Beberapa hari berlalu sebelum pengacara memberi kabar. Petugas keamanan bersedia bertemu sebentar dan menyampaikan apa yang ia ingat, atas kehendaknya sendiri. Cinta berterima kasih karena pengacara menanyakan persetujuannya lebih dulu. Ia memilih Anna sebagai pendamping dan meminta pertemuan berlangsung singkat di ruang yang disediakan pengacara. Ia menegaskan bahwa petugas tidak wajib memberi keterangan lebih jauh atau menjawab pertanyaan yang tidak nyaman.
Cinta menulis catatan untuk dirinya sendiri tentang apa yang ia saksikan dan apa yang tidak ia ketahui. Ia tidak menebak luka yang dialami petugas atau bagaimana ia memandang kejadian tersebut. Ia hanya menulis bahwa petugas berusaha menjalankan tugas, Daniel memukulnya, dan kemudian petugas mendapat perawatan. Jika kelak ada pertanyaan resmi, ia akan menjawab berdasarkan ingatannya.
Ia berkonsultasi dengan pengacara mengenai apa yang mungkin diminta darinya. Pengacara menerangkan bahwa bila ada proses formal, Cinta dapat menerima informasi tentang jadwal dan haknya sebelum memutuskan langkah. Ia tidak harus menyetujui percakapan yang tidak resmi. Tidak ada janji tentang putusan atau sanksi; yang dapat dilakukan sekarang adalah menyimpan bukti dan menjaga catatan tetap akurat.
Cinta bertanya apakah petugas keamanan harus menjadi bagian dari setiap langkah. Pengacara menjawab bahwa itu bergantung pada kebutuhan proses dan pilihan petugas sendiri. Cinta mengatakan ia tidak ingin mendorongnya. Baginya, keterangan saksi hanya berguna bila diberikan secara sukarela dan sesuai fakta. Pengacara mencatat sikap tersebut.
***
Sore itu Cinta berjalan keluar untuk membeli kopi dan duduk di bangku dekat taman kecil. Ia membawa buku tanpa membuka ponsel. Ia mengamati orang-orang yang lewat, mendengar suara kendaraan, dan membiarkan pikirannya berjalan ke hal yang tidak berkaitan dengan perkara: menu makan malam, dialog dalam novel, dan apakah ia perlu membeli lampu meja.
Ia menyadari bahwa mencari pertanggungjawaban tidak berarti dirinya harus terus-menerus marah. Ada hari ketika ia ingin dokumen lengkap, ada hari ketika ia hanya ingin membaca. Perasaan yang berbeda tidak membuatnya kurang serius. Ia dapat mengurus perkara dengan bantuan pengacara dan tetap memilih istirahat saat perlu.
Di rumah, ia menerima pesan dari Patrick yang menanyakan apakah ia ingin bertemu untuk minum kopi. Ia menjawab bahwa ia ingin menuntaskan beberapa pekerjaan lebih dulu dan akan menghubungi jika punya waktu. Patrick membalas tanpa mendesak. Ia kemudian mengirim pesan kepada Charles tentang jadwal makan malam mereka, dan Charles menyetujui waktu yang Cinta usulkan.
Malamnya, Cinta menyelesaikan revisi satu bab. Ia tidak menulis tentang luka petugas secara langsung, tetapi membiarkan tokoh dalam ceritanya memahami bahwa membantu seseorang bukan berarti memiliki hak atas kisahnya. Kalimat itu terasa penting. Ia membaca ulang dan menyimpannya, lalu menutup laptop.
Sebelum tidur, ia memeriksa map bukti. Semua dokumen ada di tempatnya; ia tidak perlu menambah apa pun malam itu. Ia merasa lega bahwa ucapan terima kasih telah disampaikan dengan cara yang tidak memaksa balasan. Petugas itu memiliki kehidupan dan keputusan sendiri, sebagaimana Cinta juga berusaha mempertahankan miliknya.
Cinta membaca ulang kronologi yang ia susun dan memastikan tidak ada kalimat tentang karakter Daniel atau motifnya. Dokumen tersebut hanya berisi kejadian yang ia ingat dan hal yang ia lihat. Ia menyimpan versi final di folder yang sama dengan foto, lalu membuat satu salinan di perangkat pribadi. Ia tidak mengirim apa pun ke media sosial dan tidak menceritakan rincian kepada orang yang tidak perlu mengetahuinya.
