Beberapa hari setelah Cinta memperpanjang sewa, sebuah pesan dari Daniel sampai melalui jalur yang telah ditetapkan. Ia meminta Cinta mempertimbangkan kembali ke apartemen lama dan mengatakan perubahan kunci seharusnya cukup. Ia juga menyebut bahwa ia ingin ‘mengakhiri masalah’ dengan berbicara langsung. Cinta membaca pesan itu di layar ponselnya, lalu menaruhnya di meja tanpa membalas.
Ia merasa marah karena Daniel kembali menyamakan perubahan kunci dengan rasa aman. Namun ia tahu ia tidak perlu menjelaskan seluruh alasan. Ia meneruskan pesan itu kepada pengacara dan meminta agar komunikasi langsung tetap dihentikan. Ia ingin semua hal administratif melalui jalur tertulis.
Pengacara membalas bahwa pesan diterima dan akan dicatat. Ia meminta Cinta tidak menanggapi Daniel secara pribadi. Cinta menjawab bahwa ia tidak akan melakukannya. Ia menyimpan salinan pesan sesuai saran, lalu mematikan notifikasi sampai sore. Ia tidak ingin satu pesan membuatnya kehilangan seluruh hari.
***
Cinta berjalan ke kedai dan membuka laptop. Ia mengerjakan dua halaman naskah, lalu mengirimkannya kepada editor. Pikirannya sesekali kembali pada kalimat Daniel, tetapi ia menuliskan respons yang tidak akan dikirim: kunci baru bukan alasan untuk kembali, dan ia tidak bersedia bicara langsung. Setelah menulis, ia menutup catatan. Pesan itu ditujukan untuk mengeluarkan pikiran, bukan menjadi jalan komunikasi.
Anna menelepon setelah Cinta memberitahu bahwa Daniel menghubungi lagi. Cinta meminta Anna mendengarkan tanpa menyarankan ia menghubungi Daniel. Anna menyanggupi. Cinta membacakan isi pesan yang relevan, lalu menyebut ia sudah meneruskannya kepada pengacara. Anna bertanya apakah Cinta merasa aman di unit sementara. Cinta menjawab iya untuk saat ini dan akan mengabari jika berubah.
Mereka sepakat tidak membahasnya lebih jauh malam itu. Anna mengajak Cinta membicarakan rencana makan dan cerita yang sedang dibaca. Cinta merasa lega karena ia tetap punya kendali atas percakapan. Ia mengakhiri telepon ketika ingin beristirahat.
Sore harinya, pengacara menyatakan Daniel telah diberi tahu bahwa Cinta tidak akan menanggapi permintaan pribadi. Jika ada urusan mengenai apartemen, ia perlu menyebutkan secara spesifik dan memakai jalur yang sama. Cinta menyimpan konfirmasi tersebut. Ia tidak menganggapnya sebagai akhir semua masalah, tetapi ia tidak perlu mengirim penjelasan tambahan.
Ia meninjau kembali kontrak sewa sementara dan memastikan pembayaran berikutnya sudah dijadwalkan. Ia tidak ingin menunda hanya karena pesan Daniel membuatnya ragu. Keputusan untuk tinggal di tempat sementara dibuat setelah melihat apartemen lama dan menghitung biaya. Pesan baru itu tidak memberinya alasan untuk mengubah keputusan.
Malamnya, ia menyiapkan teh dan duduk membaca. Ia merasakan marah dan takut, tetapi keduanya tidak mengatur tindakannya. Ia telah meneruskan pesan melalui jalur yang disepakati, menjaga privasi, dan kembali pada malamnya. Ia mengunci pintu dan menaruh ponsel di meja.
Cinta menerima pesan dari Daniel melalui pengacara beberapa hari kemudian. Ia meminta Cinta kembali ke apartemen lama dan menulis bahwa kunci telah diganti serta perbaikan berjalan. Ia juga mengatakan ia ingin ‘mengakhiri semuanya’ dan meminta Cinta tidak mempertahankan sikap keras. Pesan itu membuat Cinta kesal karena keputusan rumahnya diperlakukan seolah menjadi sesuatu yang bisa Daniel atur.
