Cinta memilih kedai yang tenang untuk bertemu Patrick. Ia datang lebih dulu, memesan minuman, lalu menunggu dengan ponsel terbalik di meja. Patrick datang tepat waktu dan bertanya apakah tempat itu sesuai. Cinta mengiyakan. Mereka berbicara sebentar tentang pekerjaan dan naskah sebelum Cinta memulai topik yang ia bawa.
Ia berkata bahwa beberapa hal berubah dalam pikirannya. Ia menikmati persahabatan mereka dan kadang bertanya-tanya apakah ada kemungkinan untuk mencoba berkencan. Namun ia tidak ingin Patrick menganggap itu sebagai janji hubungan. Ia juga tidak ingin mereka melompati percakapan tentang batas yang pernah dilanggar.
Patrick mendengarkan tanpa tersenyum lebar atau menjawab cepat. Ia berkata ia masih memiliki perasaan kepada Cinta, tetapi ia tidak ingin menganggap keterbukaan itu sebagai persetujuan otomatis. Ia bertanya apa yang Cinta maksud dengan ‘mencoba.’ Cinta menjawab bahwa ia ingin satu kencan sederhana, lalu masing-masing boleh memutuskan apakah ingin bertemu lagi.
Cinta menjelaskan bahwa ia tetap ingin mengatur waktu, tempat, dan cara pulang. Ia tidak ingin kejutan, kunjungan tanpa undangan, atau bantuan yang berubah menjadi alasan untuk menuntut kedekatan. Patrick berkata ia mengerti. Ia menambahkan bahwa ia akan bertanya sebelum membuat rencana dan menerima ‘tidak’ tanpa menjadikannya persoalan.
***
Cinta meminta Patrick menjelaskan sendiri apa yang ia pahami dari kesalahan masa lalu. Patrick mengatakan ia pernah mencela hubungan Cinta dengan Charles dan menganggap bahwa kesabarannya memberi hak untuk menunggu sampai Cinta memilihnya. Ia kini menyadari bahwa itu tidak adil. Cinta tidak berutang cinta karena Patrick bertahan atau membantu.
Ia juga mengakui pernah masuk melalui jendela tanpa izin dan membuat Cinta merasa perhatian dapat menembus batas. Ia telah berhenti, dan ia berjanji tidak mengulanginya. Cinta menegaskan bahwa bila mereka berkencan, akses ke rumah tetap hanya lewat undangan langsung. Patrick menyetujui tanpa mencoba meremehkan pentingnya hal itu.
Cinta berkata ia belum memutuskan apakah akan ada kencan kedua. Patrick menjawab bahwa ia tidak meminta jawaban sekarang. Ia bersedia menjalani satu pertemuan sesuai pilihan Cinta dan memahami bila setelahnya Cinta tidak ingin melanjutkan. Jawaban itu membuat Cinta lebih tenang, meski ia tahu konsistensi baru bisa dilihat dari waktu.
Mereka menyepakati kencan pada Sabtu sore. Cinta memilih pameran kecil dan kedai makan yang berdekatan. Mereka akan bertemu di sana dan pulang masing-masing. Patrick bertanya apakah Cinta ingin ia memesan tiket. Cinta berkata ia akan mengurus tiketnya sendiri; Patrick setuju mengurus bagiannya. Tidak ada yang mencoba mengambil alih.
Setelah berpisah, Cinta berjalan pulang sendirian. Ia menulis jadwal kencan di kalender dan menambahkan catatan bahwa ia dapat mengubah pikiran kapan saja. Ia tidak mengirim pesan kepada Anna untuk meminta penilaian. Keputusan itu miliknya. Ia merasa gugup dan sedikit bersemangat, dua hal yang bisa hadir bersamaan.
Cinta menjelaskan bahwa ia ingin mendengar Patrick mengakui bagian yang dulu ia lakukan tanpa mengubahnya menjadi pembelaan. Patrick tidak menyangkal bahwa ia pernah berharap Cinta akan memilihnya dan membiarkan harapan itu memengaruhi cara ia berbicara tentang Charles. Ia berkata ia salah karena memperlakukan kedekatan mereka sebagai tanda bahwa Cinta akhirnya akan membalas perasaannya.
