Paket dari Charles tiba dua hari kemudian. Cinta memeriksa isinya dan menemukan buku miliknya, serta secarik pesan yang berisi ucapan semoga ia baik-baik saja. Tidak ada permintaan untuk bertemu atau kembali berbicara. Ia membaca pesan itu sekali, lalu memasukkannya ke dalam buku tanpa menjawab saat itu juga. Ia tidak ingin menjadikan setiap gestur sebagai undangan untuk memulai kembali.
Syal Charles masih ada di lemari. Cinta melipatnya dengan rapi dan mengirim pesan menanyakan alamat yang nyaman untuk pengiriman. Charles mengirim alamat kantor dan mengatakan kurir bisa meninggalkannya di meja penerima. Cinta membalas bahwa ia akan mengurusnya besok. Mereka bertukar informasi seperlunya, tanpa membicarakan hubungan lebih lanjut.
Anna bertanya apakah paket itu membuat Cinta sedih. Cinta menjawab iya, sedikit, tetapi juga merasa lega karena semuanya berlangsung sederhana. Anna menawarkan untuk menemani mengirim syal. Cinta memilih melakukannya sendiri dan Anna tidak memaksa. Ia menyadari bahwa ia dapat menerima perhatian tanpa harus memilih semua bantuan yang ditawarkan.
***
Di kantor pengiriman, Cinta menulis alamat dengan teliti dan menyimpan bukti pengiriman. Ia merasa aneh mengurus benda kecil setelah percakapan besar, tetapi ia juga senang urusan praktis dapat selesai tanpa drama. Ia mengirim pesan kepada Charles bahwa paket sudah dikirim dan memberikan nomor pelacakan. Charles membalas terima kasih. Percakapan berakhir di sana.
Dalam perjalanan pulang, Cinta membeli kopi dan berjalan melewati toko buku. Ia masuk, melihat beberapa judul baru, lalu membeli satu buku yang sudah lama ingin ia baca. Ia tidak membeli buku itu untuk menghibur diri secara paksa; ia memang tertarik. Ia merasa menyenangkan ketika sesuatu yang dipilihnya tidak berkaitan dengan Daniel, Charles, atau Patrick.
Malamnya, ia membaca di sofa. Pikirannya beberapa kali kembali pada Charles, terutama pada cara mereka bisa tertawa bersama. Ia membiarkan kenangan itu datang tanpa mengirim pesan. Ia tidak perlu menghapus masa lalu supaya dapat melanjutkan hidup. Ia hanya perlu menerima bahwa hubungan mereka telah selesai.
Cinta menulis catatan singkat tentang apa yang ia pelajari dari hubungan itu. Ia menyukai perhatian Charles, percakapan mereka, dan caranya mendengarkan. Ia juga menyadari bahwa perbedaan harapan mereka nyata. Ia tidak menyebut salah satu sebagai kesalahan. Catatan itu membantu memastikan bahwa keputusan putus bukan tindakan spontan yang lahir dari satu hari buruk.
Ia menghubungi Anna untuk menanyakan apakah mereka masih jadi sarapan bersama akhir pekan. Anna menyanggupi dan mengusulkan tempat yang dekat dengan kedai buku. Mereka merencanakan tanpa membahas status hubungan Cinta. Anna tetap sahabat; ia tidak harus menjadi penengah antara Cinta dan mantan pasangannya.
Beberapa hari kemudian, Charles mengonfirmasi bahwa syalnya telah diterima. Ia menambahkan bahwa ia berharap naskah Cinta berjalan lancar. Cinta membalas terima kasih dan berharap pekerjaannya juga baik. Ia tidak menulis ‘kita bisa berteman nanti’ karena belum tahu. Kejujuran berarti tidak menjanjikan kedekatan yang belum siap ia berikan.
Malam itu, ia menutup chat dan menghapus notifikasi dari layar utama. Ia tidak memblokir Charles atau menghapus riwayat percakapan; tidak ada alasan untuk tindakan besar. Ia hanya memilih tidak melihat pesan lama setiap kali membuka ponsel. Pengaturan sederhana itu memberi jarak yang ia butuhkan tanpa mengubah akhir hubungan menjadi konflik.
Sebelum mengirim syal, Cinta membuka lemari dan melihat beberapa barang Charles yang pernah ia simpan. Ada buku catatan kecil berisi rekomendasi restoran dan tiket lama dari sebuah pameran. Ia tidak perlu mengembalikan semua benda itu; sebagian adalah kenangan yang dapat ia pilih untuk simpan atau buang. Ia memisahkan barang milik Charles dari benda yang memang diberikan kepadanya. Ia tidak ingin mengirim sesuatu hanya untuk membuat alasan berbicara.
Ia mengemas syal dengan kertas bersih dan menuliskan alamat penerima. Ketika pekerja pengiriman menanyakan isi paket, Cinta menjawab singkat. Ia menyimpan resi, lalu berjalan pulang. Tindakan itu terasa formal, tetapi membantu menutup urusan praktis tanpa meminta keduanya mengatur pertemuan saat emosi masih baru.
Di rumah, ia menaruh tiket pameran ke dalam kotak kenangan. Ia tidak membuangnya karena marah, dan tidak memajangnya karena ingin mempertahankan hubungan. Ia belum tahu apakah suatu hari ia akan membaca kembali catatannya. Untuk saat ini, barang itu dapat disimpan tanpa menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya.
Anna mengirim rekomendasi buku dan mengajak Cinta datang ke kedai. Cinta menjawab bahwa ia ingin membaca sendiri malam itu dan mereka bisa bertemu akhir pekan. Anna mengirim tanda setuju. Cinta merasa tenang karena perpisahan tidak membuat ia kehilangan teman-temannya, tetapi ia juga tidak memaksa orang-orang mengisi tempat yang ditinggalkan Charles.
Ia membuka pesan Charles yang menanyakan apakah syal sudah dikirim. Cinta memberikan nomor pelacakan. Charles membalas bahwa ia akan menerimanya di kantor. Mereka tidak menambahkan percakapan lain. Keduanya menjaga kesepakatan jarak dengan cara sederhana dan jelas.
Cinta meninjau barang satu per satu. Ia menemukan satu buku lain yang dipinjam Charles dan sebuah foto yang mereka ambil di pameran. Buku itu jelas milik Charles; foto tersebut adalah kenangan bersama dan tidak perlu dikembalikan. Ia tidak meminta Charles mengambil semua benda yang pernah ia berikan. Ia memilih sendiri mana yang ingin disimpan dalam kotak kenangan dan mana yang tidak lagi ia perlukan.
Ia menulis pesan singkat untuk mengatur pengiriman syal. Charles merespons dengan alamat yang aman untuknya dan tidak meminta pertemuan. Cinta merasa sedikit kehilangan karena dulu mereka biasa menyerahkan barang langsung, tetapi cara baru ini sesuai dengan kebutuhan jarak.
Sebelum mengirim, ia memastikan syal bersih dan melipatnya. Ia menempelkan label dan menyimpan resi. Tindakan kecil tersebut menandai bahwa hubungan mereka berubah bentuk. Ia tidak mengirim surat panjang atau menyelipkan catatan yang membuka percakapan baru. Ia mengirim barang, lalu kembali ke rumahnya sendiri.
Ia mengemas syal dengan hati-hati dan mengirimkan nomor pelacakan kepada Charles. Ia tidak menyelipkan surat atau menambahkan kalimat yang dapat dibaca sebagai ajakan berbicara. Kesepakatan mereka jelas dan ia ingin menghormatinya.