Konfirmasi perpanjangan sewa masuk ke email. Cinta membacanya dan memeriksa angka, tanggal, serta kewajibannya. Semuanya sesuai. Ia menyimpan dokumen di folder rumah dan mencetak satu salinan. Keputusan itu tidak membuat apartemen lama hilang; ia hanya memilih tidak kembali untuk sementara.
Ia mengatur jadwal kerja di unit sementara dan menaruh buku-buku yang paling sering ia pakai di rak dekat meja. Ruang itu kecil, namun ia sudah hafal tempat setiap barang. Ia tidak membeli dekorasi atau furnitur mahal karena masa tinggalnya masih dapat berubah. Ia ingin membuatnya nyaman dengan barang yang sudah dimiliki.
Patrick mengirim pesan menawarkan bantuan memasang rak. Cinta menjawab bahwa ia belum memutuskan apakah perlu rak tambahan dan tidak ingin ada kunjungan hari itu. Patrick membalas ia mengerti. Ia tidak datang membawa alat atau makanan tanpa undangan. Cinta merasa lebih tenang saat pilihannya diterima tanpa negosiasi.
***
Anna datang pada Sabtu sore setelah Cinta mengundangnya. Cinta menunjukkan foto apartemen lama dan menjelaskan bahwa ia telah memilih satu bulan lagi di unit sementara. Anna bertanya apakah Cinta masih ingin kembali suatu hari. Cinta menjawab mungkin, setelah perbaikan dan setelah ia merasa siap, tetapi ia tidak ingin memaksa keputusan sekarang.
Anna berkata pilihan sementara itu terdengar masuk akal. Cinta menegaskan ia tidak ingin orang-orang membicarakan sewa itu sebagai bukti ia kalah atau lari. Ia pergi karena Daniel tahu alamat dan karena ia ingin merasa aman. Ia dapat meninjau ulang kapan saja. Anna setuju untuk tidak menyebutnya begitu.
Mereka makan bersama dan berbicara tentang pekerjaan. Cinta menunjukkan ruang kerja dan satu kotak yang baru ia bongkar. Anna bertanya sebelum membantu menata buku. Cinta meminta ia menaruh beberapa buku di rak, lalu memilih sendiri susunannya. Hal kecil itu membuat Cinta merasa rumahnya bukan proyek orang lain.
Setelah Anna pulang, Cinta mengunci pintu dan memeriksa kunci sekali. Ia tidak mengulang pemeriksaan berkali-kali. Ia membuat teh, duduk di meja, dan menulis. Tempat itu bukan apartemen impian, tetapi ia memilihnya karena ia dapat membayar, bekerja, dan tidur di sana.
Sebelum tidur, ia menandai tanggal untuk meninjau kembali pilihannya. Ia menulis bahwa keputusan satu bulan tidak perlu berlaku selamanya. Ia menyimpan salinan kontrak, meletakkan kunci di mangkuk dekat pintu, dan mematikan lampu. Ia tinggal di tempat yang ia pilih sendiri, tanpa menerima rumah sebagai hadiah yang mengikatnya pada Patrick.
***
Cinta menerima konfirmasi perpanjangan sewa dan menandatangani dokumen dengan tenang. Ia menyimpan salinan dan mengirim bukti pembayaran. Ia tahu keputusan itu berlaku satu bulan, bukan selamanya. Setelah masa tersebut, ia dapat menilai kembali apartemen lama, biaya, dan perasaannya. Untuk sekarang, ia telah memilih tinggal di tempat yang membuatnya bisa bekerja dan tidur.
Ia mengemas beberapa barang dari kotak yang baru dibawa, menaruh buku kerja di rak, lalu menempatkan dokumen penting di laci. Ia tidak membeli furnitur baru karena belum tahu berapa lama akan tinggal. Ia mengatur ruang sesuai kebutuhan sekarang, bukan menunggu kepastian sempurna.
Anna datang setelah diundang untuk makan malam. Cinta menunjukkan daftar tentang apartemen lama dan menjelaskan keputusannya. Anna bertanya apakah Cinta ingin dibantu saat perlu kembali memeriksa unit. Cinta menjawab mungkin nanti, tetapi ia akan meminta jika waktunya tiba. Anna tidak menawarkan hadir tanpa diminta.
***
Patrick mengirim pesan menanyakan apakah Cinta ingin ia datang membantu memasang rak kecil. Cinta menjawab belum perlu dan berterima kasih. Patrick menerima jawaban itu. Ia tidak datang membawa alat atau mencoba mengubah permintaan bantuan menjadi kunjungan. Cinta merasa lega karena ia bisa memilih bantuan pada waktu yang tepat.
Ia berjalan ke jendela dan melihat jalan yang mulai gelap. Unit sementara tidak sempurna, tetapi ia tahu jalan pulang dan tempat membeli makan. Ia tidak merasa harus mengundang Patrick untuk menjadikan tempat itu rumah. Ia dapat menikmati ruang sendiri dan membiarkan hubungan berjalan terpisah dari keputusan sewa.
Malam itu ia mengisi kalender dengan waktu menulis, membayar tagihan, dan istirahat. Ia mencatat tanggal untuk meninjau ulang kontrak sebulan kemudian, bukan sebagai tekanan tetapi pengingat. Ia ingin keputusan berikutnya dibuat dengan informasi yang cukup.
Sebelum tidur, Cinta memeriksa pintu dan mengatur kunci sesuai kebiasaannya. Ia mengingat apartemen lama, tetapi tidak merasa bersalah karena belum kembali. Ia telah melihat kondisinya, tahu akses lama sudah diganti, dan tetap memilih unit sementara karena alamat lama masih diketahui Daniel serta kenangan di dalamnya masih berat. Itu bukan keputusan pengecut. Itu keputusan tentang apa yang ia sanggupi sekarang.
Ia meletakkan ponsel dan membaca beberapa halaman novel. Besok ia akan menulis dan menjalani rutinitas seperti biasa. Satu bulan lagi, ia bisa menilai ulang. Malam itu cukup baginya untuk tahu bahwa tempat tinggalnya dipilih oleh dirinya, dibayar dengan uangnya, dan dapat ia tinjau kembali sesuai kebutuhannya.
Ia membaca kontrak perpanjangan sekali lagi dan memastikan tanggal peninjauan ulang ditulis. Ia membayar biaya dari rekeningnya, menyimpan tanda terima, lalu menutup folder. Ia tidak menganggap perpanjangan sebagai pengakuan bahwa ia tak akan pernah kembali. Itu keputusan untuk saat ini.
Malam pertama setelah mengonfirmasi perpanjangan, ia bekerja di meja kecil dan mengirim satu halaman kepada editor. Ia merasa lega karena ruang sementara cukup untuk menjalankan pekerjaannya. Setelah itu ia memasak dan menonton acara ringan. Ia tidak menunggu seseorang datang untuk menganggap tempat itu rumah.
Anna mengucapkan bahwa ia percaya Cinta akan meninjau kembali keputusan itu jika kebutuhannya berubah. Cinta menjawab ia juga percaya pada dirinya sendiri. Mereka menutup percakapan dengan rencana makan siang.
Ia menaruh ponsel di meja, mematikan lampu, dan memutuskan tidur lebih awal. Ia dapat memikirkan apartemen lama lagi setelah beristirahat.
Ia meletakkan kontrak di laci dan menyimpan tanda terima bersama dokumen rumah. Tidak ada lagi yang harus ia lakukan malam itu.
Ada hal-hal yang belum dapat dijelaskan saat itu juga. Diamnya bukan tanda menyerah; ia sedang memilih kata dan waktu yang tidak akan memperbesar masalah.