Cinta menerima telepon dari pengacara pada pagi yang tenang. Ada perkembangan administratif terkait catatan kejadian, tetapi belum ada keputusan final atau hasil yang bisa dijanjikan. Pengacara menjelaskan pilihan langkah selanjutnya dan mengirimkan ringkasan tertulis agar Cinta dapat membacanya sebelum menentukan apakah ia bersedia melanjutkan ke tahap berikut. Tidak ada yang meminta jawaban seketika.
Cinta membaca ringkasan itu di meja, berhenti setiap kali menemukan istilah yang belum ia pahami, lalu menuliskan pertanyaan. Ia tidak ingin menandatangani atau menyetujui sesuatu hanya karena takut terlihat sulit. Ia menghubungi pengacara kembali dan bertanya apa konsekuensi praktis dari tiap pilihan serta apakah ia perlu hadir langsung. Pengacara menjawab satu per satu, tanpa menjamin hasil tertentu.
Setelah percakapan, Cinta meminta waktu sehari untuk mempertimbangkan. Ia ingin mengambil langkah yang sesuai dengan kebutuhannya, bukan karena ingin membuat Daniel menderita. Ia juga tidak ingin mengabaikan apa yang terjadi. Ada perbedaan antara mencari pertanggungjawaban dan membalas dendam, dan ia ingin tetap memahami perbedaan itu ketika menentukan tindakannya.
Ia mengirim pesan kepada Anna bahwa ia sedang memikirkan langkah berikutnya dan tidak membutuhkan saran dulu. Anna membalas bahwa ia siap mendengarkan kapan pun Cinta mau. Dukungan itu tidak membuat Cinta merasa berutang keputusan. Ia bisa menerima bahwa temannya peduli, lalu tetap mengambil waktu sendiri.
***
Sore hari, Cinta menemui Charles untuk makan malam. Mereka berbincang tentang pekerjaan dan rencana akhir pekan sebelum ia menceritakan bahwa ada keputusan administratif yang harus ia pertimbangkan. Ia tidak membacakan semua detail. Charles bertanya apakah Cinta ingin pendapatnya atau sekadar ingin didengarkan. Cinta memilih didengarkan.
Ia berkata bahwa ia ingin kejadian itu tercatat dengan benar, tetapi tidak ingin membangun hidupnya di sekitar hukuman bagi Daniel. Charles mendengarkan dan tidak mendorongnya mengambil langkah yang lebih keras atau lebih lunak. Ia berkata bahwa keputusan itu milik Cinta dan ia akan menghormatinya. Cinta berterima kasih, lalu mereka mengalihkan pembicaraan ke hal lain.
Dalam perjalanan pulang, ia merasa percakapan itu berjalan baik karena tidak ada yang berusaha mengambil alih. Ia tetap memikirkan perkara tersebut, tetapi tidak harus menyelesaikannya malam itu. Ia makan camilan, mandi, lalu menuliskan pertanyaan untuk pengacara. Setelah semua tertulis, ia menutup buku dan membiarkan jawabannya menunggu esok.
Keesokan paginya, Cinta membaca ringkasan sekali lagi. Ia memutuskan menyetujui langkah yang menjaga dokumen resmi dan memberi kesempatan bagi fakta untuk dicatat. Ia menegaskan kepada pengacara bahwa ia tidak ingin ada komunikasi langsung dengan Daniel dan tidak bersedia mengatur pertemuan pribadi. Pengacara mengonfirmasi bahwa batas tersebut akan dihormati dalam penanganan komunikasi.
Cinta merasa lega setelah keputusan dibuat, walau belum tahu apa hasil akhirnya. Ia menaruh salinan persetujuan di map dan mengirim pesan kepada editor bahwa hari itu ia mungkin menyunting lebih lambat. Editor mengerti. Ia bekerja selama satu jam, lalu keluar membeli makan siang.
