Charles meminta izin untuk menyampaikan pandangannya. Ia berkata bahwa ia menyayangi Cinta dan ingin hubungan mereka berjalan, tetapi ia mulai merasa bahwa setiap percakapan tentang masa depan berakhir dengan menunda. Ia tidak menyalahkan keadaan Cinta dan tidak menuntutnya memilih hari itu juga. Namun ia perlu tahu apakah mereka memiliki arah yang sama atau sekadar bertahan karena sulit melepaskan.
Cinta mendengarkan tanpa menyusun jawaban di tengah kalimatnya. Ada rasa sedih mendengar Charles mengatakannya, tetapi juga ada rasa lega karena ia tidak lagi berpura-pura semuanya cukup dengan saling memahami. Ia menjelaskan bahwa ia tidak ingin membuat keputusan berdasarkan rasa takut kehilangan. Ia juga tidak ingin menggunakan kejadian dengan Daniel untuk menghindari pertanyaan yang sudah ada sebelumnya.
Mereka berbicara tentang hal-hal yang mereka inginkan dalam hubungan. Charles ingin waktu bersama yang terencana dan harapan untuk membangun rumah tangga dalam waktu dekat. Cinta belum ingin merencanakan pernikahan atau tempat tinggal bersama. Ia ingin memulihkan ritme pekerjaannya, memilih tempat tinggal yang cocok untuk dirinya, dan tidak menjadikan pasangan sebagai orang yang menentukan arah itu. Ia menyadari kebutuhan tersebut mungkin tidak berubah dalam waktu dekat.
Charles bertanya apakah Cinta berpikir mereka bisa mencoba lagi beberapa bulan kemudian. Cinta tidak menjawab dengan janji. Ia berkata bahwa ia tidak ingin meminta Charles menunggu sambil menggantungkan harapan. Jika suatu hari keadaan atau keinginan mereka berubah, mereka bisa berbicara sebagai dua orang yang bebas memilih. Namun sekarang, ia merasa lebih jujur jika berhenti menjadi pasangan.
Charles menunduk dan mengusap telapak tangannya. Ia tampak terluka, tetapi tidak membantah pilihan Cinta. Ia berkata bahwa ia berharap hubungan itu bisa diperbaiki, tetapi tidak ingin Cinta bertahan hanya karena rasa kasihan. Cinta meminta maaf karena hubungan itu berakhir dengan sakit. Ia tidak meminta maaf karena memilih, sebab ia tahu menyatakan kebenaran lebih baik daripada mempertahankan hubungan yang tidak lagi ia yakini.
Mereka membicarakan hal praktis: barang yang tertinggal di rumah masing-masing dan bagaimana mengembalikannya. Tidak ada barang bersama yang rumit. Charles masih memiliki sebuah buku milik Cinta dan Cinta menyimpan syal Charles. Mereka sepakat bertukar lewat kurir atau bertemu singkat di tempat umum, sesuai kenyamanan keduanya. Charles bertanya apakah mereka bisa tetap berteman. Cinta menjawab bahwa ia belum tahu dan membutuhkan jarak dulu.
***
Setelah berpisah, Cinta berjalan menuju unitnya sendiri. Ia tidak menghubungi Patrick. Ia ingin memberi ruang bagi pikirannya sebelum berbicara dengan siapa pun. Ia duduk di halte, memperhatikan kendaraan lewat dan mengingat hal-hal yang ia sukai dari Charles. Kenangan baik itu tidak membuat keputusannya keliru. Hubungan dapat memiliki bagian yang hangat dan tetap tidak cocok untuk diteruskan.
Di rumah, ia mandi dan mengganti pakaian. Ia merasa ingin menangis, lalu membiarkan air matanya keluar tanpa menyebutnya kelemahan. Ia tidak menyalakan musik atau mencari pengalih perhatian. Setelah beberapa menit, ia mengambil air minum dan menelepon Anna. Ia berkata bahwa ia dan Charles memutuskan untuk berhenti menjadi pasangan. Anna menanyakan apakah Cinta ingin ditemani. Cinta menjawab tidak malam itu, tetapi mungkin ingin sarapan bersama esok.
