Hari itu Cinta menerima pesan pengacara bahwa belum ada perkembangan baru. Ia menyimpan kabar itu tanpa kecewa. Ia sudah mengetahui proses mungkin memakan waktu, dan ia tidak ingin menjadikan setiap minggu tanpa hasil sebagai kekalahan. Ia memutuskan pergi ke toko buku dan membeli jurnal kedua untuk ide cerita.
Di toko, ia bertemu seorang kenalan lama yang menanyakan kabar. Cinta menjawab bahwa ia sedang bekerja dan tinggal di tempat baru. Ia tidak menceritakan kejadian dengan Daniel. Kenalan itu tidak bertanya lebih lanjut. Percakapan ringan tersebut membuatnya menyadari bahwa ia dapat memilih bagian hidup mana yang dibagikan.
***
Sore hari, Cinta berjalan pulang sambil membawa buku dan jurnal. Ia berhenti membeli makanan dan menyapa penjaga toko. Ia merasa hari itu biasa, dan kebiasaan itu menjadi hadiah kecil. Ia tidak harus membicarakan proses hukum untuk menganggapnya tetap penting.
Di rumah, ia membuka jurnal baru dan menulis tentang seorang perempuan yang tidak ingin membalas luka dengan luka. Ia tidak membuat tokoh itu memaafkan semua orang atau melupakan kejadian. Tokoh itu hanya membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan berikutnya. Cinta menyadari ia sendiri sedang melakukan hal serupa.
Anna menelepon dan bertanya apakah Cinta ingin datang ke rumahnya akhir pekan. Cinta memilih mengundang Anna ke rumah barunya. Anna bertanya apakah ia perlu membawa sesuatu. Cinta meminta makanan ringan dan tidak ada hadiah. Mereka merencanakan waktu.
Patrick mengirim pesan bahwa ia melihat sebuah rak buku yang mungkin cocok untuk ruang kerja Cinta. Ia mengirim foto dan menanyakan apakah ia ingin tautan. Cinta menjawab boleh. Patrick mengirimnya tanpa menawarkan untuk membelikan. Cinta menyukai rak itu, tetapi memutuskan menunggu sampai bulan berikutnya sebelum membeli.
Malam itu, Cinta membuka folder perkara dan memastikan semua salinan tersimpan. Ia tidak menambahkan apa pun. Ia mematikan komputer dan duduk membaca. Ketika ponselnya menyala dengan pesan dari pengacara, ia memilih membacanya setelah selesai satu bab. Tidak ada keadaan darurat.
Sebelum tidur, ia menulis bahwa bagian Daniel menjadi tanggung jawab Daniel. Bagian proses menjadi urusan yang ia tangani dengan bantuan profesional. Bagian hidupnya—rumah, pekerjaan, teman, dan pilihan—tetap miliknya. Ia tidak mengharapkan hukuman tertentu untuk merasa utuh. Ia hanya ingin fakta dicatat dan tidak ingin kekerasan itu disapu seolah tidak pernah terjadi.
Ia menutup jurnal dan menaruhnya di meja kerja. Esok ia akan sarapan bersama Anna dan mungkin melanjutkan naskah. Ia tidak tahu kapan proses selesai, tetapi ia telah memilih cara menjaga dirinya sepanjang jalan. Itu bukan seluruh akhir cerita, tetapi cukup untuk membuka hari berikutnya.
Cinta memeriksa kabar dari pengacara sekali lagi setelah makan siang. Tidak ada perkembangan baru. Ia mengarsipkan pesan dan menghapus pengingat yang tidak perlu dari kalender. Jika ada kabar, ia akan menerima pemberitahuan. Ia tidak ingin membuka kotak masuk setiap jam hanya untuk memastikan tidak ada apa-apa.
Ia menghabiskan sore di toko buku dan menemukan kumpulan esai yang menarik. Ia membeli buku itu lalu duduk di kafe untuk membaca. Di salah satu halaman, ia menandai kalimat tentang bagaimana kehidupan berjalan bersamaan dengan persoalan yang belum selesai. Ia tidak menganggapnya sebagai jawaban, tetapi kalimat itu menemani pikirannya.
