Seminggu setelah mereka berpisah, Cinta membaca kabar dari editor bahwa revisi mendekati tahap akhir. Ia menyelesaikan pekerjaan yang tersisa dan mengirim naskah. Keberhasilan itu tidak menghapus kesedihannya, tetapi memberi sesuatu yang bisa ia rayakan sendiri. Ia membeli makan malam yang ia sukai dan duduk di meja dengan buku yang baru dibeli.
Anna mengirim ucapan selamat dan bertanya apakah Cinta ingin merayakan bersama. Cinta menjawab bahwa ia ingin makan malam sendiri malam itu, tetapi ingin bertemu esok. Anna menerima tanpa tersinggung. Cinta menaruh ponsel, menghidangkan makanan, dan menikmati keberhasilan kecil itu. Ia tidak merasa harus menunggu seseorang datang untuk menyebut pencapaiannya berarti.
***
Keesokan harinya, ia bertemu Anna di kedai buku. Mereka minum kopi, melihat-lihat rak, lalu duduk di bangku luar. Anna menanyakan apakah Cinta masih memikirkan Charles. Cinta menjawab bahwa kadang ia merindukan percakapan mereka, tetapi tidak merindukan ketidakpastian tentang arah hubungan. Ia belum siap menjadi teman dan tidak tahu kapan itu berubah.
Anna berkata Cinta tidak harus menentukan batas waktu untuk berduka. Cinta setuju. Mereka berbicara tentang rencana lain: mengunjungi pameran, mencoba resep baru, membaca naskah masing-masing. Anna tidak menawarkan Patrick sebagai kemungkinan romantis. Cinta menghargai bahwa sahabatnya memahami keputusan untuk berpisah tidak berarti ia kini mencari pasangan lain.
Dalam perjalanan pulang, Cinta melewati gedung lama tempat ia dan Daniel pernah tinggal. Ia tidak berencana datang ke sana, hanya melewati jalan yang sama. Kenangan muncul, tetapi ia tidak berhenti. Ia memanggil kendaraan dan pulang ke unit sewa. Ia sadar bahwa kota dipenuhi tempat yang mengingatkannya pada masa lalu, namun ia tetap dapat bergerak melewatinya tanpa harus menghindari seluruh hidupnya.
Malamnya Patrick mengirim pesan singkat, menanyakan apakah Cinta ingin membicarakan naskah yang pernah mereka bahas. Cinta membalas bahwa ia sudah mengirim revisi dan ingin merayakan pencapaian itu dengan cara tenang. Patrick memberi selamat dan tidak meminta bertemu. Ia mengirim satu kalimat bahwa ia senang Cinta berhasil menuntaskan pekerjaan. Cinta berterima kasih dan menutup percakapan.
Ia merasa persahabatan mereka masih mungkin, tetapi ia ingin melihat konsistensi Patrick dari waktu ke waktu. Ia tidak akan memakai kesedihan setelah putus untuk mempercepat kedekatan. Ia tidak perlu membuat Patrick menunggu, sebab ia tidak pernah menjanjikan hubungan. Yang ia janjikan hanya kejujuran dan batas yang jelas.
Dalam beberapa hari berikutnya, Cinta mengatur rutinitas baru. Ia menyisihkan waktu untuk menulis proyek berikutnya, berjalan pagi, dan menyelesaikan urusan apartemen lama melalui pengacara. Ia menyimpan surat yang ditulis untuk orang tua Daniel, tetapi tidak membacanya berulang-ulang. Ia membiarkan hidupnya kembali memiliki ruang untuk hal-hal biasa.
Ia masih menerima kabar administratif tentang kerusakan dan dokumentasi. Belum ada keputusan yang bisa disebut penyelesaian. Ia mencatat informasi itu, menjawab jika diminta, lalu kembali ke pekerjaannya. Ia tidak menunggu Daniel meminta maaf agar dapat merasa hidupnya bergerak. Tanggung jawab dan pemulihan adalah dua hal berbeda, dan keduanya tidak harus selesai pada hari yang sama.
