Pengacara menelepon pada siang hari setelah mengirim jadwal. Ada permintaan untuk mengonfirmasi satu bagian dari dokumentasi, tetapi belum ada keputusan akhir. Cinta dapat memilih menjawab tertulis atau membuat janji untuk membahasnya. Ia memilih tertulis, sebab pertanyaannya sederhana dan ia ingin menyimpan salinan.
Ia meminta pengacara mengirim pertanyaan secara spesifik. Setelah menerimanya, ia menjawab berdasarkan catatan dan menyatakan bagian yang ia tidak tahu. Ia tidak menambahkan kesimpulan tentang Daniel atau petugas keamanan. Ketika selesai, ia menyimpan salinan jawaban di folder. Ia merasa lebih nyaman ketika setiap langkah memiliki bentuk jelas.
Sore itu ia menyelesaikan revisi novel. Editor memuji perkembangan tokoh dan meminta satu adegan tambahan. Cinta menerima catatan tersebut dan mulai mengerjakannya. Pekerjaan terasa kembali hidup, meskipun perkara masih berjalan. Ia membiarkan dirinya bersemangat tentang cerita tanpa merasa itu tidak pantas.
***
Patrick mengirim pesan menanyakan apakah Cinta ingin makan malam. Cinta menjawab ya, tetapi meminta mereka bertemu di dekat kedai dan pulang sebelum larut. Patrick menyetujui. Ketika mereka duduk, Cinta menceritakan bahwa ia menjawab beberapa pertanyaan tertulis dari pengacara. Patrick bertanya apakah ia ingin pendapatnya. Cinta mengatakan tidak; ia hanya ingin berbagi kabar.
Patrick mendengarkan dan tidak menawarkan untuk menghubungi siapa pun. Ia menyebut bahwa ia masih marah kepada Daniel, namun ia tahu kemarahan itu bukan arahan untuk bertindak. Cinta mengatakan ia menghargai sikap tersebut. Ia tidak meminta Patrick berhenti merasakan sesuatu, hanya tidak bertindak atas nama dirinya.
Mereka berbicara tentang hal lain. Patrick menceritakan proyek kerja, sementara Cinta menjelaskan ide baru untuk novelnya. Pertemuan itu terasa nyaman, namun tidak mengubah status mereka. Cinta tidak melihat dirinya harus segera memberi label baru pada persahabatan tersebut.
Saat berpisah, Patrick bertanya apakah ia ingin berjalan bersama sampai halte. Cinta menjawab tidak, ia akan pulang sendiri. Patrick berkata baik dan menunggu sampai Cinta memesan kendaraannya dari jarak beberapa langkah, tanpa ikut masuk atau memaksa. Cinta merasa aman dan berterima kasih sebelum berangkat.
Di rumah, ia memikirkan bahwa proses meminta pertanggungjawaban tidak harus penuh kemarahan. Ia dapat menjawab pertanyaan dengan fakta, menjaga batas, dan menunggu kabar. Jika suatu hari ada hasil, ia akan membaca dan mempertimbangkannya. Ia tidak akan menjadikan hasil itu ukuran nilai dirinya atau syarat agar dapat bahagia.
Sebelum berangkat, Cinta menulis tiga hal yang ingin ia sampaikan kepada Patrick jika pembicaraan tentang Daniel muncul: ia tidak meminta pembalasan, ia ingin fakta dicatat, dan ia memilih sendiri siapa yang menemaninya dalam proses. Ia tidak berencana membacakan daftar tersebut, tetapi menuliskannya membantu ia tidak terseret oleh kemarahan Patrick.
Mereka bertemu di restoran. Patrick bertanya lebih dulu apakah Cinta ingin berbicara tentang urusan resmi atau ingin mengalihkan pikiran. Cinta menjawab ia ingin menyebut bahwa ia telah menjawab klarifikasi tertulis, tetapi tidak ingin membahas detail. Patrick menerima itu dan tidak bertanya apa isi dokumen.
Ia mengatakan ia merasa marah setiap kali memikirkan Daniel, tetapi sadar ia tidak berhak bertindak. Cinta berkata ia tidak bisa mengatur apa yang Patrick rasakan; yang ia minta adalah ia tidak menjadikan perasaan itu tindakan terhadap Daniel. Patrick menjawab bahwa ia akan menghormati batas tersebut.
