Cinta menerima undangan dari Patrick untuk makan malam pada Jumat. Ia ingin bertemu, tetapi jadwal kerja berubah dan ia perlu mengirim revisi kepada editor. Ia mengirim pesan bahwa ia harus membatalkan, lalu menawarkan waktu lain minggu berikutnya. Patrick menjawab bahwa ia mengerti dan tidak perlu menjelaskan. Ia tidak menyindir bahwa Cinta lebih memilih pekerjaan.
Cinta menyelesaikan revisi dan merasa lega bahwa ia tidak harus mengejar makan malam hanya karena sudah direncanakan. Ia mengirim pesan kepada editor bahwa naskah siap dibaca. Setelah itu ia berjalan keluar membeli bahan makanan. Ia menikmati waktu sendiri tanpa khawatir Patrick kecewa.
***
Pada minggu berikutnya mereka bertemu di kafe. Patrick bertanya bagaimana revisi berjalan. Cinta bercerita bahwa ia mengubah beberapa adegan dan mempertahankan akhir yang lebih terbuka. Patrick bertanya apakah ia ingin merayakan setelah naskah disetujui. Cinta mengatakan ia akan memikirkan sesuatu setelah editor memberi kabar.
Patrick menyebut bahwa ia sempat merasa kecewa ketika makan malam dibatalkan, tetapi ia tahu Cinta punya alasan dan tidak ingin menjadikan itu tanggung jawabnya. Cinta berterima kasih karena ia menyampaikan perasaan tanpa menyalahkannya. Mereka berbicara tentang bagaimana menyampaikan kebutuhan: boleh mengatakan kecewa, tetapi tidak boleh membuat pihak lain merasa bersalah untuk mengubah keputusannya.
Cinta mengatakan ini penting baginya karena dulu ia sering merasa harus menenangkan orang lain sebelum mendengarkan dirinya sendiri. Patrick menjawab bahwa ia tidak ingin mengulang pola itu. Cinta tidak menjawab dengan janji bahwa mereka akan berhasil. Ia hanya mengatakan ia menghargai percakapan itu.
Saat pulang, Patrick bertanya apakah Cinta ingin berjalan ke kendaraan bersama. Cinta menjawab iya. Mereka berhenti di persimpangan, berpisah, dan Cinta pulang. Ia merasa kencan itu berjalan baik karena mereka membicarakan hal yang sulit tanpa mengubahnya menjadi janji besar.
Sebelum bertemu kembali, Cinta mengirim kabar bahwa ia perlu membatalkan makan malam. Ia menulis bahwa revisi harus dikirim malam itu dan ia ingin menyelesaikannya tanpa terburu-buru. Patrick membalas bahwa ia mengerti, tetapi ia sempat kecewa karena telah menantikan pertemuan. Ia menambahkan bahwa ia tidak meminta Cinta mengubah keputusan.
Cinta membaca pesan itu dan merasa sedikit bersalah, tetapi tidak membatalkan revisinya. Ia membalas bahwa ia memahami kekecewaan Patrick dan akan menghubunginya setelah tenggat. Patrick menjawab, ‘Semoga lancar.’ Percakapan selesai. Tidak ada sindiran atau pesan panjang yang membuat Cinta harus membuktikan prioritasnya.
Ia menyelesaikan naskah dan mengirimkannya ke editor. Ia merasa lega karena telah menepati komitmennya kepada pekerjaan. Keesokan paginya ia mengirim Patrick pesan bahwa ia ingin menjadwalkan ulang. Mereka memilih waktu pekan depan.
***
Saat bertemu, Patrick menjelaskan bahwa ia sempat merasa kesal, tetapi ia sadar perasaan itu tidak membuat Cinta salah. Cinta berterima kasih karena ia menyampaikan dengan jujur. Ia juga berkata bahwa jadwal kerjanya dapat berubah dan ia akan memberi kabar secepat mungkin. Patrick berkata ia tidak akan menganggap perubahan jadwal sebagai penolakan terhadap dirinya.
