Bab 5
Charles menunggu penjelasan Cinta yang tampak tenang berjalan ke sana ke mari, menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga. “Apa ini saatnya untuk menyiapkan sarapan?” sela Charles dengan kesal.
“Yah, aku sudah lapar, kau bisa pergi jika kau mau,” sahut Cinta dengan santai.
“Cinta!” erang Charles dengan kesal.
Cinta balik menghentak ciansinya dengan kesal.
Charles langsung menutup mulutnya dan berusaha menanti penjelasan Cinta dengan sabar.
Patrick langsung menciut melihat ketegasan Cinta terhadap Charles. Ia memberi peringatan kepada dirinya sendiri, jangan sampai ia memicu kekesalan Cinta di masa depan atau dia akan berakhir menjadi telor ceplok karena bentakan Cinta tapi kemudian dia berpikir lagi dan tersenyum sambil melirik senang ke arah Charles.
Charles memerhatikan senyuman aneh yang terukir di bibir Patrick dan hal itu menyulut emosinya.
“Sarapan sudah siap. Segeralah kemari,” panggil Cinta dengan acuh. Perasaannya benar-benar terluka melihat Charles bersikap seperti itu padanya.
Charles menyadari hal itu. Ia mendehem dan meraih tangan Cinta lalu segera meminta maaf. “Maafkan aku,” ucap Charles sambil mengecup jemari Cinta.
Hati Cinta yang kesal jadi berubah luluh melihat wajah Charles yang memelas.
Saat ini, hatinya berdebar karena perlakuan manis Charles terhadapnya. Ia merasa pipinya merona lalu ia tidak bisa menahan senyumannya lagi. “Makanlah,” ucapnya dengan manis kepada Charles.
Patrick memandang tidak percaya, melihat perubahan sikap Cinta kepada kekasih barunya itu. Cinta memaafkan Charles begitu saja?
What! Dia sudah bersiap melihat adegan piring terbang dan dia sudah bersiap menjadi seorang pahlawan yang menyelamatkan Cinta, tapi what?! Berakhir damai begitu saja? Patrick benar-benar ingin mengguncang bahu Cinta untuk menyadarkannya saat ini.
Tanpa sadar, Patrick hanya mengaduk-aduk makanannya tanpa memakannya sama sekali. Sementara Charles tampak sekali menikmati masakan Cinta!
Seharusnya, hanya dia yang boleh menikmati semuanya itu, tapi sekarang? Tampak jelas kalau Cinta juga menyukai Charles!
Patrick mengerang kesal dalam hati. Padahal dia yang seharusnya berada di posisi Charles saat ini! Patrick sungguh-sungguh merasa ingin menangis, saat melihat Cinta yang secara sukarela membiarkan Charles selalu menyentuhnya.
Ia menelan air liurnya dengan susah payah. “Aku juga pergi berkencan beberapa hari yang lalu,” ucapnya dengan lantang. Ia ingin melihat reaksi Cinta atas berita kencannya.
Mata Cinta berbinar senang mendengar ucapan Patrick, “Oh, Patrick selamat yah, akhirnya kau sukses juga menemukan teman kencan yang menyenangkan. Aku akan selalu mendoakan hubungan kalian langgeng sampai ke jenjang pernikahan.”
Patrick melotot tidak senang melihat reaksi Cinta yang begitu bersemangat menanggapi kicauannya. Patrick menyalahkan dirinya dan memukul-mukul bibirnya dengan kesal.
“Hei, kenapa kau melakukan hal itu? Tidak boleh!” cegah Cinta sambil mengetuk meja makan untuk menarik perhatian Patrick.
Cinta memperlakukan dirinya seperti anak kecil! Patrick merasa sangat tersinggung karenanya. “Aku bukan anak kecil!” kata Petrus dengan tegas.
“Karena itu bersikaplah sebagai orang dewasa pada umumnya. Bagaimana dengan teman kencanmu kalau dia sampai tahu kau begitu kekanakan seperti ini!” balas Cinta sambil menjulurkan lidahnya ke arah Patrick.
Charles memperhatikan keakraban yang berkembang antara Patrick dan Cinta tanpa mereka sadari!
Kalau mereka sampai melanjutkan hal ini, semuanya pasti akan berantakan! Dan dia tidak mau kalau hal itu sampai terjadi!
Charles mendehem untuk menarik perhatian Cinta yang saat ini sepenuhnya berfokus kepada Patrick.
“Nah, kau boleh belajar dari Charles untuk bersikap manis kepada seorang wanita. Apa kau bersedia, sayang?” sahut Cinta sambil memeluk Charles dari belakang. “Dia adalah pribadi yang bisa membuat wanita mabuk kepayang.”
