Pengacara mengirim ringkasan pertemuan dan meminta Cinta memeriksa apakah ada bagian yang perlu dikoreksi. Ia membaca dengan teliti. Ringkasan itu mencatat bahwa ia menolak menarik sikapnya dan meminta urusan kerusakan ditangani tertulis. Ia membetulkan satu kata yang terdengar seperti ia bersedia mempertimbangkan pertemuan lagi. Ia tidak bersedia.
Pengacara memperbarui ringkasan dan mengirim kembali. Cinta menyimpan salinan. Ia merasa lebih tenang karena pertemuan singkat itu tidak berubah menjadi perjanjian yang tidak ia pahami. Tidak ada keputusan dibuat di tempat, dan ia memiliki waktu untuk membaca setiap dokumen.
Daniel kemudian menyampaikan lewat pengacara bahwa ia akan menanggung kerusakan barang dan meminta Cinta mempertimbangkan kembali komunikasi pribadi setelah semuanya selesai. Cinta memisahkan dua bagian pesan itu. Ia bersedia meninjau tanggung jawab atas kerusakan, tetapi tidak menjanjikan membuka hubungan pribadi. Penggantian barang tidak membeli akses.
Ia membalas dengan kalimat singkat: semua pembahasan biaya harus tertulis; ia tidak bersedia menerima kunjungan atau pesan pribadi. Jika ia berubah pikiran, ia sendiri yang akan menghubungi. Pengacara menyampaikan jawaban tersebut. Cinta tidak menambahkan alasan tentang kenangan atau perasaan.
***
Ia berjalan ke kedai bersama Anna sore itu. Mereka duduk di meja dekat jendela dan membicarakan hal-hal biasa terlebih dahulu. Setelah selesai minum, Cinta menceritakan bahwa Daniel menawarkan tanggung jawab atas kerusakan sambil berharap ia membuka komunikasi. Ia menolak bagian kedua.
Anna bertanya apakah Cinta merasa perlu membalas dengan lebih lembut. Cinta menjawab ia sudah sopan dan jelas. Ia tidak ingin memberi harapan palsu hanya agar Daniel tidak kecewa. Anna menghargai itu dan tidak menawarkan diri mengirim pesan atau bernegosiasi.
Mereka berjalan pulang bersama sampai persimpangan. Anna bertanya apakah Cinta ingin ditemani lebih jauh. Cinta memilih pulang sendiri. Anna berpamitan dan mereka mengatur makan siang minggu depan. Cinta merasa hubungan mereka tetap dekat tanpa Anna mengambil alih urusannya.
Di rumah, Cinta membuka pesan dari pengacara dan menegaskan ia tidak menyetujui pertemuan berikutnya. Pengacara mengonfirmasi bahwa hal itu akan dicatat. Ia menyimpan ponsel dan kembali menyunting naskah. Satu kalimat yang ia ubah membuat adegan terasa lebih jujur. Ia memperbaiki dua kata dan menyimpan versi baru.
Malamnya Patrick mengirim pesan menanyakan apakah Cinta ingin bertemu akhir pekan. Cinta menjawab ia belum tahu dan akan memberi kabar. Patrick mengatakan baik. Ia tidak bertanya tentang Daniel atau mencoba membuat dirinya menjadi pelindung. Cinta menutup percakapan dan memeriksa jadwalnya sendiri.
Sebelum tidur, ia menyadari bahwa pertemuan dengan Daniel tidak mengubah apa yang ia inginkan. Ia bisa mengakui cinta lama, masa bahagia, dan rasa kehilangan, namun tetap tidak kembali. Ia tidak mengandalkan janji untuk berubah. Ia membiarkan proses tanggung jawab berjalan melalui pengacara dan memilih istirahat di rumah yang ia putuskan sendiri.
Ia membaca satu bab novel dan menaruh buku di meja. Esok ia akan bekerja, mungkin bertemu Anna, dan menjalani hari. Daniel tidak lagi menentukan setiap pilihannya. Cinta menutup lampu dengan keyakinan bahwa batas yang ia ucapkan sekali lagi adalah miliknya dan tetap berlaku.