Di jalan pulang, ia melihat pantulan dirinya di kaca toko. Wajahnya masih tampak lelah, tetapi ia tidak sedang menunggu Daniel meminta maaf atau berubah. Tanggung jawab atas tindakannya berada padanya. Cinta mengurus bagian yang menjadi pilihannya: mencatat fakta, menjaga jarak, dan terus menjalani hidup.
Malam itu ia menulis beberapa halaman untuk novel. Tokohnya tidak membalas kekerasan dengan kekerasan. Ia mencari bantuan, menyimpan bukti, dan menentukan langkahnya sendiri. Cinta tidak menulis adegan itu sebagai pelajaran bagi siapa pun; ia hanya ingin ceritanya jujur tentang bagaimana seseorang dapat melindungi diri tanpa menjadi seperti orang yang menyakitinya.
Ia menutup laptop, merapikan meja, dan menyimpan dokumen di tempat aman. Belum ada akhir untuk urusan Daniel, dan tidak ada kepastian tentang bagaimana orang lain akan bertindak. Namun keputusan Cinta untuk tidak membalas dendam tidak berarti ia memaafkan atau melupakan. Ia hanya memilih arah yang tidak menyerahkan sisa hidupnya kepada kemarahan.
Ia meninjau pilihan yang dijelaskan pengacara dan membuat daftar pertanyaan terakhir. Ia meminta penjelasan mengenai waktu, dokumen yang mungkin diperlukan, dan apakah ia dapat mengubah keputusan sebelum proses dimulai. Pengacara menjawab dengan bahasa yang bisa ia pahami. Tidak ada tekanan untuk segera menyetujui. Cinta membaca kembali semuanya setelah beristirahat, bukan ketika pikirannya sedang lelah.
Ia juga menuliskan alasan pribadinya: ingin catatan kejadian akurat, ingin menghindari kontak langsung, dan tidak ingin memakai proses itu sebagai alat untuk menyakiti balik. Ketiganya dapat berdampingan. Ia tidak perlu memilih antara melindungi diri dan mengharapkan pertanggungjawaban. Ia hanya perlu jujur tentang tujuan yang ia miliki.
Ketika menyampaikan keputusannya, ia meminta komunikasi lanjutan tetap tertulis dan melalui pengacara. Ia tidak ingin Daniel menelepon atau mengirim seseorang untuk meminta maaf. Jika suatu hari ia ingin mendengar sesuatu darinya, ia yang akan menentukan waktunya. Pengacara mengonfirmasi bahwa permintaan tersebut dicatat.
Setelah itu, Cinta mengirim pesan kepada editor bahwa ia akan kembali bekerja besok. Ia membuat makan malam dan menaruh map di laci, tidak di meja. Ia ingin melihat ruang kerjanya sebagai tempat menulis, bukan hanya tempat menyimpan bukti. Sebelum tidur ia memeriksa kunci, lalu memikirkan adegan berikutnya dalam novel. Keputusan hari itu telah dibuat; sisanya dapat menunggu.
Ia menulis kepada Anna bahwa ia telah memilih langkah yang ingin diambil. Anna membalas bahwa ia bangga Cinta berani mempertimbangkannya sendiri. Cinta meminta agar Anna tidak perlu merasa bangga atau kecewa atas hasil apa pun; yang ia butuhkan hanyalah teman yang mendengar. Anna setuju. Percakapan itu berakhir ringan, dengan rencana sarapan dan pertukaran resep.
Cinta mengirim keputusan tertulis kepada pengacara setelah membaca penjelasan untuk kedua kalinya. Ia meminta salinan dari setiap dokumen yang ia tandatangani dan penjelasan sebelum ada perubahan. Pengacara mengonfirmasi permintaan itu. Cinta menyimpan korespondensi tersebut di folder terpisah dari foto kerusakan.
Ia kemudian menyiapkan ruang kerjanya untuk hari berikutnya. Ia memindahkan map perkara ke laci dan meletakkan naskah di atas meja. Ia ingin dapat membuka laptop tanpa langsung melihat dokumen kejadian. Kedua urusan tetap penting, tetapi tidak harus berada di hadapannya pada saat yang sama.