Naskah Cinta mendekati akhir. Ia menyunting beberapa bab terakhir dan membaca ulang alur tokohnya dari awal. Perjalanan tokoh tersebut terasa lebih masuk akal sekarang: ia tidak diselamatkan seseorang, melainkan membuat pilihan, meminta bantuan saat perlu, dan menerima bahwa beberapa keputusan membutuhkan waktu. Cinta menyimpan versi revisi dan mengirim pesan kepada editor bahwa ia siap membahas penutup.
Keberhasilan itu membuatnya ingin merayakan sesuatu. Ia memikirkan Anna, lalu Patrick. Ia berhenti sebelum mengirim pesan. Ia ingin memahami apakah ia ingin bertemu Patrick karena nyaman sebagai teman atau karena perasaannya mulai berubah. Tidak ada jawaban yang harus ia temukan hari itu. Ia memilih memberi dirinya beberapa jam tanpa menghubungi siapa pun.
Ia berjalan di sekitar kompleks dan memikirkan bulan-bulan terakhir. Patrick telah menghormati permintaannya untuk tidak datang tanpa undangan, menerima penolakan, dan tidak bertindak terhadap Daniel. Namun ada masa ketika ia meremehkan hubungan Cinta dengan Charles dan menganggap dirinya tahu apa yang terbaik. Perubahan belakangan ini penting, tetapi tidak menghapus masa lalu.
Cinta membuka jurnal dan menulis pertanyaan: jika Patrick tidak pernah menyatakan cinta, apakah ia ingin menemuinya? Jawabannya mungkin iya—ia menikmati obrolan dan merasa bisa tertawa bersamanya. Pertanyaan berikutnya: jika mereka berkencan, apakah ia merasa bebas untuk berhenti? Ia ingin memastikan jawabannya juga iya. Ia tidak ingin menjadikan persahabatan sebagai janji romantis.
***
Sore hari, Anna datang untuk mengembalikan buku. Mereka duduk di ruang kerja baru Cinta. Cinta menceritakan ia sedang memikirkan Patrick dan belum tahu apakah ingin mencoba berkencan. Anna bertanya apa yang Cinta inginkan, bukan apa yang menurutnya harus dilakukan. Cinta menjawab ingin berbicara dulu dan melihat apakah ia merasa nyaman.
Anna mengingatkan bahwa ketertarikan tidak harus berarti keputusan besar. Cinta bisa mengajak Patrick berbicara, menetapkan batas, lalu memikirkan lagi. Namun ia tidak perlu berkencan hanya karena Patrick sudah lama mencintainya atau pernah membantunya. Cinta mengangguk. Itulah yang ingin ia pastikan.
Setelah Anna pulang, Cinta menyiapkan makan malam dan menulis pesan kepada Patrick: ia ingin berbicara tentang hubungan mereka dan apa yang ia rasakan, jika Patrick bersedia. Ia tidak menyebut ‘kencan’ agar percakapan itu tetap terbuka. Patrick membalas ia bersedia dan bertanya kapan Cinta nyaman. Cinta memilih dua hari lagi.
Ia menaruh ponsel dan merasa gugup, tetapi bukan karena terdesak. Ia yang memulai percakapan dan menentukan waktunya. Ia berencana mengatakan bahwa ia mungkin tertarik, namun belum ingin membuat janji. Ia tidur dengan perasaan belum selesai, tetapi jelas.
Ia menulis dua kolom kecil di jurnal: hal yang membuatnya tertarik dan hal yang masih ia waspadai. Di kolom pertama ada humor Patrick, kesamaan minat mereka, dan kesediaannya menerima batas belakangan ini. Di kolom kedua ia menulis kebiasaan lama Patrick meremehkan Charles, penggunaan jendela tanpa izin, dan kemarahannya kepada Daniel. Ia tidak menghapus satu kolom demi yang lain.