Anna mengatur waktu dan tidak bertanya apakah Patrick terlibat. Cinta menghargai itu. Putusnya hubungan dengan Charles adalah keputusan tentang dua orang yang menjalin hubungan, bukan pembukaan bagi orang lain untuk mengambil tempatnya. Ia menulis satu kalimat di buku catatan: ‘Aku memilih jujur, meski aku sedih.’ Setelah itu ia tidur lebih awal.
Mereka mulai membicarakan perbedaan kecil yang terkumpul selama hubungan. Charles suka merencanakan beberapa bulan ke depan, sementara Cinta lebih nyaman menentukan satu langkah setelah langkah lain. Ia suka menghabiskan akhir pekan di luar kota, sedangkan Cinta sering ingin bekerja atau berada di rumah. Dulu mereka menganggap perbedaan itu akan mudah diselesaikan nanti. Kini kata ‘nanti’ terasa seperti tempat menyimpan pertanyaan yang tidak ingin mereka jawab.
Cinta menjelaskan bahwa ia tidak ingin membuat Charles menunggu sampai ia siap menikah atau tinggal bersama. Ia juga tidak ingin berjanji bahwa keinginannya akan berubah. Charles mengakui ia berharap hubungan mereka punya arah yang lebih jelas. Ia tidak ingin menekan Cinta, tetapi ia tidak dapat terus berpura-pura bahwa ketidakpastian itu tidak penting baginya.
Mereka berhenti sejenak saat pesanan datang. Cinta mengambil waktu untuk minum dan memikirkan kata-kata Charles. Ia merasa sedih karena mereka ternyata sama-sama tahu masalahnya, namun terus menghindarinya demi menjaga suasana baik. Mereka tidak saling menyalahkan, dan itu justru membuat percakapan semakin berat. Tak ada tokoh jahat untuk ditunjuk.
Charles mengatakan ia masih menyayangi Cinta, tetapi ia juga perlu menjaga dirinya. Cinta mengangguk dan mengatakan hal yang sama. Ia tidak ingin menyakiti Charles dengan terus menunda, namun ia takut membuat keputusan yang kelak ia sesali. Charles menjawab bahwa takut menyesal bukan alasan untuk tetap bersama jika salah satu tidak lagi yakin. Mereka sepakat berjalan pulang sebentar sebelum melanjutkan obrolan.
Di luar, mereka berjalan berdampingan tanpa menyentuh tangan. Cinta mengingat bagaimana mereka dahulu selalu berjalan rapat. Sekarang jarak kecil itu terasa jujur. Ia tidak meminta Charles memegang tangannya demi membuat percakapan lebih mudah. Sesampainya di persimpangan, mereka memutuskan duduk lagi dan menyelesaikan pembicaraan.
Mereka membicarakan beberapa contoh nyata dari perbedaan itu. Charles ingin bisa merencanakan liburan dan perayaan jauh-jauh hari, sedangkan Cinta sering menerima pekerjaan yang waktunya berubah. Cinta ingin tinggal di kota yang memudahkan pekerjaannya, sementara Charles mempertimbangkan kesempatan kerja di tempat lain. Tidak satu pun menuntut yang lain untuk menyerahkan mimpinya, namun keduanya melihat bahwa kompromi yang dibutuhkan akan sangat besar.
Charles bertanya apakah Cinta ingin mencoba hubungan jarak jauh yang lebih terencana. Cinta menjawab ia tidak yakin ingin mempertahankan hubungan dengan cara itu. Ia tidak ingin berkata iya hanya untuk menunda sakitnya. Charles mengangguk dan mengakui dirinya pun tidak ingin hubungan jarak jauh tanpa arah.
Mereka duduk dalam diam sejenak, lalu Charles berkata keputusan tidak harus dianggap sebagai kegagalan. Cinta merasa sedih mendengar itu, karena sebagian dirinya berharap cinta saja cukup. Ia menjawab bahwa cinta penting, tetapi cara mereka membayangkan kehidupan sehari-hari juga penting. Mereka sepakat bahwa keputusan berpisah mungkin paling jujur.