Pengacara menjelaskan bahwa jika ada permintaan resmi untuk memberi keterangan, Cinta akan diberi tahu sebelumnya dan dapat mengajukan pertanyaan. Ia tidak akan dipertemukan dengan Daniel tanpa pemberitahuan atau persetujuannya. Cinta meminta konfirmasi tertulis tentang proses komunikasi itu. Pengacara menyanggupi untuk menjawab berdasarkan aturan yang berlaku, tanpa menjanjikan bahwa setiap situasi dapat diatur sesuai keinginan Cinta.
Jawaban yang jujur itu membuat Cinta lebih siap daripada janji kosong. Ia dapat membuat pilihan berdasarkan informasi yang ada. Ia tidak meminta pengacara memastikan Daniel mendapat hukuman tertentu; ia meminta agar fakta dicatat dan keselamatannya diperhatikan. Setelah panggilan, ia berjalan ke toko untuk membeli pena dan map tambahan.
Ia juga mempertimbangkan apakah ingin memberi kabar kepada Patrick. Mereka belum memiliki kebiasaan berbagi semua hal, dan ia tidak ingin melakukannya hanya karena Patrick pernah menawarkan bantuan. Akhirnya ia mengirim pesan pendek bahwa ia sedang mengurus dokumen dan akan sibuk malam itu. Patrick membalas agar ia fokus pada pekerjaannya. Cinta tidak menambahkan detail yang tidak ingin ia bagikan.
Malamnya, ia menulis dialog untuk novelnya. Tokoh utama berkata kepada temannya bahwa ia berterima kasih atas perhatian, tetapi tidak ingin diminta mengulang cerita. Cinta meninjau kalimat itu dan membuatnya lebih ringan, tidak terdengar seperti pidato. Ia ingin dialognya manusiawi, seperti batas yang sering disampaikan lewat suara biasa.
Pengacara tidak dapat menentukan kapan informasi berikutnya tersedia. Cinta menyetujui untuk menunggu dan meminta pemberitahuan jika ada langkah yang memerlukan tindakannya. Ia menutup kalender yang semula ia isi dengan perkiraan tanggal, lalu menghapus pengingat yang tidak lagi relevan. Ia tidak ingin memenuhi minggu depan dengan dugaan. Jika ada agenda nyata, ia akan menyesuaikan ketika waktunya jelas.
Ia lalu menyiapkan makan malam dan duduk tanpa laptop. Ia memilih lagu yang disukainya dan membiarkan pikirannya tertuju pada hal lain. Menjaga perhatian pada kehidupan sendiri bukan berarti ia tidak peduli pada saksi atau bukti; itu cara agar ia tetap punya tenaga untuk mengambil keputusan bila dibutuhkan.
Sambil menunggu jawaban pengacara, Cinta memeriksa kembali semua file bukti. Ia memastikan foto asli tidak terhapus dan dokumen yang dibagikan hanya salinan. Ia menulis tanggal pada folder dan tidak mengubah isi gambar. Setelah selesai, ia menyimpan perangkat dan keluar untuk membeli kebutuhan rumah.
Kegiatan itu terasa biasa, tetapi ia sengaja memperhatikannya. Ia dapat memilih roti, membayar, dan pulang tanpa menghabiskan seluruh waktu membayangkan pertanyaan yang mungkin diajukan. Ia tidak menolak proses; ia hanya tidak menjadikan proses itu satu-satunya hal yang ia lakukan.
Pada hari yang disepakati, Cinta tiba bersama Anna. Petugas keamanan datang setelah mereka duduk. Cinta berterima kasih karena ia bersedia hadir dan berkata bahwa ia tidak perlu memaksa diri bercerita melebihi yang ia ingat. Petugas menjelaskan bahwa ia melihat Daniel masuk dan berusaha menghentikan keributan di lorong. Daniel memukulnya, lalu ia mendapat perawatan. Ia tidak mengingat semua urutan setelah jatuh dan tidak ingin menebak.
Cinta mendengarkan tanpa menyela. Ia tidak meminta petugas mengulang bagian yang sulit atau menjelaskan kondisi tubuhnya. Ketika petugas berhenti, ia bertanya apakah ada hal yang ingin ia tambahkan sendiri. Petugas berkata ia hanya ingin kejadian dicatat dengan benar dan akan memutuskan sendiri apakah bersedia memberi keterangan resmi. Cinta mengatakan ia menghormati keputusan itu.
Anna tetap diam, sebagaimana Cinta minta. Kehadirannya membuat Cinta merasa didampingi, tetapi ia sendiri yang mengucapkan terima kasih dan menyampaikan bahwa ia tidak ingin membebani petugas. Mereka mengakhiri pertemuan setelah beberapa menit. Cinta tidak meminta kontak pribadi atau kabar rutin. Ia meninggalkan ruangan bersama Anna dan merasa lega karena telah mendengar keterangannya tanpa menjadikannya tugas.