Sertifikat Bram tidak membuktikan Haris menekan tombol. Permohonan penerbitan ulang menyebut kebutuhan darurat bila kepala operasi berada di luar kantor. Haris memiliki wewenang meminta, sedangkan Darya memakai kodenya pada terminal pembatal.
Tim menyusun garis waktu menit demi menit. Pukul 22.10, peringatan kemudi pertama muncul. Pukul 22.13, Mahesa meminta pemeriksaan teknis. Pukul 22.18, teknisi menyatakan pengaturan ulang berhasil. Pukul 22.20, Armand naik melalui gerbang layanan membawa tas.
Setiap waktu diberi tingkat kepastian. Data panel dan server mempunyai toleransi dua detik. Jam kamera gerbang terlambat sebelas detik. Ingatan saksi tidak dipaksa menyesuaikan angka. Dengan cara itu, urutan dapat dipertanggungjawabkan tanpa menciptakan ketepatan palsu. Livia melihat dua puluh empat menit terakhir ayahnya berubah dari satu tuduhan menjadi rangkaian pilihan yang dapat diuji.
Mahesa menolak bergerak sebelum nama Armand masuk manifest dan pengikat diperiksa. Pada 22.24 ia memasukkan tunda. Tiga puluh detik kemudian Darya memakai sertifikat Bram untuk membatalkan. Operasi darat mengirim perintah bergerak pada 22.26.
Pesawat mulai meluncur, tetapi Mahesa masih dapat berhenti. Rekaman kokpit terpotong pada titik itu. Laporan lama menyimpulkan keputusan melanjutkan sepenuhnya milik kapten.
Seorang petugas penarik pesawat bernama Wahyu masih hidup. Ia mengingat kendaraan operasi datang ke samping kokpit dan seseorang berbicara melalui interkom darat. Mahesa membuka jendela kecil, berdebat, lalu mengembalikan headset.
'Siapa di kendaraan?' tanya penyelidik.
'Pak Darya dan seorang lelaki muda. Saya kira orang keluarga.'
Wahyu tidak dapat memastikan lelaki muda adalah Armand karena Armand sudah berada di pesawat. Foto kendaraan menunjukkan sosok berkacamata yang mungkin Haris. Resolusi terlalu rendah.
Interkom darat tidak masuk pita kokpit utama. Sistem bandara menyimpan salinan pada server perawatan selama tiga puluh hari. Arsip resmi menyatakan data dihapus sesuai jadwal. Pak Idris menemukan invoice pemindahan satu salinan ke pusat relay cuaca sebagai bagian penyelidikan awal.
Pusat relay sudah berubah menjadi museum kecil. Server lama berada di gudang pendidikan. Data tidak dapat dibaca langsung, tetapi pita cadangan memiliki tanggal DA-217.
Petugas museum bernama Dewi menyimpan buku peminjaman meski atasannya pernah meminta gudang dibersihkan. Buku itu mencatat pita dipindahkan dari bandara oleh tim Darya, lalu dikembalikan Pak Idris sehari kemudian tanpa segel luar. Dewi tidak pernah mengetahui isi pita. Keputusannya mempertahankan catatan sederhana membuat rantai perpindahan dapat disusun, walaupun keaslian audio tetap harus diuji dari penanda waktu dan gangguan listrik relay.
Regulator menyegel pita dan membuat citra. Pemulihan menghasilkan suara Darya mengatakan bila Mahesa tidak bergerak, status penumpang gelap akan dilaporkan sebagai pelanggaran kapten. Ia juga mengancam Siska serta Livia diperiksa karena membantu menyembunyikan dokumen.
Suara Mahesa menjawab bahwa keluarganya tidak tahu apa pun. Ia meminta Armand diturunkan dan pesawat kembali ke hanggar.
Suara ketiga, Haris, mengatakan pemeriksaan pusat telah menyatakan komponen aman. Mahesa menjawab ia memegang hasil uji yang menunjukkan sebaliknya.
'Jadi Haris tahu hasil uji?' tanya Armand.
'Ia setidaknya tahu Mahesa mengklaim punya hasil,' jawab Livia.
Rekaman berhenti sebelum menunjukkan mengapa Mahesa akhirnya bergerak. Wahyu mengingat kendaraan penarik menerima perintah dari operasi, bukan kokpit, untuk melepas. Pesawat kemudian bergerak menggunakan mesinnya sendiri.
Aturan memberi kapten hak berhenti. Namun ancaman keluarga, penumpang tak tercatat, dan informasi palsu tentang komponen membentuk tekanan yang sengaja diciptakan. Penilaian akhir harus mempertimbangkan kuasa serta data yang tersedia bagi Mahesa.