Ia membaca pesan sekali lagi dan memastikan tidak ada informasi praktis yang mendesak. Ia tidak menjawab Daniel langsung. Ia meneruskan pesan kepada pengacara dan menulis bahwa ia sudah memutuskan memperpanjang tempat sementara. Ia meminta agar Daniel diberi tahu bahwa ia tidak akan kembali sekarang dan tidak ingin menerima tekanan pribadi.
Pengacara membalas bahwa pesan telah dicatat. Ia menyarankan agar urusan perbaikan apartemen dipisahkan dari keinginan Daniel untuk bertemu. Cinta setuju. Ia tidak ingin kata ‘perbaikan’ menjadi alat untuk memaksa kembali.
***
Ia menghubungi pengelola apartemen lama dan meminta informasi tertulis tentang jadwal perbaikan serta siapa yang akan memberi kabar. Ia tidak meminta pengelola menjamin Daniel tidak akan mendatangi gedung, sebab hal itu bukan hal yang bisa dijamin. Ia hanya ingin tahu akses ke unit dan langkah administratif yang tersedia.
Setelah menerima jawaban, Cinta menyimpannya dan menambah catatan di kalender untuk meninjau ulang dalam beberapa minggu. Ia tidak akan membuat keputusan baru hanya karena satu pesan Daniel. Ia juga tidak akan membiarkan pesan itu menggantikan penilaian dirinya saat mengunjungi unit.
Anna menelepon dan bertanya bagaimana keadaan Cinta setelah menerima pesan. Cinta berkata ia marah, tetapi ia sudah meneruskannya kepada pengacara. Anna menawarkan menemani malam itu. Cinta memilih sendiri dan Anna mengakhiri panggilan tanpa mendesak.
Cinta menyeduh teh dan membuka naskah. Ia menulis selama empat puluh menit sebelum berhenti. Ia merasa lebih baik ketika menyelesaikan hal yang ia pilih. Tidak ada balasan lain dari Daniel. Ia mematikan notifikasi surel dan menyelesaikan malam dengan membaca.
Cinta membaca ulang pesan Daniel dan menandai bagian yang berupa permintaan pribadi. Ia meneruskan seluruh pesan kepada pengacara, tetapi meminta hanya pertanyaan praktis yang dijawab. Ia tidak ingin Daniel mengira bahwa pembaruan kunci atau perbaikan berarti Cinta akan kembali.
Pengacara mengonfirmasi bahwa batas tersebut akan disampaikan. Cinta menyimpan pesan dan mengatur waktu satu jam untuk memeriksa email resmi, setelah itu ia menutupnya. Ia ingin bisa bekerja dan mengurus rumah tanpa membaca pesan yang sama berulang kali.
Ia menulis kepada Anna bahwa ia telah menolak tekanan tersebut. Anna membalas bahwa Cinta boleh memilih sendiri kapan ingin bercerita lebih banyak. Mereka kemudian membicarakan rencana makan siang. Cinta merasa hidupnya tetap memiliki hal-hal yang akan datang.
Ia menghapus notifikasi surel selama beberapa jam setelah mengirim pesan. Ia tahu setiap kali nama Daniel muncul, pikirannya mudah kembali pada malam penyerbuan. Jeda itu membantunya menyelesaikan pekerjaan sebelum membaca kabar lain.
Ia memastikan jawaban kepada pengacara hanya berisi soal tempat tinggal dan tidak membuka kembali pembicaraan pribadi dengan Daniel. Setelah itu ia kembali pada rutinitasnya.
Ia menegaskan tidak akan membalas pesan pribadi dan meminta pengacara mencatatnya. Ia tidak mengirim Daniel penjelasan baru.
Ia menimbang kembali urutan kejadian sebelum menarik kesimpulan. Dengan begitu, emosi sesaat tidak berubah menjadi alasan untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.