Patrick berakting seolah mau muntah menanggapi pujian yang diberikan Cinta kepada Charles. “Ya, seperti kau, contohnya!” sembur Patrick dengan kesal.
“Yah, seperti aku contohnya. Aku tidak malu mengakuinya tapi aku sungguh beruntung bisa bertemu dengannya,” kata Cinta sambil tersenyum manis ke arah Charles.
Charles tersenyum sambil mendesah dan menatap Cinta dengan penuh rasa bahagia. Ia merasa tersanjung mendengar setiap pujian Cinta kepadanya.
Dengan sengaja, Charles tersenyum ke arah Patrick sambil mengukirkan kata K O ke arah Patrick dengan jari jempolnya yang sengaja ditempelkan dibibirnya.
Patrick bisa melihat semua ejekan Charles dan memutuskan untuk berdiri dari kursinya duduk.
Cinta merasa heran melihat kelakuan aneh Patrick hari ini. Apa kencannya berakhir tragis? Cinta merasa bersalah dan memukul bibirnya yang telah salah berucap.
“Kencanmu tidak berjalan mulus, yah?” tanya Cinta merasa prihatin melihat kelakuan kacau Patrick. Tidak biasanya ia bertingkah seperti cacing kepanasan begini. Biasanya dia berkelakuan baik hanya sedikit konyol saja terkadang.
“Apa kau menyumpahiku?” sahut Patrick dengan tidak senang mendengar ucapan Cinta.
"Tentu saja tidak! Sayangnya kenapa hal itu bisa terjadi? Apa kau tidak memperlakukannya dengan manis? Kau tahu, kencan pertama ... “ kata Cinta mencoba untuk berlaku dewasa dan mengacuhkan sikap Petrus tadi.
“Orang yang pernah gagal dalam masalah percintaannya apakah layak menggurui masalah asmara anak muda seperti ini?” sahut Patrick dengan cepat.
Ucapan Patrick tepat mengenai ego Cinta dan langsung membuat Cinta menutup rapat mulutnya tidak melanjutkan perkataannya lagi.
“Kenapa? Sudah menyadari kenyataan? Kali ini pun, sayangnya belum tentu pilihan yang tepat,” sindir Patrick tanpa bisa dicegah. Yah Tuhan mulut lemesnya! erangnya dalam hati memandang ngeri ke arah Cinta.
“Kau!” seru Cinta mencoba menahan dirinya, kalau saja tidak ada Charles di sini, ia akan mengejar Patrick dan menarik mulut lancangnya itu!
Ia menarik napas dalam-dalam dan mencoba menghembuskannya dengan perlahan.
Latihan olahraga pernapasan yang selama ini ia lakukan cukup menolong di situasi seperti saat ini. Ia tidak mau memperlihatkan kembali sisi galaknya di hadapan kekasih barunya itu.
“Maaf,” ucap Patrick dengan cepat karena melihat perubahan moodnya Cinta saat ini. Ia menelan air ludahnya dengan sudah payah. Dia melihat Cinta yang sedang berdiri sambil mengepalkan tangannya dengan gemas.
Cinta menggeram kesal ke arah Patrick.
“Apa?” sahut Pactrick dengan cepat tidak berani melihat ke arah Cinta. Lagi-lagi mulut besarnya! Ia menggigit bibirnya karena kesal.
“Masih berani mengatakan hal itu lagi?” tanya Cinta dengan gemas.
“Tidak berani lagi, ampun!” sahut Patrick sambil tertawa dan menggerak-gerakkan tangannya, mengisyaratkan tidak berani lagi.
Cinta tersenyum puas lalu tersenyum memandangi Charles dengan manja.
“Tapi itu ‘kan kenyataannya, mau disangkal bagaimanapun tetap saja, ...” ia segera menutup mulutnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan panik saat melihat ke arah Cinta.
Cinta bisa merasakan dari kedua telinganya keluar uap panas karena mendengar ejekan Patrick barusan.
Dengan kesal Cinta berteriak, “Yaaaaa!” teriakan khas Korea Cinta keluar dengan kuat tanpa bisa ia cegah lagi.
Ia tidak lagi memperdulikan pendapat Charles mengenai dirinya. Sekarang yang dia inginkan adalah mengejar Patrick, mendapatkannya dan memberinya pelajaran karena mulut besarnya itu!
Charles benar-benar terkejut, Cintanya yang selalu berlaku lemah lembut dan elegan di hadapannya ternyata bisa juga berlaku garang seperti yang disaksikannya sekarang ini.