Cinta bertanya apakah Patrick memahami bahwa bantuan yang pernah ia berikan tidak membuatnya berhak atas perhatian atau hubungan. Patrick menjawab iya. Ia mengatakan ia dulu menganggap dirinya sabar, tetapi sekarang melihat bahwa kesabaran itu bukan hadiah jika selalu disertai harapan akan balasan. Cinta mendengarkan dan tidak segera mengatakan bahwa ia memaafkan.
Ia menegaskan lagi bahwa mereka tidak akan tinggal bersama dalam waktu dekat, bahwa rumahnya tidak boleh dikunjungi tanpa undangan, dan bahwa ia tetap akan mengatur waktu sendiri. Patrick mengulang batas itu dengan kata-katanya sendiri untuk memastikan ia memahami: ia harus bertanya, menunggu jawaban, dan menerima penolakan. Cinta menjawab benar.
***
Patrick bertanya apakah Cinta ingin ia menghapus foto atau pesan lama yang mungkin membuatnya tidak nyaman. Cinta mengatakan tidak perlu melakukan sesuatu tanpa diminta; ia sendiri akan mengurus barang pribadinya. Patrick tidak menawarkan mengakses ponsel atau akun apa pun. Mereka sepakat tidak ada alasan berbagi kata sandi atau lokasi.
Cinta juga mengatakan bahwa ia tidak ingin hubungan mereka dibangun sebagai penyelamatan. Ia tidak membutuhkan Patrick melawan Daniel atau membuat keputusan untuknya. Jika mereka berkencan, mereka akan mengenal satu sama lain sebagai dua orang yang setara. Patrick berkata ia menginginkan itu.
Ia masih merasa ragu, dan ia mengatakan demikian. Patrick tidak menjawab bahwa ia akan menunggu selama apa pun. Ia berkata ia ingin mencoba satu kencan jika Cinta menginginkannya, dan ia akan menghormati keputusan setelah itu. Cinta menyukai bahwa ia tidak menjadikan kesediaan menunggu sebagai alat untuk menimbulkan rasa bersalah.
Mereka memilih Sabtu. Cinta akan memesan tiket dan menentukan tempat makan, sedangkan Patrick akan mengurus tiketnya sendiri. Mereka sepakat tidak ada hadiah, kejutan, atau kunjungan ke rumah. Setelah selesai, Cinta berjalan pulang sendiri. Ia merasa lega karena aturan mereka dibicarakan sebelum kencan, bukan setelah ada kesalahpahaman.
Patrick tidak membalas bahwa ia sudah tahu Cinta akhirnya akan memilihnya. Ia hanya berkata bahwa ia senang Cinta mengajaknya berbicara dan akan mendengarkan. Cinta merasakan ketegangan di bahunya sedikit berkurang. Ia ingin mendengar harapan Patrick tanpa menganggap harapan itu kewajiban baginya.
Ia bertanya tentang masa lalu mereka: apakah Patrick berharap Cinta membalas perasaannya ketika ia menolong, dan apakah ia pernah menganggap kedekatan mereka sebagai persetujuan. Patrick menjawab bahwa ia pernah berpikir perhatian dan kesabarannya akan membuat Cinta melihatnya berbeda. Ia mengakui pikiran itu tidak adil karena Cinta tidak pernah menjanjikan hubungan.
Cinta menyebut peristiwa jendela sebagai contoh yang tidak bisa dianggap lucu. Patrick berkata ia menghentikannya jauh sebelum mereka membicarakan kencan, tetapi ia mengerti bahwa Cinta masih perlu memastikan kebiasaan itu tidak kembali. Cinta meminta agar Patrick selalu mengetuk pintu dan menunggu. Patrick berkata ia akan melakukannya, meskipun mereka kelak menjadi pasangan.
Mereka juga membicarakan privasi. Cinta tidak ingin membagikan lokasi atau kata sandi, dan tidak ingin Patrick memeriksa ponselnya. Patrick berkata ia tidak menginginkannya. Cinta menjelaskan bahwa kepercayaan tidak berarti akses tanpa batas. Patrick menerima itu tanpa berkata bahwa pasangan seharusnya saling berbagi semua hal.
Percakapan itu berlangsung hampir satu jam. Ketika waktu habis, Cinta mengatakan ia ingin pulang dan memikirkan pembicaraan mereka. Patrick tidak memintanya memutuskan saat itu. Ia mengucapkan terima kasih karena Cinta jujur. Cinta pulang dengan perasaan lelah, namun lega telah mengatakan semua yang perlu dikatakan.