Laboratorium membandingkan suara lelaki di luar kabin dengan seluruh sampel yang tersedia. Nada dasarnya cocok dengan Harun, tetapi rekaman terlalu pendek untuk identifikasi pasti. Yosa memiliki tekanan huruf berbeda. Rendra, Galih, dan Bima sendiri dapat dikecualikan.
Harun mendengarkan tanpa mengubah wajah.
'Saya memakai nama Ayu Kapal,' katanya. 'Bima tahu.'
Pengakuan itu menjelaskan satu peran, bukan seluruh alias. Harun mengatur kapal untuk mengeluarkan dua belas pasien. Setelah mereka turun, ia mengambil Savitri Dua agar dokumen di dalam tidak ditemukan pembeli jaringan.
'Bima mengatakan kapal dibawa tanpa izinnya,' kata Nadia.
'Dia ingin menyerahkan langsung kepada polisi. Saya tidak memercayai jalur yang sama yang membocorkan koordinat ledakan.'
'Maka Anda mengambil keputusan untuk semua penumpang dan pemilik identitas yang dipakai.'
'Ya.'
Harun membawa kapal ke gudang pesisir. Nita datang mengambil alat pencetak sebagai bukti keuangan, sedangkan Yosa memindahkan daftar pasien. Mereka sepakat menyerahkan barang setelah Bima memperoleh tempat aman. Sebelum itu terjadi, gudang dibobol dan mesin hilang.
Nita membantah kesepakatan tersebut. Menurutnya, Harun memintanya menjual alat untuk membiayai pemindahan pasien. Percakapan mereka tidak tersimpan. Nadia menandai perbedaan dan memeriksa transaksi, bukan memilih pengakuan yang terdengar lebih mulia.
Rekening Nita menerima uang besar dua hari kemudian. Ia menyebutnya hasil penjualan apartemen, tetapi akta apartemen bertanggal sebulan setelah transfer. Keterangan palsu memperberat posisinya tanpa otomatis membuktikan ia mencuri kapal.
Harun kemudian menemukan kapal sudah dipakai beberapa perjalanan lain. Ia merusak mesin dan membakar kabin agar perdagangan berhenti, tetapi tidak melapor. Tindakannya menghancurkan sebagian bukti serta meninggalkan kapal tetap atas nama Maira.
'Anda menyebut semuanya perlindungan,' kata Maira. 'Namun setiap kali takut, Anda memilih hak orang lain yang boleh dikorbankan.'
Harun tidak memiliki jawaban.
Nadia menambahkan penghalangan, pemalsuan kematian, penyalahgunaan akses, dan perusakan bukti ke berkas Harun. Kerja samanya dipertimbangkan, tetapi tidak mengubah perbuatan menjadi penyelamatan murni.
Kesaksian dua belas penumpang diproses tanpa nama publik. Enam memilih memulihkan nama lahir, tiga mempertahankan nama sekarang dengan riwayat yang dibetulkan, dua meminta identitas lama disegel, dan satu masih mempertimbangkan. Tidak ada satu bentuk pemulihan dipaksakan kepada semua.
Dana pemulihan sementara berasal dari pembekuan aset Nawasena, bukan saham warisan yang disengketakan. Para penumpang tidak perlu mendukung klaim Aira, Maira, atau Adiprana agar mendapat bantuan hukum.
Seorang penumpang menolak disebut korban dan memilih istilah penyintas. Seorang lain meminta tidak diberi label apa pun. Laporan mengikuti pilihan masing-masing.
Pengadilan maritim mencoret Maira sebagai pemilik aktif Savitri Dua setelah rantai penipuan terbukti. Kapal ditempatkan sebagai barang bukti, bukan dialihkan kepada Aira atau Adiprana. Semua denda perjalanan ditangguhkan sampai pelaku operasional ditentukan.
Otoritas mengirim koreksi kepada bank, perusahaan asuransi, dan pelabuhan. Maira meminta bukti penerimaan dari setiap lembaga. Satu perubahan pada daftar pusat tidak cukup bila salinan lama masih dapat dipakai membuat utang.
Studio memasang verifikasi dua orang untuk semua transaksi aset. Tidak ada lagi satu sesi Danu atau Maira yang dapat mendaftarkan kendaraan tanpa pemberitahuan terpisah.
Maira menerima salinan putusan di studio. Nama kapal masih tercantum pada riwayatnya dengan keterangan dipakai tanpa persetujuan. Ia memilih catatan tidak dihapus seluruhnya karena penghapusan akan menyulitkan dua belas penumpang membuktikan perjalanan mereka.
Perbaikan tidak selalu berarti membuat masa lalu tampak bersih. Kadang catatan salah harus tetap terlihat bersama koreksinya.
