Cinta dan Patrick bertemu untuk kencan ketiga pada hari yang telah mereka sepakati. Kali ini Cinta memilih berjalan di taman dan membeli makan setelahnya. Ia merasa lebih santai karena mereka sudah membicarakan cara berkencan. Namun ia tetap memperhatikan bagaimana Patrick merespons ketika rencana berubah atau ketika pendapat mereka berbeda.
Di tengah berjalan, Patrick menyentuh punggung Cinta untuk mengarahkannya melewati kerumunan. Cinta bergeser sedikit dan berkata ia lebih suka tidak disentuh tanpa ditanya. Patrick segera menarik tangannya dan meminta maaf. Ia tidak berkata bahwa ia hanya ingin melindungi atau bahwa Cinta terlalu sensitif. Ia bertanya apakah Cinta ingin melanjutkan jalan. Cinta menjawab iya.
Mereka berjalan beberapa langkah dalam diam. Cinta merasa sedikit tegang, lalu perlahan kembali nyaman. Ia tidak ingin kejadian itu menjadi pertengkaran besar, tetapi juga tidak akan berpura-pura tidak terjadi. Setelah beberapa menit, Patrick berkata ia akan bertanya sebelum menyentuh. Cinta menjawab terima kasih. Mereka melanjutkan pembicaraan tentang taman dan buku yang sedang mereka baca.
***
Setelah makan, Patrick bertanya apakah Cinta ingin pulang sendiri atau diantar ke halte. Cinta memilih berjalan sendiri. Patrick menyetujui dan mereka berpamitan di depan kedai. Cinta pulang dengan perasaan campur aduk: ia senang Patrick menerima koreksi, namun ia tidak menyukai sentuhan tanpa izin. Kedua hal itu sama-sama benar.
Di rumah, ia menulis kejadian tersebut di jurnal. Ia mencatat bukan untuk mengumpulkan kesalahan Patrick, melainkan agar dirinya tidak mengecilkan rasa tidak nyaman nanti. Ia juga mencatat bahwa Patrick segera berhenti dan meminta maaf tanpa debat. Ia akan melihat apakah perubahan itu bertahan.
Malamnya, Patrick mengirim pesan meminta maaf lagi. Cinta menjawab satu kali bahwa ia sudah mendengar dan berharap ia bertanya lain kali. Patrick membalas bahwa ia akan melakukannya. Cinta menutup percakapan. Ia tidak perlu menenangkan Patrick atau meyakinkannya bahwa semuanya baik-baik saja. Ia bisa membiarkan kesalahpahaman kecil selesai dengan tindakan yang lebih baik.
Sebelum berangkat ke taman, Cinta sempat mengirim pesan kepada Patrick bahwa ia ingin berjalan, tetapi tidak nyaman dengan sentuhan mendadak. Patrick menjawab ia mengerti. Ia tidak membuat suasana seolah Cinta sedang memberi peringatan yang berlebihan. Mereka bertemu di pintu masuk dan memulai jalan dengan percakapan ringan.
Ketika tangan Patrick menyentuh punggungnya untuk mengarahkannya melewati kerumunan, Cinta menyebut batasnya. Patrick langsung menarik tangan. Cinta memperhatikan bahwa ia tidak tertawa gugup atau menyalahkannya karena salah paham. Ia meminta maaf dan bertanya apa Cinta ingin beristirahat. Cinta menjawab tidak perlu, ia hanya ingin melanjutkan jalan tanpa disentuh.
Mereka mengobrol tentang pekerjaan dan rencana akhir pekan. Patrick tidak terus-menerus meminta maaf, sehingga Cinta tidak harus menghiburnya. Beberapa menit kemudian, ia merasa tubuhnya kembali rileks. Ia menyadari rasa nyaman dapat pulih jika orang lain benar-benar menghormati permintaan, bukan hanya mengatakan akan melakukannya.
Di kedai, Patrick bertanya apakah Cinta ingin duduk bersebelahan atau berhadapan. Cinta memilih berhadapan karena ingin punya ruang. Patrick mengangguk dan duduk. Mereka makan, kemudian berpisah tepat waktu. Cinta pulang sambil memikirkan perilaku, bukan janji.