Pada akhir pekan, Cinta duduk di balkon kecil unit sewanya dengan laptop. Ia menulis halaman pertama cerita baru. Kali ini tokohnya memilih perjalanan yang belum diputuskan orang lain untuknya. Cinta berhenti sejenak, membaca paragraf pembuka, lalu menyimpan file. Ia merasa sedih, lega, dan ingin tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Semua perasaan itu boleh tinggal bersamaan.
Ia menutup laptop dan melihat langit mulai berubah warna. Ia tidak mengirim pesan kepada Charles, tidak mengundang Patrick, dan tidak menelepon Anna. Ia memilih menikmati sore sendiri. Pilihan itu bukan penolakan terhadap kasih sayang, melainkan cara memberi dirinya tempat untuk tumbuh setelah mengakhiri hubungan dengan jujur.
Malam itu ia tidur dengan pikiran yang lebih tenang. Ia tahu akan ada hari ketika ia merindukan Charles lagi, dan mungkin ada hari ketika pertemanan dengan Patrick berubah atau justru tetap sederhana. Tidak satu pun harus diputuskan sekarang. Untuk pertama kalinya setelah lama, masa depan terasa seperti halaman kosong yang boleh ia isi perlahan, dengan tulisan tangannya sendiri.
Minggu itu Cinta membuat sarapan yang sedikit lebih istimewa, lalu makan di balkon. Ia membaca pesan dari editor yang memuji bab terakhir dan memberi catatan ringan untuk penyuntingan akhir. Cinta membalas bahwa ia akan mengirim revisi pada jadwal yang disepakati. Ia merasa puas karena sebagian dari hari-harinya kembali berkaitan dengan hal yang ia bangun sendiri.
Selesai sarapan, ia menulis daftar hal yang ingin dilakukan bulan itu. Daftarnya tidak memuat keputusan besar tentang pasangan atau rumah baru. Ia mencantumkan membaca dua buku, mencari meja kerja yang lebih nyaman, menyelesaikan naskah, dan sesekali bertemu Anna. Ia sengaja menuliskan hal-hal yang bisa ia lakukan tanpa menunggu orang lain.
Ia berbicara singkat dengan Patrick tentang pekerjaan. Saat Patrick bertanya bagaimana kabarnya, Cinta menjawab bahwa ia sedang menyesuaikan diri setelah putus dan belum ingin membahas hubungan itu lebih jauh. Patrick tidak meminta detail. Ia mengatakan turut bersimpati dan mengalihkan pembicaraan ke novel. Cinta merasa interaksi itu baik, tetapi tetap memilih mengakhiri percakapan setelah beberapa menit karena ia ingin beristirahat.
Menjelang malam, ia membuka halaman baru untuk cerita yang akan dikerjakan selanjutnya. Ia belum punya plot lengkap, hanya gambaran tokoh yang ingin menentukan hidupnya tanpa harus meminta pengakuan dari orang lain. Ia menulis tiga paragraf, lalu berhenti sebelum lelah. Pekerjaan tidak harus menjadi pelarian dari perpisahan; ia dapat menyukai pekerjaannya sekaligus memberi ruang bagi kesedihan.
Ia mengirim pesan kepada Anna untuk memastikan jadwal sarapan akhir pekan. Anna menjawab ya dan mengirim tempat yang diusulkan. Mereka bertukar beberapa pesan tentang menu, kemudian percakapan selesai. Cinta menaruh ponselnya dan memeriksa tanaman kecil di balkon. Daunnya tampak kering, jadi ia menyiramnya secukupnya.
Sebelum tidur, Cinta menuliskan bahwa ia tidak perlu menyimpulkan apa pun tentang cinta hanya karena satu hubungan berakhir. Ia dan Charles pernah saling menyayangi dan tetap berbeda arah. Ia masih boleh menginginkan hubungan di masa depan, tetapi ia tidak harus mencari pengganti sekarang. Ia mematikan lampu dan membiarkan hari berikutnya datang tanpa target selain menjalani rutinitasnya.