Cinta menerima kabar bahwa barang-barang yang ia minta telah dikemas dan dapat diambil pada sore berikutnya. Pengacara mengirim daftar akhir dan memastikan Daniel tidak akan hadir di lokasi. Cinta membaca daftar itu sambil mencocokkan dengan catatannya. Buku kerja, pakaian, dan satu kotak dokumen tercantum. Ada beberapa barang yang tidak ditemukan, dan ia meminta agar hal itu dicatat tanpa membuat pertemuan baru.
Ia menatap jadwal esok hari. Ia bisa meminta Anna menemani, tetapi Anna memiliki pekerjaan. Ia bisa mengambil barang sendiri, namun beberapa kotak akan berat dan ia tidak ingin melakukan perjalanan berulang. Patrick pernah menawarkan bantuan, tetapi kali ini Cinta tidak ingin menunggu tawaran yang mungkin tidak sesuai kebutuhannya. Ia mengirim pesan langsung dan bertanya apakah Patrick bersedia menemaninya mengambil barang selama sekitar satu jam.
Ia menyebutkan batasnya: ia ingin pergi dengan kendaraan sendiri, Patrick hanya membantu mengangkat kotak, dan semua komunikasi di lokasi tetap ia yang tangani. Jika rencana berubah, ia akan memberi kabar. Patrick menjawab bahwa ia bersedia dan bertanya jam berapa yang cocok bagi Cinta. Ia tidak menawarkan untuk menjemput atau menghubungi siapa pun atas namanya.
Cinta memilih pukul empat dan menjelaskan bahwa ia akan mengirim alamat serta rincian setelah pengacara mengonfirmasi. Patrick menyetujui. Ia menambahkan bahwa Cinta bisa membatalkan kapan saja. Cinta membalas terima kasih. Jawaban itu membuatnya merasa bantuan tersebut berada dalam kendalinya.
Setelah itu, ia mengirim konfirmasi kepada pengacara bahwa Patrick akan menjadi pendamping pilihannya. Ia meminta agar Patrick tidak perlu menerima informasi pribadi selain waktu dan lokasi yang diperlukan. Pengacara mengonfirmasi. Cinta menyimpan pesan itu dan kembali pada pekerjaan, menuntaskan dua halaman revisi sebelum makan siang.
***
Malam hari, ia menyiapkan tas kecil berisi daftar barang, air minum, dan pengisi daya. Ia tidak membawa map bukti kecuali diperlukan. Ia tidak ingin mencampurkan pengambilan barang dengan urusan lain. Ia mencatat bahwa ia akan memeriksa isi kotak di rumah, bukan berdiri lama di lokasi.
Ia mengirim Patrick titik pertemuan yang disepakati dan waktu. Ia tidak memberi kode akses atau meminta Patrick datang ke unitnya. Mereka akan bertemu di tempat umum, lalu Cinta akan memimpin perjalanan. Patrick membalas bahwa ia sudah mencatat dan tidak perlu mengubah rencana apa pun.
Sebelum tidur, Cinta memastikan ponselnya terisi dan memeriksa ulang bahwa pengacara telah mengonfirmasi tidak ada orang lain yang akan hadir. Ia merasa sedikit cemas, tetapi ia tahu siapa yang akan menemaninya dan apa tujuan kunjungan. Ia tidak meminta Patrick menghadapi Daniel. Ia meminta bantuan mengangkat barang, dan hanya itu.
Sesudah menerima persetujuan, Cinta menelepon pengacara untuk memastikan ia memahami alurnya. Ia bertanya apakah ia harus menandatangani penerimaan barang di lokasi atau dapat memeriksanya setelah dibawa pulang. Pengacara menjelaskan bahwa ia boleh mencatat apa yang diterima dan melaporkan perbedaan lewat jalur yang sama. Cinta meminta daftar dalam bentuk tertulis dan memastikan tidak ada pertemuan langsung yang menjadi syarat pengambilan.
