Bab 6
Ia memang terkejut tapi ia juga senang bisa melihat karakter Cinta seperti saat ini. Ia tertawa-tawa melihat Cinta yang dengan gemasnya, mengejar Patrick sambil mengayun-ayunkan kemoceng di tangannya. Tapi kemudian, ia berhenti tersenyum dan berubah awas melihat situasi itu.
Ia bisa melihat betapa nyaman hubungan yang terjalin antara Cinta dan Patrick. Ia bisa menerka 100% kalau Patrick menyukai Cinta, meski Cinta tidak merenspon hal yang sama tapi untuk ke depannya, Patrick adalah ancaman bagi kelanggengan hubungannya dengan Cinta.
Patrick segera membuka jendela Cinta dan terburu-buru menyeberang masuk ke dalam apartementnya.
“Hati-hati!” teriak Cinta merasa ngeri Patrick akan terjatuh karena bergerak dengan sembrono seperti itu. Kalau sampai terjatuh pasti akan parah sekali akibatnya.
Charles kaget menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, Patrick menyebrang ke apartementnya melalui jendela apartementnya Cinta. “Itu!”
Cinta tertawa, “Konyol ‘kan dia?” sahut Cinta sambil menghela napas geli melihat tingkah konyol Patrick.
“Tampaknya dia menyukaimu,” ucap Charles memulai percakapannya.
“Siapa? Patrick? Menyukai siapa maksudnya?” tanya Cinta tidak mengerti.
“Menyukaimu,” sahut Charles dengan wajah kalem.
“Patrick menyukai aku? E-e,” jawab Cinta sambil menggeleng pasti. “Dia tidak mungkin menyukaiku, kau lihat ‘kan? Dia bujangan muda sedangkan aku seorang janda, ...” kata Cinta dengan tenang.
“Tapi masih terlihat cantik tentu saja,” sela Charles dengan cepat.
Cinta berpikir sejenak. “Kalau itu aku tidak bisa menyangkalnya, itu memang kenyataan yang tidak dapat disangkal lagi,” sahut Cinta sambil tertawa.
“Apa kau tidak pernah menyukainya?” tanya Charles memastikan.
“Tentu saja tidak, apa kau pikir aku akan menyukai seorang bujangan muda sepertinya? Aku lebih suka memilih pria yang matang sepertimu,” jawab Cinta sambil menatap Charles dengan mata yang penuh cinta.
“Dan aku bersyukur karenanya,” sahut Charles sambil merangkul pinggang Cinta dan menciumnya.
Cinta pun tersenyum dan membalas ciuman Charles.
Patrick memperhatikan kemesraan mereka dari balik jendelanya tapi kemudian ia menjadi tidak tahan dan segera menutup tirai jendelanya rapat-rapat.
Mulai dari saat itu, jendela Cinta selalu terkunci dan tertutup hordeng! Patrick seperti cacing kepanasan membayangkan Cinta sedang bermesraan dengan Charles di dalam sana.
Ingin sekali ia mengetuk pintu apartement Cinta tapi berulang kali pula ia mengurungkan niatnya.
Apa ia harus menekan perasaan gengsinya dan meminta makan di sana?
Patrick menggeleng dan mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu kamar apartement Cinta tapi ketika ia berbalik, ia menjadi ragu dan membulatkan tekadnya lagi.
Ia tidak bisa menyerah begitu saja! Kalau ada kesempatan, ia akan merayu Cinta untuk menjadi kekasihnya. Patrick mengangguk-angguk meyakinkan dirinya sendiri dan mengetuk pintu kamar Cinta dengan perasaan yakin.
Lama pintu tidak juga dibukakan. Patrick merasa penasaran lalu terus mengetuk pintu kamar Cinta. Patrick mengira Cinta sedang pergi ke luar maka ia memutuskan untuk beranjak pergi tapi kemudian segera membalik ketika mendengar pintu dibuka. “Hai!” sapa Patrick sengaja memperlihatkan gayanya yang mempesona kepada Cinta.
Saat ini Cinta baru saja selesai mandi. Dengan handuk membungkus rambutnya, ia memandang aneh ke arah Patrick. “Apa yang kau lakukan?” tanya Cinta dengan bingung. “Apa kau tidak mau masuk dan terus berdiri dalam posisi yang aneh begitu?” tambah Cinta lagi dengan tatapan ngeri.
Kaki Patrick langsung goyah mendengar tanggapan acuh dan ngeri Cinta terhadap posenya yang mempesona. Bagaimana mungkin! Dia yang di puja banyak wanita-wanita cantik, dipandang sebelah mata oleh Cinta. Dia pasti sudah benar-benar buta! kata Patrick menyalahkan Cinta dalam hati.
Cinta melihat Patrick dengan pandangan heran. “Baiklah kalau begitu, bye” kata Cinta sambil menutup pintunya.
Dengan cepat Patrick menahan pintu Cinta, “Aku mau masuk. Aku lapar. Apa kau sudah memasak sesuatu?” tanya Patrick mencoba bersikap sewajar mungkin.
Sudah dipastikan dia adalah seorang lelaki yang bermuka tembok dan Cinta adalah seorang wanita yang tertutup mata hatinya dan setengah i***t. Bagaimana mungkin ia bisa mengacuhkan pria muda dan tampan sepertinya!