Aira meminta mendengar rekaman Bima dari Karang Hening. Kirana dan Nadia mengatur pemutaran yang sama bagi kedua saudari. Aira tidak bicara ketika Bima mengatakan ia mengira saham membuat namanya nyata.
'Dia tidak memahami rasanya tidak bisa membuka rekening dengan nama sendiri,' katanya setelah rekaman selesai.
'Benar. Tetapi dia memahami kau memakai namaku untuk mendapatkannya.'
'Aku belum siap melepaskan seluruh klaim.'
'Aku tidak memintamu mengambil keputusan malam ini. Aku meminta klaimmu tidak bergantung pada akta palsu.'
Aira setuju memindahkan dasar gugatan dari identitas Maira ke pengakuan bahwa dialah pasangan faktual Bima. Pengadilan akan menentukan apakah pernikahan dapat diperbaiki atau harus dibatalkan lalu haknya dinilai dengan cara lain.
Itu bukan perdamaian, tetapi satu kebohongan berhenti dipertahankan sebagai syarat hidup.
Rendra datang ke studio membawa laporan daftar akses, bukan tawaran bantuan. Ia menunggu di pintu sampai Maira mengizinkan masuk. Sejak rumah Menteng tidak lagi menjadi tempat aman baginya, Maira menyewa apartemen kecil dekat studio dengan pengamanan yang dipilih sendiri.
Utang studio kini diperiksa pengelola baru. Beberapa pinjaman yang dibuat Danu dibatalkan karena tanda tangan palsu, sedangkan pinjaman yang benar tetap dicicil Maira. Ia tidak memakai dana keluarga Adiprana atau meminta utang dihapus karena perkara.
Rendra menawarkan daftar auditor, bukan uang. Maira memilih satu melalui lembaga profesi dan membayar dari rekening studio. Bantuan yang menghormati keputusan terasa berbeda dari perlindungan yang datang bersama kendali.
'Harun mengaku menjadi Ayu Kapal,' kata Rendra.
'Aku sudah mendengar.'
'Aku pernah memercayainya mengurus keamanan Bima.'
'Kepercayaanmu menjelaskan akses. Tidak menghapus pilihan Harun.'
Rendra meletakkan map. 'Dan tidak menghapus pilihanku menutup laporan.'
Mereka berdiri di antara rak baru yang belum penuh. Maira menyadari kedekatan yang dulu muncul setelah kebakaran masih ada, tetapi kini tidak dapat tumbuh dari peran penyelamat dan orang yang diselamatkan.
'Aku belum bisa memercayaimu,' katanya.
'Aku tidak akan meminta keputusan sebelum bukti selesai.'
'Bukti mungkin tidak pernah selesai sepenuhnya.'
'Kalau begitu, yang bisa kuubah adalah tindakan yang kaulihat sekarang.'
Rendra pergi tanpa mencoba menyentuhnya. Batas itu terasa lebih jujur daripada janji besar.
Malamnya, bank menghubungi kustodian perkara. Rekening darurat yang dibuat Bima sebelum ledakan melakukan transfer percobaan sebesar seribu rupiah ke Studio Aksara Pulih.
Rekening itu sudah dibekukan, tetapi fitur pesan tetap aktif untuk transaksi nol risiko. Bank mencatat tiga percobaan gagal sebelum verifikasi berhasil. Dua memakai rekaman lama Bima dan ditolak karena angka bibir tidak cocok. Percobaan ketiga merespons tantangan acak.
Ahli deepfake meminta rekaman mentah. Pantulan mata dan jeda napas tampak alami, tetapi kualitas rendah mencegah kepastian. Bukti memberi alasan mencari, bukan mengumumkan Bima hidup hari ini.
Transaksi meminta verifikasi wajah hidup. Sistem mencatat pengguna berkedip, menoleh, dan membaca angka acak. Pemeriksaan otomatis menyatakan cocok dengan Bima.
Nadia memperingatkan bahwa rekaman dapat direkayasa dan akun mungkin dikuasai jaringan. Namun tantangan angka dibuat saat sesi, sehingga pelaku membutuhkan Bima hidup atau pemalsuan yang sangat canggih.
Lokasi jaringan berasal dari kota pesisir selatan. Waktunya tiga hari lalu.
Keterangan transfer hanya dua kata: sampul selatan.
Maira memeriksa kotak kiriman studio. Di bawah paket klien yang datang pagi itu, ada amplop tanpa nama pengirim dengan cap pos dari kota yang sama.
Di dalamnya tersimpan satu lembar buku pasien dan pesan tulisan tangan yang masih berbau tinta.
Maira, jangan cari aku melalui keluarga. Cari siapa yang baru saja menjadi Ayu.