***
Anna menelepon malam hari dan mengundangnya makan pada akhir pekan. Cinta setuju dan memilih tempat yang tidak ramai. Mereka membicarakan menu dan jadwal. Cinta menyadari ia masih bisa merencanakan masa depan dekat tanpa mengetahui kapan proses dengan Daniel berakhir.
Patrick mengirim foto rak buku yang pernah ia rekomendasikan. Cinta menjawab bahwa ia belum membeli karena ingin menyelesaikan anggaran bulan ini. Patrick mengatakan itu keputusan yang baik dan tidak menawarkan membayari. Cinta menghargai bahwa ia tidak mengubah hubungan menjadi penyedia bantuan finansial.
Ia membuka jurnal dan menulis: ‘Aku tidak menunggu putusan untuk mulai merasa aman.’ Ia tahu keselamatan tidak selalu bisa dipastikan sepenuhnya, tetapi ia telah memilih rumah, batas komunikasi, dan dukungan. Ia dapat membuat langkah-langkah itu sekarang.
Sebelum tidur, ia memeriksa kunci sekali dan meletakkan buku di samping tempat tidur. Ia tidak tahu kabar apa yang akan datang esok. Untuk saat ini, ia ingin membaca satu bab dan tidur. Hidupnya tidak berhenti selama proses berjalan; ia terus memilih hal-hal kecil yang menjadi miliknya.
Ia menghabiskan hari berikutnya tanpa membuka folder perkara sampai siang. Ia menyunting dua halaman dan mengirim balasan kepada editor. Setelah itu ia melihat pesan pengacara yang mengatakan belum ada kabar. Ia mengarsipkannya dan melanjutkan hari.
Cinta menyadari ia tidak perlu merasakan optimisme besar setiap saat. Ia cukup menjalani hal yang bisa ia lakukan dan meminta informasi bila perlu. Ia memasak makan malam, menelepon Anna untuk membuat rencana, lalu membaca buku yang baru dibelinya.
Sebelum tidur, ia meletakkan ponsel jauh dari bantal. Ia tidak menunggu pesan dari pengacara atau Patrick. Ia tahu mereka bisa menghubunginya jika perlu, dan ia akan membalas pada waktu yang ia pilih. Ia tertidur dengan kehidupan sehari-hari yang tetap berjalan.
Ia mematikan lampu ruang kerja dan menyimpan buku di samping tempat tidur. Tidak ada keputusan besar yang menantinya esok. Ia akan bangun, sarapan, dan menulis. Kesederhanaan itu cukup menjadi akhir hari yang baik.
Ia membuat teh dan memilih buku untuk dibaca sebelum tidur. Hari itu tidak memberi jawaban baru, tetapi tetap memiliki hal-hal menyenangkan yang dapat ia ingat.
Ia menutup percakapan dengan Patrick dan kembali pada pekerjaannya sendiri.
Cinta menyiapkan kopi, membuka jendela, dan mengerjakan satu halaman sebelum mulai bekerja.
Ia mematikan lampu setelah menyimpan buku di meja samping.
Ia pulang sesuai rencana, menyimpan ponsel, dan menikmati malam yang tenang.
Ia menyimpan salinan dengan tanggal yang benar dan menandai folder selesai.
Ia mematikan lampu setelah membaca dan tidur dengan ponsel dalam mode senyap.
Ia membaca dua halaman lagi sebelum tidur, menikmati cerita yang tidak berkaitan dengan urusan hukumnya.
Menjelang akhir pekan, Daniel menyetujui secara tertulis bahwa ia bertanggung jawab atas biaya barang yang rusak dan tidak akan menghubungi Cinta langsung. Penggantian akan dilakukan melalui pengacara setelah daftar serta nilai diperiksa. Bagian terkait pemukulan petugas masih berjalan dan belum ada putusan. Cinta meminta agar persetujuan awal itu tidak dianggap sebagai penyelesaian seluruh perkara.
Ia membaca dokumen dan menandai bagian yang belum jelas. Pengacara menjelaskan bahwa ia dapat meminta perubahan sebelum menandatangani. Cinta meminta waktu satu hari. Ia tidak merayakan sebelum tahu apa yang disepakati, dan tidak menarik laporan. Tanggung jawab harus nyata, bukan kalimat yang dikirim untuk mengakhiri percakapan.