“Aku memasak tomyam hari ini,” jawab Cinta dengan santai.
“Aku suka tomyam,” sahut Patrick tanpa malu-malu.
“Akan aneh kalau kau tidak menyukai masakanku,” kata Cinta dengan percaya diri.
Selama menikah dengan Daniel, Cinta selalu gemar mengikuti berbagai kursus memasak dan selalu memasakkan segala jenis masakan untuk suaminya, Daniel.
Dulu ia ingat, ia pernah sangat mencintai Daniel dan kehidupan rumah tangga mereka begitu indah, sangat nyaman untuk dijalani.
Cinta masih ingat saat-saat manis ketika Daniel pulang dari perusahaannya lebih awal dan melihatnya masih berkutat di dapur, Daniel akan datang mengendap-endap di belakangnya lalu memeluknya dari belakang.
Ia seperti anak kecil yang sangat manja, melekat padanya meski ia sedang kerepotan karena harus bergegas menyiapkan menu masakan baru untuknya.
Setelah ia sadari para asisten rumah tangganya telah menyingkir dan menghilang dari sekeliling mereka, pastinya untuk memberikan privasi kepada tuan dan nyonyanya.
Cinta terkekeh dalam hati saat mengenang hari itu. Sebenarnya dulu pernikahannya bersama Daniel cukup mesra dan harmonis, semua kenangan itulah yang membuatnya bertahan cukup lama meski senantiasa mengalami penyiksaan fisik dan batin dari Daniel.
“Yah benar, selama aku tidak diperbolehkan ke sini, aku benar-benar tidak bisa menemukan tandingan masakanmu. Apa kau menggunakan ramuan khusus untuk memikatku dengan masakanmu?” goda Patrick sengaja tersenyum manis ke arah Cinta.
Perkataan Patrick membuyarkan lamunannya dan ia segera menghapus air matanya yang tanpa sengaja menetes karena mengenang saat-saat manis pernikahannya dulu.
“Hei, ada apa? Apa kau sakit?” tanya Patrick dengan khawatir sambil menghampiri Cinta.
“Aku tidak apa-apa. Aku akan segera memanaskan tomyam.”
“Tidak, itu bisa menunggu, katakan padaku, ada apa?” tanya Patrick sambil menarik tangan Cinta dan menariknya dalam pelukannya.
Cinta segera menepis tangan Patrick dan menjaga jarak dengannya. “Tidak apa-apa. Aku hanya teringat saat-saat manis pernikahanku dulu sebelum semuanya berubah,” jawab Cinta sambil mencoba untuk tersenyum.
“Aku turut prihatin mendengarnya. Apa kau butuh pelukanku? Aku bersedia meminjamkan hangatnya pelukanku untukmu,” sahut Patrick dengan sungguh-sungguh.
“Tidak usah, terima kasih,” sahut Cinta sambil terkekeh ngeri mendengar ide Patrick.
“Kukira kau putus hubungan dengan kekasihmu. Ngomong-ngomong, tumben dia tidak datang hari ini,” kata Patrick sambil menanti jawaban Cinta.
“Dia harus pergi dinas ke luar kota selama beberapa minggu ini,” jawab Cinta dengan cepat.
“Lalu kenapa kau tidak membukakan jendela untukku?” sahut Patrick merajuk. “Padahal aku sangat merindukan masakanmu,” ucapnya dengan manis. Juga merindukan dirimu, tambahnya dalam hati.
“Itulah kenapa, kau harus segera mencari seorang istri. Umurmu sudah cukup untuk itu,” ucap Cinta sambil tertawa mendengar pengakuan jujur Patrick.
“Tapi gadis-gadis itu tidak bisa memasak sepertimu. Aku ingin mencari seorang istri sepertimu, selain cantik juga pintar memasak,” sahut Petrus sambil tersenyum membayangkan indahnya jika hal itu terjadi padanya.
“Kau hanya harus menyiapkan dana khusus untuk menggaji seorang Chef di rumah kalian, maka semua masalah sudah beres. Jangan membebani Istrimu kalau dia memang tidak suka memasak.”
“Apa dulu kau selalu memasak untuk mantan suamimu?” tanya Patrick dengan hati-hati.
Cinta merenung sesaat. “Aku tidak mau membahasnya. Khususnya denganmu, Anak Bujang!” sahut Cinta sambil tertawa mengejek.
“Kau mengolokku!” ucap Patrick sambil merajuk.
“Aku tidak mengolokmu, aku hanya mengatakan yang sebenarnya.”
“Aku bukan anak kecil!” sanggah Pactrick dengan cepat. Ia merasa kesal Cinta tidak menganggapnya sebagai seorang pria dewasa!
bersambung besok pagi yah ...
note penulis
Halo kakak-kakak pembaca. Semoga kakak-kakak bisa terus membaca dan mengikuti karya Lucy Ang di Dreame/Innovel yah.
Ngomong-ngomong kalau kalian jadi Cinta, apa kalian juga akan memilih Charles sebagai pendamping kalian? kasih aku feedback kalian yah. Jgn lupa tap lovenya. Terima kasih