Usulan tertulis datang dua hari kemudian. Daniel menyatakan bersedia mengganti beberapa barang yang rusak dan meminta Cinta mempertimbangkan penghentian jalur komunikasi resmi setelah biaya dibayar. Cinta membaca dengan teliti. Ia memisahkan dua hal itu: penggantian kerusakan adalah tanggung jawab atas barang, bukan alasan untuk menutup catatan tentang penyerbuan atau membuka komunikasi pribadi.
Ia mengirimkan pertanyaan kepada pengacara tentang dasar perhitungan dan daftar barang. Ia meminta bukti biaya yang sesuai, bukan angka yang diputuskan sepihak. Ia tidak menandatangani apa pun sampai rincian jelas. Pengacara mengonfirmasi bahwa ia tidak perlu membuat keputusan di hari yang sama.
Cinta menjawab bahwa ia akan meninjau usulan penggantian secara administratif. Ia tidak setuju menarik laporan atau mengubah batas kontak. Ia meminta agar semua komunikasi ke depan tetap tertulis. Pengacara menyampaikan jawaban tersebut.
***
Anna bertanya apakah Cinta menyesal datang ke pertemuan. Cinta berkata tidak. Ia mendapat kesempatan menyampaikan penolakan dengan syaratnya sendiri, tetapi ia tidak akan melakukan pertemuan kedua. Anna bertanya apakah kenangan masa awal masih terasa berat. Cinta mengangguk. Ia berkata kenangan itu memang baik, dan justru itulah yang membuatnya sedih. Namun sedih bukan alasan untuk kembali.
Mereka makan bersama dan membicarakan hal lain. Anna tidak menyarankan Cinta memaafkan atau membenci Daniel. Cinta merasa pendampingan seperti itu membantunya memegang pilihannya tanpa dipengaruhi orang lain.
Malamnya Patrick mengirim pesan menanyakan apakah ia ingin bertemu akhir pekan. Cinta menjawab belum tahu dan akan menghubungi jika ingin. Patrick berkata baik. Ia tidak meminta cerita tentang Daniel atau menyinggung bahwa ia bisa melindungi Cinta lebih baik.
Cinta menyusun jadwal dan menandai waktu kerja. Ia kembali tinggal di unit sementara untuk bulan berikutnya. Apartemen lama tetap dalam penanganan, dan ia dapat meninjau kondisinya kelak. Keputusan itu tidak dibuat untuk menyenangkan Patrick atau menghukum Daniel. Ia memilih tempat yang saat ini membuatnya mampu bekerja dan beristirahat.
Sebelum tidur, ia menyimpan usulan biaya di folder bersama korespondensi. Ia menutup laptop dan mengecek pintu. Ia pernah menyayangi Daniel, tetapi ia tidak perlu mengulang hubungan itu. Janji untuk berubah tidak menggantikan pertanggungjawaban, dan kenangan tidak menggantikan batas.
Ia mulai memisahkan dokumen tentang biaya kerusakan dari catatan tentang komunikasi pribadi. Cara itu membuatnya lebih mudah melihat mana yang perlu ia tanggapi dan mana yang tidak. Ia mengirimkan permintaan agar rincian penggantian disampaikan melalui pengacara, tanpa syarat untuk membuka hubungan pribadi.
Pada sore hari, ia berjalan ke toko dan membeli buah. Ia memikirkan betapa sering orang menggunakan kata ‘menutup’ seolah semua luka dapat dibereskan dalam satu percakapan. Baginya, penutupan adalah rangkaian pilihan kecil: ia menyampaikan batas, mengatur dokumen, dan tidak membiarkan masa lalu mengatur tempat tinggalnya.
Ia menaruh catatan pertemuan ke dalam laci dan menutupnya. Ia tidak perlu membaca kembali setiap kalimat sebelum tidur. Ia telah mengatakan yang perlu dikatakan. Besok ia akan kembali bekerja dan menjalani rutinitas, sementara proses tanggung jawab tetap berjalan melalui jalur yang ia pilih.