Pada 22.34, peringatan kemudi kedua muncul. Mahesa meminta kembali, tetapi jalur belakang sudah ditempati pesawat lain karena operasi melepas slotnya. Menara mengarahkannya menuju area putar di ujung landasan.
Pengendali menara malam itu mengaku menerima status bahwa DA-217 siap berangkat. Ia tidak diberi tahu mengenai perintah tunda yang dibatalkan atau pengikat yang dipersoalkan. Ketika Mahesa meminta kembali, pengendali memilih area putar karena mengira masalahnya hanya manifest. Catatan ini tidak menghapus evaluasi terhadap keputusannya, tetapi menunjukkan informasi teknis telah diputus sebelum mencapai menara.
Hujan membesar. Ketika membelok, respons kemudi terlambat. DA-217 keluar dari permukaan, menabrak penghalang, dan berhenti di sisi drainase. Sebelas orang meninggal akibat benturan serta kebakaran lokal.
Data baru menunjukkan pesawat tidak sedang lepas landas seperti berita lama. Ia bergerak menuju area putar untuk kembali setelah Mahesa meminta pembatalan.
Laporan lama memotong permintaan kembali dan menyebut manuver sebagai upaya lepas landas ceroboh. Narasi tersebut membuat Mahesa tampak memaksa penerbangan dengan penumpang gelap.
Siska membaca transkrip sambil ditemani pendamping. Ia berhenti setelah kalimat ancaman terhadap keluarganya dan melanjutkan keesokan hari. Tidak ada tenggat yang memaksanya menyelesaikan duka dalam satu sesi.
Brawijaya mendengar suara Darya. Ia mengaku berada di ruang menara setelah gagal membuka pintu kokpit, tetapi tidak mendengar interkom. Bukti kamera menempatkannya di koridor, cukup dekat untuk mengetahui pesawat tetap bergerak.
'Mengapa Anda tidak menghentikan Darya?' tanya Armand.
'Saya pikir ancamannya gertakan dan komponen sudah diganti.'
'Anda sudah curiga penggantian belum diperiksa.'
Brawijaya tidak menjawab. Tanggung jawabnya bukan menekan tombol, melainkan mengetahui risiko dan tetap membiarkan struktur operasi berjalan.
Regulator menerbitkan temuan sementara: DA-217 bergerak di bawah informasi teknis palsu dan tekanan operasi, lalu kehilangan respons kemudi saat kembali. Temuan tidak menyebut sebab final atau membatalkan laporan lama sebelum keluarga korban meninjau.
Media menerima versi satu halaman tanpa suara keluarga dan tanpa foto jasad. Dirgantara dilarang menyebut temuan sebagai pembebasan perusahaan. Astera juga tidak boleh memakai kata kecelakaan murni untuk menunda klaim. Sidang teknis dijadwalkan setelah para pihak mempunyai waktu yang sama memeriksa data.
Livia meminta seluruh koreksi laporan lama diberi riwayat perubahan terbuka. Kalimat yang dicabut tetap dapat dibaca bersama alasan pencabutannya, sehingga lembaga tidak berpura-pura pernah selalu benar. Para petugas yang dahulu menandatangani laporan diberi ruang menjelaskan sumber informasi mereka. Sebagian mungkin berbohong, sebagian mungkin hanya menerima berkas yang telah dipotong. Kedua keadaan itu tidak boleh disamakan sebelum diperiksa.
Tegar berhasil menyusun delapan puluh persen kaset uji dari salinan dan serpihan. Bagian akhir masih hilang. Dalam celah tersebut, spektrum suara menunjukkan seseorang menyalin rekaman ke media kedua.
Marlina mengingat Darya menyimpan media kedua dalam kotak komunikasi Mahesa agar kapten tampak mencuri hasil uji. Kotak itu tidak pernah ditemukan dalam barang korban.
Pak Idris memeriksa inventaris dan menemukan kotak komunikasi dipindahkan ke rumah Brawijaya dua hari setelah kecelakaan.
Brawijaya bersumpah tidak pernah menerimanya. Namun kuitansi pengantar ditandatangani oleh istrinya yang telah meninggal.
Rumah lama Brawijaya masih berdiri dan belum pernah diaudit karena dianggap tempat pribadi yang tidak terkait. Kini pengadilan memberi izin terbatas mencari kotak dengan nomor seri tertentu.
Di balik dinding ruang kerja, penyelidik menemukan kotak komunikasi Mahesa masih tersegel.