Pagi harinya Cinta bangun dengan kesadaran bahwa percakapan kemarin benar-benar terjadi. Ia tidak langsung merasa bebas atau lega. Ada kekosongan di tempat ia biasa melihat pesan Charles. Ia menyiapkan sarapan, lalu duduk di meja tanpa membuka ponsel. Ia memikirkan keputusan itu dan mencoba membedakan kesedihan karena kehilangan seseorang dari keraguan tentang pilihan yang dibuat.
Ia masih percaya keputusan mereka tepat. Ia dan Charles menginginkan masa depan yang berbeda pada waktu yang sama, dan mereka tidak dapat memaksa salah satu untuk berubah. Cinta tidak ingin menganggap Charles menekan atau menghalangi. Ia telah menyampaikan kebutuhan dan Charles mendengarkan. Justru karena mereka saling menghormati, mereka dapat mengakhiri hubungan tanpa mencari siapa yang harus disalahkan.
Anna datang untuk sarapan seperti yang dijanjikan. Mereka makan roti dan telur, membicarakan malam sebelumnya, lalu berhenti ketika Cinta mengatakan ia tidak ingin mengulang setiap kalimat. Anna menerima batas itu. Ia bertanya apakah Cinta ingin bantuan mengatur pertukaran barang dengan Charles. Cinta berkata ia dapat mengurusnya sendiri, tetapi mungkin meminta Anna menemani jika ia memilih bertemu langsung. Anna mengatakan ia bersedia jika nanti diminta.
Sebelum Anna pulang, Cinta berkata ia tidak ingin orang-orang menyimpulkan bahwa ia putus karena Patrick. Anna menjawab bahwa ia tidak akan menyebarkan cerita itu. Cinta merasa lega. Ia tahu orang lain mungkin membuat dugaan, tetapi ia dapat menyebut alasan sebenarnya kepada orang yang perlu mengetahuinya. Hubungannya dengan Patrick tetap persahabatan dan tidak berubah oleh keputusan tersebut.
***
Cinta mengirim pesan kepada Charles pada siang hari untuk mengonfirmasi bahwa ia membutuhkan beberapa minggu tanpa komunikasi pribadi. Ia ingin mengurus barang melalui pesan singkat dan tidak ingin bertemu dulu. Charles menjawab bahwa ia mengerti. Ia juga berkata bahwa dirinya perlu waktu sebelum bisa memikirkan kemungkinan berteman. Cinta membalas bahwa ia menghormati hal itu dan tidak mengharapkan apa pun darinya.
Mereka mengatur pengiriman buku dan syal. Charles menawarkan untuk menyerahkan barang lewat kurir. Cinta setuju, lalu memberi alamat yang ia pilih untuk menerima paket. Ia tidak memberikan akses ke unit sewa atau meminta Charles datang. Pengaturan itu sederhana dan tidak memerlukan pembicaraan panjang.
Sore hari, Patrick mengirim pesan bertanya bagaimana kabar Cinta. Ia menjawab bahwa dirinya baru mengakhiri hubungan dengan Charles dan sedang memprosesnya. Patrick membalas turut prihatin, tetapi tidak menawarkan diri sebagai pengganti atau menyindir Charles. Ia bertanya apakah Cinta ingin berbicara atau lebih baik diberi ruang. Cinta memilih ruang malam itu. Patrick berkata ia akan menghormatinya.
Jawaban tersebut menenangkan, tetapi Cinta sengaja tidak membuat keputusan apa pun tentang masa depan pertemanan mereka. Ia tidak ingin kesedihan membawanya mencari kedekatan baru sebelum memahami perasaannya sendiri. Ia memasak makan malam, menonton acara ringan, lalu tidur dengan ponsel di luar jangkauan.
Hari-hari selanjutnya Cinta menjalani jadwalnya tanpa Charles. Ada saat ia ingin mengirim pesan tentang sebuah buku atau lelucon, lalu ia mengingat kesepakatan jarak dan menahan diri. Bukan untuk menghukum Charles, melainkan agar keduanya punya kesempatan menyesuaikan diri. Ia menulis kepada Anna jika ingin berbagi hal yang biasanya ia ceritakan kepada Charles.
