. Ia tidak menyentuh komponen, tetapi memotret label pesawat latihan.
Pemeriksaan awan menemukan catatan yang tak pernah terkirim bersama foto itu: kirim kepada ayah jika aman. Sabina mengatakan ia hendak meminta Brawijaya mengenali kode barang, lalu menghapus draf karena Surya mengawasi teleponnya. Ketakutan menjelaskan mengapa pesan gagal dikirim, tetapi tidak menghapus keputusan Sabina membiarkan bagian tersebut tetap tersembunyi.
'Mengapa tidak melaporkan bahwa bangkai DA-217 berada di sana?' tanya Livia.
'Saya belum tahu nomor bawahnya.'
'Anda tahu kaset yang dicari terkait DA-217.'
Sabina tidak menjawab. Kelalaiannya menjadi bukti tersendiri, terpisah dari perintah sabotase.
Sore itu, laboratorium pertama memulihkan data panel lebih jauh. Pada menit sebelum pesawat bergerak, Mahesa memasukkan perintah tunda keberangkatan. Sistem menerima, lalu perintah tersebut dibatalkan dari terminal operasi darat.
Terminal pembatal memakai kode Darya Wicaksana.
Darya bukan petugas operasi penerbangan. Seseorang memberinya akses yang tidak seharusnya dimiliki, dan pesawat bergerak setelah kapten meminta tetap diam.