***
Setelah itu mereka bicara tentang pekerjaan dan musik. Cinta menyadari suasana makan malam terasa lebih ringan ketika mereka tidak terus membicarakan perkara. Ia masih memperhatikan bahwa Patrick mengubah topik sesuai permintaannya, dan ia menghargai itu tanpa membuat janji baru.
Di akhir malam, Patrick bertanya apakah Cinta ingin berjalan bersamanya ke kendaraan. Ia mengiyakan. Mereka berjalan dengan jarak nyaman. Saat tiba, Patrick tidak mencoba memeluknya; ia hanya bertanya apakah ia ingin. Cinta menjawab tidak malam itu. Patrick berkata baik dan mereka berpamitan.
Di rumah, Cinta menulis bahwa batas dapat diuji dalam percakapan kecil, bukan hanya saat ada bahaya besar. Patrick menerima penolakan pelukan dan tidak menunjukkan rasa tersinggung. Ia mencatat hal itu sebagai pengalaman baik. Ia juga ingat ucapan sebelumnya tentang membalas Daniel. Kedua hal itu tetap menjadi bagian dari gambaran yang ia nilai.
Ia tidak perlu memutuskan apakah hubungan mereka layak sekarang juga. Ia dapat terus berbicara jika nyaman dan menjauh jika tidak. Ia mematikan lampu dan tidur tanpa meminta Anna menilai kencan itu.
Cinta mengatakan pada Patrick bahwa ia ingin menikmati makan malam tanpa membahas Daniel lebih jauh. Patrick menyetujui. Mereka kemudian membicarakan pekerjaan dan buku. Cinta menyadari ia bisa mengarahkan topik dan tidak takut Patrick akan menuduhnya menghindari masalah.
Saat Patrick menyebut bahwa ia tetap tidak suka Daniel, Cinta menjawab ia tidak meminta Patrick menyukai Daniel. Ia hanya meminta ia tidak bertindak. Patrick berkata ia paham. Mereka membiarkan topik itu selesai dan memesan hidangan penutup.
Perjalanan pulang berlangsung singkat. Cinta memilih berjalan sendiri dan Patrick tidak ikut di belakangnya. Ia menunggu sampai kendaraannya datang dari tempat ia berdiri, lalu mengucapkan selamat malam. Cinta merasa batasnya dihormati tanpa harus diulang.
Saat sampai di rumah, ia merasa nyaman karena malam berjalan sesuai rencana. Ia tidak perlu memberi Patrick hadiah atau memperpanjang kunjungan untuk menunjukkan bahwa ia menghargai sikapnya. Ia cukup mengucapkan terima kasih dan kembali pada rutinitasnya.
Ketika mereka berpisah, Patrick tidak meminta Cinta mengirim kabar setelah tiba. Cinta tetap mengirim pesan karena ingin, bukan karena diminta. Patrick mengucapkan terima kasih dan tidak menambah tuntutan.
Ia mengirim pesan kepada Anna bahwa ia sudah tiba dan berterima kasih atas hari itu. Anna membalas singkat. Cinta meletakkan ponsel dan membiarkan percakapan berakhir tanpa perlu ditambah.
Ia mengakhiri malam dengan membaca, bukan menunggu telepon.
Ia menaruh cangkir di wastafel dan menyiapkan pakaian untuk esok. Malam itu ia ingin beristirahat.
Ia menaruh kunci di mangkuk, mengganti pakaian, lalu membuat teh. Hari itu berjalan seperti yang ia rencanakan. Ia merasa senang dapat menghabiskan malam tanpa membahas urusan hukum.
Balasan Daniel datang melalui pengacara. Ia bersedia membicarakan penggantian kerusakan, tetapi meminta Cinta mempertimbangkan kembali laporan dan berhenti menyimpan salinan pesan. Cinta menolak syarat itu. Ia menulis bahwa penggantian barang tidak mengubah fakta penyerbuan atau pemukulan, dan ia akan tetap menyimpan catatan yang relevan.
Pengacara menyampaikan penolakan tersebut. Cinta tidak meminta hukuman tertentu; ia hanya tidak akan menukar keterangannya dengan uang. Ia ingin proses berjalan berdasarkan fakta dan tidak ingin Daniel memakai urusan biaya untuk mendapatkan komunikasi pribadi.