Ia membuat rencana sederhana jika merasa tidak nyaman: ia dapat menghentikan kegiatan, meninggalkan lokasi, atau menelepon pengacara. Ia tidak merasa perlu mempersiapkan skenario dramatis. Cukup tahu bahwa dirinya punya pilihan. Ia mengirim pesan kepada Patrick untuk memastikan ia memahami perannya. Patrick membalas bahwa ia hanya membantu membawa kotak sesuai permintaan dan akan menunggu instruksi Cinta.
Pada malam itu, Cinta menyiapkan pakaian, sepatu yang nyaman, dan botol air. Ia mengisi daya ponsel serta menyimpan nomor pengacara di daftar panggilan. Ia mengirim lokasi pertemuan kepada Anna sebagai informasi, bukan meminta Anna datang. Anna mengonfirmasi pesan itu dan mengatakan akan tersedia jika Cinta ingin menelepon sesudahnya.
Cinta mengingat bahwa ia bisa mengubah pikiran sampai hari berikutnya. Ia tidak merasa terjebak karena telah mengajak Patrick. Jika ia membatalkan, Patrick dapat menerima kabar dan barang tetap bisa menunggu. Ia menuliskan pengingat itu di ponsel, lalu menyelesaikan makan malam. Saat berbaring, ia merasa gugup tetapi tidak sendirian dalam keputusan tersebut.
Setelah semua pesan tersimpan, Cinta menuliskan urutan kegiatan esok hari di kartu kecil: bertemu Patrick, mengecek daftar, mengambil kotak, lalu pulang. Ia menambahkan bahwa ia boleh berhenti kapan pun. Ia tidak menulis apa pun tentang bagaimana Patrick mungkin akan bersikap; ia tidak ingin mengubah bantuan praktis menjadi ujian tersembunyi. Ia hanya akan menyampaikan kebutuhan secara langsung.
Ia menyiapkan tas dengan barang seperlunya dan memastikan alamat tujuan barang adalah unit barunya. Ia tidak memberikan kunci rumah kepada siapa pun. Jika mereka perlu memindahkan kotak, ia akan membuka pintu sendiri dan menunjukkan tempatnya. Persiapan tersebut terasa biasa, tetapi memberinya gambaran jelas tentang apa yang akan terjadi.
Pagi harinya, ia bangun sebelum alarm dan merasa gugup. Ia membuat sarapan, memeriksa pesan pengacara, lalu mengirim satu konfirmasi bahwa ia akan tiba sesuai waktu. Pengacara menyatakan pengaturan tidak berubah. Cinta menutup percakapan dan menyelesaikan kopi. Ia tidak perlu menghubungi semua kenalan untuk mencari dukungan; ia sudah memilih orang dan cara yang ia inginkan.
Di perjalanan pulang, Cinta sempat membayangkan bagaimana jika ia berubah pikiran di tengah kegiatan. Ia mengingat bahwa ia dapat meninggalkan lokasi dan melanjutkan urusan kemudian. Rencana itu tidak harus berjalan sempurna agar ia tetap punya pilihan. Sesampainya di rumah, ia membuka pintu sendiri dan membawa barang masuk sesuai urutan yang ia tentukan.
Cinta memeriksa bahwa pintu sudah tertutup dan menaruh kunci di tempatnya. Ia menyimpan daftar barang bersama kuitansi, lalu menjauh dari urusan itu untuk sisa malam. Ia telah mengurusnya sesuai pilihannya.
Saat pagi tiba, ia mengingat bahwa permintaan bantuannya dibuat dengan sadar. Ia tidak harus mengubahnya menjadi hubungan khusus atau menjanjikan kedekatan. Ia hanya akan meminta bantuan yang dibutuhkan, lalu pulang.
Ia memeriksa daftar barang sebelum keluar dan memasukkannya ke dalam tas. Setelah itu ia menaruh kunci di tempat yang biasa. Persiapan sederhana itu membuatnya tidak perlu terburu-buru.