Ia terus mengerjakan naskah dan bertemu editor. Satu sore, ia membaca ulang bagian yang pernah ia ubah saat membicarakan batas. Kini adegannya terasa lebih tajam. Ia tidak menulis tokohnya sebagai perempuan yang langsung pulih, tetapi sebagai seseorang yang dapat menjalani hari meski masih memikirkan keputusan sulit. Cinta merasa dekat dengan tokoh itu tanpa harus memindahkan setiap pengalaman ke dalam cerita.
Setelah sarapan dengan Anna, Cinta menghabiskan beberapa jam merapikan naskah. Ia mematikan notifikasi dan memilih bagian yang tidak membutuhkan banyak konsentrasi. Pikirannya tetap kembali kepada Charles, tetapi ia tidak membiarkan dirinya membaca pesan lama untuk mencari alasan mengubah keputusan. Ia tahu hubungan mereka tidak berakhir karena satu percakapan; percakapan itu hanya memberi suara pada hal yang telah lama mereka rasakan.
Ia juga memikirkan apakah ia harus menyebutkan keputusan itu kepada Patrick. Ia memilih menunggu sampai dirinya siap, bukan karena merahasiakan sesuatu, melainkan karena kehidupan pribadinya tidak harus segera diumumkan. Jika mereka berbicara, ia akan mengatakan hubungan dengan Charles sudah berakhir. Ia tidak akan menyiratkan bahwa hal itu membuka kesempatan romantis bagi Patrick.
Menjelang sore, ia mengirim pesan kepada Charles tentang permintaan jarak. Ia menulis dengan singkat agar tidak meninggalkan ruang bagi tafsir bahwa ia akan segera kembali. Ia meminta mereka hanya menghubungi satu sama lain untuk urusan barang. Charles menjawab bahwa ia memahami kebutuhan itu. Ia juga mengatakan bahwa ia tidak ingin ada pertemanan yang dipaksakan sekarang.
Cinta membalas bahwa ia setuju. Ia tidak meminta Charles menunggu sampai ia siap berteman, dan tidak ingin hubungan mereka terus dipertahankan lewat pesan basa-basi. Mengetik kata-kata itu menyakitkan. Ia berhenti beberapa kali, lalu memastikan pesan tersebut benar-benar sesuai keinginannya. Setelah mengirim, ia meletakkan ponsel dan berjalan ke dapur.
Ia membuat teh, berdiri sejenak dekat meja, dan membiarkan air mata turun. Kesedihan itu tidak membatalkan pilihannya. Ia tahu kehilangan orang yang disayangi tetap terasa bahkan ketika hubungan berakhir dengan persetujuan. Setelah cukup lama, ia menyeka wajah, makan, dan menyiapkan daftar belanja. Ia tidak perlu menjadi kuat dengan cara mengabaikan tubuhnya sendiri.
Malamnya, Anna mengirim pesan hanya menanyakan apakah Cinta sudah makan. Cinta menjawab iya dan berterima kasih karena tidak mengirim pertanyaan beruntun. Anna membalas bahwa ia akan ada esok hari jika Cinta ingin ditemani. Cinta menyimpan pesan itu dan pergi tidur. Ia membiarkan malam menjadi malam, tanpa memaksa dirinya menemukan makna besar dari perpisahan tersebut.
Cinta berjalan pulang sambil mengingat bagian-bagian hubungan yang ia syukuri. Charles pernah membuatnya merasa didengar dan mengajaknya mencoba hal-hal baru. Ia tidak perlu menghapus kebaikan itu untuk menjelaskan kenapa mereka berhenti. Ia menulis satu kalimat di ponsel, lalu menghapusnya karena terlalu panjang. Ia akan menyampaikan keputusan dengan kata-kata langsung.
Ia menelepon Charles setelah sampai rumah dan mengatakan ia ingin mengakhiri hubungan sebagai pasangan. Ia menyebut perbedaan arah, bukan Patrick, Daniel, atau satu kejadian tertentu. Charles terdiam, lalu menjawab bahwa ia mengerti meski ia sedih. Mereka sepakat membicarakan barang dan jarak setelah pikiran lebih tenang.