Ia bertanya kepada dirinya apakah keinginannya bertemu Patrick akan tetap ada jika ia tidak merasa kesepian. Ia memikirkan minggu-minggu terakhir: ia menikmati waktu sendiri, berhasil menyelesaikan revisi, dan bertemu Anna. Ia tidak merasa perlu mencari pasangan untuk mengisi ruang kosong. Ketertarikan itu tampaknya memang datang dari rasa ingin tahu, bukan kebutuhan untuk segera mengganti Charles.
Namun ia tetap tidak ingin terburu-buru. Ia menulis bahwa satu percakapan dapat menjadi cara menguji apakah mereka mampu berbicara dengan jujur. Ia tidak akan menjanjikan kencan sebelum mendengar bagaimana Patrick memahami perubahan yang dibutuhkan. Setelah selesai menulis, ia menyimpan jurnal dan menyiapkan makan malam.
Anna datang keesokan harinya membawa buku yang dipinjamnya. Cinta menjelaskan bahwa ia ingin mengajak Patrick berbicara. Anna bertanya apakah Cinta ingin ia memberi pendapat atau hanya mendengar. Cinta memilih didengarkan. Ia mengatakan ia tidak ingin dituduh membuat pilihan karena Patrick telah menunggunya. Anna menjawab bahwa waktu tunggu Patrick tidak menjadi utang Cinta.
Setelah percakapan itu, Cinta merasa lebih mantap untuk mengirim pesan. Ia tidak tahu hasilnya, tetapi ia tahu tujuan pembicaraan: menyampaikan rasa tertarik sambil mempertahankan kebebasan memilih. Ia mengatur waktu dua hari lagi dan menutup ponsel. Ia tidak menghabiskan malam menyusun kalimat sempurna; ia akan berbicara dengan kata-kata sendiri.
Ia membuka kalender dan memastikan percakapan dengan Patrick tidak membuat pekerjaan atau janji lain terdesak. Waktu yang dipilih cocok baginya. Ia juga memutuskan bahwa pertemuan akan berlangsung di tempat umum, bukan di rumahnya, karena ia ingin pembicaraan itu berdiri sendiri tanpa menyiratkan undangan ke ruang pribadinya.
Ia menyusun beberapa kalimat pembuka, lalu menghapusnya. Ia tidak ingin terdengar seolah sedang menawarkan hadiah setelah Patrick menunggu lama. Ia ingin mengatakan bahwa perasaannya mungkin berubah, tetapi ia belum menetapkan hubungan. Jika Patrick menginginkan kepastian saat itu, ia tetap boleh menolak.
Anna mengingatkan bahwa Cinta tidak perlu menyebut keputusan Charles sebagai alasan. Cinta menjawab ia tidak akan melakukannya. Ia dan Charles berpisah karena arah hidup mereka berbeda; Patrick tidak menjadi penentu. Anna berkata itu terdengar jujur. Mereka berbicara soal rencana makan akhir pekan dan menutup percakapan.
Malamnya Cinta mengirim pesan kepada Patrick memastikan pertemuan akan berlangsung di kedai. Ia bertanya apakah ia punya waktu sekitar satu jam. Patrick setuju dan tidak menanyakan mengapa Cinta membatasi waktu. Ia menyimpan pesan itu lalu memeriksa naskah. Rasa gugupnya tetap ada, tetapi ia tahu ia dapat mengakhiri obrolan kapan saja.
Ia merapikan ruang kerjanya sebelum tidur dan menaruh kalender terbuka pada halaman minggu depan. Pertemuan dengan Patrick berada di satu kotak kecil, sementara pekerjaan dan rencana pribadi memenuhi halaman lain. Ia ingin ingat bahwa percakapan itu bagian dari hidupnya, bukan keseluruhan hidupnya.
Sebelum tidur, Cinta menulis waktu pertemuan di kalender dan tetap membiarkan ruang kosong di sekitarnya. Ia tidak ingin seluruh harinya berputar pada percakapan itu. Ia menyimpan jurnal, lalu membaca beberapa halaman novel lain untuk menenangkan pikiran.
Ia memilih bergerak perlahan namun jelas. Bila ada yang perlu diperbaiki, ia akan memperbaikinya lewat tindakan, bukan lewat janji yang mudah diucapkan.