Beberapa jam setelah pulang, Cinta memperhatikan bahwa ia masih memikirkan sentuhan itu. Ia tidak ingin menuduh Patrick melakukan sesuatu dengan maksud buruk, tetapi ia juga tidak mau menyebutnya sepele hanya karena ia cepat berhenti. Ia menuliskan urutan kejadian secara singkat: sentuhan, permintaan berhenti, Patrick menarik tangan, lalu meminta maaf. Ia menulis perasaan tubuhnya sebelum dan sesudah.
Keesokan paginya ia membaca catatan itu dan memastikan ia tidak menambahkan motif yang tidak ia ketahui. Ia tidak menulis ‘Patrick ingin mengendalikan’ atau ‘Patrick tidak menghormati,’ sebab ia tidak tahu itu. Ia menulis apa yang terjadi. Catatan tersebut membuatnya dapat membedakan batas yang disampaikan dari kesimpulan tentang karakter seseorang.
Patrick bertanya apakah Cinta ingin membicarakannya. Ia menjawab bahwa ia sudah menyampaikan hal yang perlu disampaikan dan tidak ingin mengulangnya. Patrick membalas bahwa ia mengerti dan akan bertanya sebelum menyentuh. Ia tidak meminta Cinta mengatakan semuanya baik. Cinta mengapresiasi itu dan melanjutkan pekerjaan.
Ia tetap ingin bertemu lagi, tetapi memilih waktu yang tidak terlalu dekat. Ia tidak melakukan itu untuk menghukum Patrick; ia hanya ingin memberi ruang pada dirinya. Ia mengirim tanggal yang cocok dan mereka menyepakatinya. Patrick tidak bertanya kenapa harus menunggu.
Cinta tetap menikmati kencan itu, tetapi ia tidak menganggap permintaan maaf menghapus rasa tidak nyaman. Ia memilih bertemu lagi sesuai keinginannya dan akan menyampaikan jika batas yang sama dilanggar. Ia menutup jurnal dan tidur setelah memeriksa jadwal kerja.
Ia mengingat bahwa batasnya berlaku meski mereka sedang berada di ruang publik dan suasana menyenangkan. Sentuhan kecil tetap perlu ditanyakan jika ia pernah menyampaikan ketidaknyamanan. Ia tidak mempermasalahkan kesalahan itu lebih jauh setelah Patrick memperbaiki sikap, tetapi ia menyimpan pelajaran untuk dirinya: ia boleh berkata berhenti kapan pun.
Cinta menyelesaikan pekerjaannya dan mengirim naskah kepada editor. Setelah itu ia memilih tidak menghubungi Patrick sampai ia selesai makan malam. Ia menyadari ia tidak lagi menjawab pesan hanya karena merasa harus selalu tersedia. Patrick tidak menuntut respons cepat, dan itu membuat hubungan mereka terasa lebih tenang.
Cinta tidak mengirim pesan lagi malam itu. Ia ingin mengingat bahwa rasa nyaman datang dari pilihan yang dihormati, bukan dari permintaan maaf yang berulang. Ia tidur setelah membaca beberapa halaman.
Ia memutuskan kencan berikutnya tetap sesuai keinginannya, bukan sebagai hadiah karena Patrick meminta maaf.
Ia mengirim pesan kepada Patrick bahwa ia menikmati pertemuan, tetapi ingin menyimpan malam itu untuk dirinya sendiri. Patrick membalas bahwa ia mengerti. Cinta tidak merasa harus membalas dengan ajakan baru.
Ia mengunci pintu, menaruh kunci di tempatnya, dan memilih membaca sebelum tidur. Hari itu berakhir tanpa tuntutan baru.
Ia menutup jurnal setelah menulis kesan kencan dan pergi tidur tanpa memikirkan pertemuan berikutnya.
Bila seseorang benar-benar ingin memperbaiki hubungan ini, ia akan memahami bahwa perubahan membutuhkan waktu. Ia dapat menunggu bukti tanpa menghentikan hidupnya sendiri.