Pengacara mengirim pembaruan pada siang hari. Petugas keamanan yang terluka sudah mendapat perawatan, tetapi Cinta belum diberi rincian lebih jauh. Pengacara menyampaikan bahwa pihak yang berkepentingan sedang mengatur informasi secara tepat dan tidak ingin membagikan hal pribadi tanpa persetujuan. Cinta membaca kalimat itu dengan perlahan. Ia lega mendengar petugas tersebut mendapat pertolongan, sekaligus memahami bahwa kabar itu tidak memberinya hak atas rincian medisnya.
Ia membalas bahwa ia berterima kasih atas kabar tersebut dan tidak perlu mengetahui detail pribadi. Ia ingin menitipkan ucapan terima kasih jika hal itu nyaman bagi petugas keamanan, tetapi tidak ingin pesan itu menambah beban atau dianggap sebagai permintaan kesaksian. Pengacara menjawab bahwa ia akan menanyakan apakah pesan singkat dapat diteruskan, tanpa mewajibkan petugas membalas.
Cinta menyimpan ponsel dan mencoba kembali bekerja. Ia membaca satu halaman, tetapi pikirannya terus kembali pada malam kejadian. Ia ingat suara langkah dan meja yang bergeser. Ia berhenti, pergi mencuci cangkir, lalu makan sesuatu. Setelah itu ia memutuskan mengerjakan tugas yang lebih ringan: memeriksa catatan editor dan menandai beberapa paragraf.
Ia tidak menyalahkan dirinya karena sulit berkonsentrasi. Peristiwa itu masih dekat dan beberapa keputusan belum selesai. Namun ia juga tidak ingin mendorong dirinya menceritakan ulang kejadian kepada setiap orang yang bertanya. Ia dapat menyimpan satu kronologi untuk jalur yang tepat. Kepada teman, ia cukup mengatakan sedang mengurus dokumen dan belum ingin membahas detail.
***
Sore hari, Anna menelepon. Cinta menyampaikan bahwa petugas keamanan telah mendapat perawatan, tetapi ia belum tahu kondisinya. Anna bertanya apakah Cinta ingin ditemani. Cinta memilih berbicara beberapa menit melalui telepon dan menghabiskan malam sendiri. Anna menerima pilihan itu. Ia tidak mengubah kabar tentang petugas menjadi alasan agar Cinta menghubungi semua orang atau mengambil tindakan yang belum ia putuskan.
Cinta berpikir tentang rasa berutang. Petugas itu terluka ketika berusaha menjalankan pekerjaannya, dan Cinta merasa bersalah karena dirinya berada di sana. Namun ia tahu tanggung jawab atas kekerasan ada pada orang yang melakukannya. Ia dapat menghargai keberanian petugas tanpa mengambil alih keputusan atau kesembuhannya. Ia juga tidak ingin membuat dirinya pusat dari pengalaman orang lain.
Pengacara mengabari bahwa ucapan terima kasih bisa diteruskan melalui saluran yang sesuai, dengan catatan tidak dibutuhkan jawaban. Cinta menulis pesan ringkas: ia berterima kasih karena petugas telah berusaha membantu, berharap ia mendapat perawatan yang dibutuhkan, dan tidak perlu membalas. Ia meminta pengacara memastikan pesan itu hanya diteruskan jika petugas setuju menerimanya.
Setelah mengirim, Cinta merasa tindakan itu cukup. Ia tidak menelepon tempat kerja petugas, tidak mencari informasi pribadi, dan tidak meminta Anna melakukan hal lain. Jika pesan itu tidak dapat diteruskan, ia akan menerima keputusan tersebut. Perhatian tidak harus berubah menjadi akses.
Malamnya, ia memasak sup sederhana dan makan sambil membaca beberapa halaman buku. Pikirannya masih kembali pada kabar tadi, tetapi tidak dengan rasa panik yang sama. Ia mengizinkan dirinya bersyukur bahwa petugas telah mendapat perawatan, sekaligus menerima bahwa ia tidak tahu lebih banyak. Ia menutup buku ketika mengantuk dan tidur.