Cinta bertanya apakah mereka bisa menyepakati bahwa keduanya boleh mengungkapkan kecewa tanpa meminta pihak lain memperbaiki perasaan itu. Patrick menyetujui. Ia berkata bila ia butuh sesuatu, ia akan memintanya secara langsung. Cinta merasa percakapan itu lebih berarti daripada sekadar ‘tidak apa-apa’ yang menyembunyikan rasa kesal.
Mereka menikmati makan malam dan tertawa. Cinta tidak merasa harus memberi imbalan romantis karena Patrick menerima pembatalan. Mereka pulang terpisah dan sepakat merencanakan kencan berikutnya setelah jadwal kerja Cinta jelas.
Cinta mengatur notifikasi ponsel agar ia dapat bekerja tanpa terus melihat pesan. Ia memberi tahu Patrick bahwa ia akan mematikan notifikasi selama beberapa jam. Patrick membalas bahwa ia tidak perlu memberi penjelasan, tetapi menghargai kabar tersebut. Ia tidak mengirim pesan selama waktu itu.
Saat makan malam dibatalkan, Cinta merasa bersalah karena tahu Patrick menunggu. Ia bertanya apakah ia membatalkan karena sungguh perlu mengerjakan revisi atau karena takut bertemu setelah sentuhan di taman. Ia menjawab bahwa tenggat memang dekat dan ia ingin fokus. Ia tidak sedang menghindari Patrick, namun ia juga tidak harus membuktikan hal itu dengan tetap datang.
Ia mengirim pembatalan dengan cukup waktu dan menawarkan tanggal alternatif. Patrick menjawab ia kecewa tetapi setuju. Cinta menyelesaikan tugasnya, mengirim naskah, lalu tidur. Ia tidak memeriksa ponsel untuk melihat apakah Patrick berubah pikiran.
Ketika mereka akhirnya bertemu, Patrick menyampaikan kecewanya tanpa menyalahkan. Cinta mengatakan ia senang mereka dapat membicarakannya. Ia bertanya apakah Patrick ingin lebih banyak kepastian soal jadwal. Patrick menjawab ia ingin merencanakan lebih awal, tetapi tahu pekerjaan Cinta bisa berubah. Mereka sepakat mencoba membuat rencana dengan pilihan pembatalan yang jelas.
Cinta tidak menjanjikan bahwa ia tidak akan pernah mengubah jadwal. Patrick tidak meminta itu. Mereka tertawa saat membicarakan film yang ingin ditonton, dan suasana menjadi ringan lagi.
Cinta tidak mengubah pembatalan menjadi ujian cinta. Ia mengerjakan revisi, mengirimkannya, lalu menghubungi Patrick saat ia siap membuat rencana baru. Mereka sama-sama dapat merasa kecewa dan tetap saling menghormati.
Setelah makan malam, Cinta bertanya apakah Patrick merasa kesal karena ia membatalkan rencana. Patrick berkata ia kecewa, tetapi ia memahami tenggat itu penting bagi Cinta. Ia tidak meminta kompensasi berupa waktu tambahan. Cinta mengucapkan terima kasih karena ia bisa menyampaikan kecewa tanpa mengubahnya menjadi tuntutan.
Mereka membicarakan cara mengatur jadwal ke depan. Cinta menjelaskan bahwa ia ingin rencana dibuat dengan ruang perubahan, terutama saat tenggat dekat. Patrick berkata ia akan bertanya sebelum memesan sesuatu yang tidak bisa dibatalkan. Kesepakatan itu terasa praktis dan membantu keduanya menghindari salah paham.
Mereka berjalan pulang dan membahas film yang ingin ditonton. Cinta merasa nyaman karena pembicaraan sulit tidak menghabiskan seluruh kencan. Mereka bisa menyelesaikan masalah lalu kembali menikmati malam.
Mereka mengonfirmasi tanggal pengganti dan Cinta menandainya di kalender. Ia kembali bekerja tanpa memikirkan apakah Patrick masih kecewa. Mereka sudah membicarakannya dengan jelas.
Ia mengingat orang-orang yang selama ini mengingatkannya untuk tidak mengecilkan kebutuhan sendiri. Dukungan mereka tidak menggantikan keputusannya, tetapi membuatnya berani menjalankannya.