Cinta membaca kabar dari pengacara dengan perlahan, lalu membiarkan layar ponsel padam. Ia merasa iba pada petugas keamanan itu, tetapi tidak ingin menjadikan perasaannya alasan untuk mencari kontak langsung. Ia tidak mengetahui apa yang petugas inginkan setelah mendapat perawatan, dan menghormati ketidaktahuan itu terasa lebih baik daripada mengisi ruang kosong dengan asumsi.
Ia membuka catatan dan menulis pesan terima kasih dalam tiga kalimat. Ia menyebut bahwa ia menghargai upaya petugas membantu pada malam itu, berharap ia mendapat dukungan yang dibutuhkan, dan tidak mengharapkan jawaban. Ia membaca ulang kalimatnya untuk memastikan tidak ada permintaan tersembunyi. Tidak ada ajakan untuk memberi keterangan, tidak ada pertanyaan tentang luka, dan tidak ada permintaan agar ia menyampaikan apa yang dilihat.
Setelah mengirim draf kepada pengacara, Cinta menutup komputer. Ia pergi ke dapur dan memasak makan sederhana. Tangannya sempat berhenti saat mendengar bunyi keras dari lorong, tetapi ia mengenali bahwa itu hanya pintu yang tertutup. Ia memeriksa kunci dari dalam, lalu kembali ke kompor. Ia tidak memarahi dirinya karena waspada; ia hanya memastikan keadaan saat ini dan melanjutkan makan malam.
Charles menelepon menjelang malam. Cinta menjawab bahwa ia tidak punya banyak tenaga untuk percakapan panjang. Charles bertanya apakah ia ingin ditemani dalam diam atau lebih baik berbicara esok. Cinta memilih menunda. Charles mengatakan baik dan mendoakan malamnya tenang. Cinta menutup telepon dengan rasa lega karena ia dapat mengatakan tidak tanpa menjelaskan seluruh isi pikirannya.
Ia membaca buku beberapa halaman lalu beristirahat. Perkara dan kondisi petugas tetap penting, tetapi ia tidak wajib memikirkan keduanya setiap menit untuk membuktikan kepedulian. Esok, jika pengacara menyampaikan bahwa pesan boleh diteruskan, ia akan menyetujuinya. Jika tidak, ia akan menerima bahwa terima kasih itu cukup ia simpan sebagai niat baik.
Cinta juga sempat memikirkan apakah ucapan terima kasihnya akan membuat petugas merasa harus merespons. Ia menambahkan secara eksplisit bahwa balasan tidak diperlukan. Ia memilih kalimat yang menyampaikan penghargaan tanpa menyebut bahwa keterangannya mungkin berguna. Jika petugas ingin berbicara kelak, itu harus menjadi pilihan petugas sendiri, bukan akibat dari rasa sungkan terhadap Cinta.
Cinta membaca pesan terima kasihnya lagi sebelum menyetujui pengiriman. Ia menghapus frasa ‘karena Anda melindungi saya’ karena ia tidak ingin meletakkan tanggung jawab tambahan pada petugas. Ia menulis ulang menjadi ungkapan penghargaan atas upaya yang dilakukan malam itu. Ia berharap kondisinya membaik, tetapi tidak meminta kabar langsung.
Ia menyampaikan kepada pengacara bahwa pesan hanya boleh diteruskan jika petugas menyetujui. Ia juga menegaskan bahwa ucapan itu tidak berkaitan dengan kesediaan memberi keterangan. Petugas bebas menerima pesan dan bebas menolak. Setelah mengirim, Cinta tidak mencari kontak pribadi atau bertanya kepada orang lain tentang kondisinya.
Malamnya ia berpikir bagaimana mudahnya rasa bersalah berubah menjadi keinginan untuk mengatur pengalaman orang lain. Ia tidak ingin melakukan itu. Petugas memiliki kebutuhan dan batasnya sendiri, sementara Cinta dapat menghargai bantuannya dari jarak yang pantas. Ia melanjutkan membaca buku sampai mengantuk.