Cinta melihat daftar barang dari apartemen lama pada pagi hari. Beberapa pakaian, dua buku, dan sebuah kotak berisi kertas kerja masih belum kembali ke tangannya. Ia telah mengambil barang penting yang dapat dibawa saat pertama kali pindah, tetapi tidak ingin pergi sendirian ke tempat yang rusak. Ia mengirim pesan kepada pengacara untuk bertanya bagaimana mengatur pengambilan sisa barang tanpa membuat pertemuan dengan Daniel.
Jawaban yang datang tidak menawarkan jalan pintas. Pengacara menyarankan agar Cinta menentukan dulu barang yang benar-benar diperlukan, lalu mengatur waktu dan cara pengambilan melalui pihak yang sesuai. Tidak ada janji bahwa semua dapat dilakukan hari itu. Cinta merasa sedikit frustrasi karena benda-benda itu miliknya, tetapi ia mengerti bahwa menunggu pengaturan bukan berarti ia kehilangan hak untuk memintanya kembali.
Ia duduk di meja dan membuat daftar yang lebih terperinci: dokumen kerja, pakaian untuk beberapa hari, buku catatan, dan benda pribadi yang memiliki nilai sentimental. Ia menandai hal yang dapat diganti dan yang tidak. Kotak berisi kertas kerja penting, tetapi sebagian besar naskah sudah memiliki salinan digital. Hal itu menenangkan, tanpa membuat kerusakan yang terjadi terasa sepele.
Anna datang sore itu setelah Cinta memintanya menemani meninjau daftar, bukan pergi ke apartemen. Mereka membaca satu per satu, kemudian Anna bertanya apakah Cinta ingin ia mencatat atau sekadar duduk bersama. Cinta meminta ia menulis nama benda sementara dirinya menjelaskan. Ketika muncul perbedaan tentang warna atau jumlah, mereka memberi tanda tanya daripada berdebat. Catatan itu harus membantu, bukan mengubah ingatan menjadi kepastian palsu.
Mereka sepakat mengirim daftar tersebut kepada pengacara dan menunggu balasan. Anna tidak menawarkan diri untuk berhadapan dengan Daniel atau mengambil barang tanpa koordinasi. Cinta berterima kasih karena temannya menanyakan bentuk bantuan yang dibutuhkan. Menjelang Anna pulang, mereka berbicara tentang rencana makan malam akhir pekan. Cinta belum tahu apakah ia ingin keluar, jadi mereka sepakat memutuskan nanti.
***
Malamnya, Cinta membuka foto apartemen yang sudah ia simpan. Ia tidak menelusurinya satu demi satu, hanya memeriksa apakah file yang dikirim kepada pengacara sudah tersimpan dengan baik. Ia membuat salinan di folder lain dan menuliskan tanggal pengambilan gambar sesuai informasi yang ia ingat. Ia tidak mengedit foto atau menambahkan catatan yang mengubah apa yang terlihat.
Melihat ruangan yang berantakan membuat dadanya menegang. Ia menutup folder dan berdiri. Ia berjalan ke jendela unit sewa, membuka tirai sedikit, lalu memilih menutupnya kembali karena ingin privasi. Ia tidak harus memaksa diri menatap bukti sampai perasaannya hilang. Dokumen itu dapat tersimpan tanpa ia lihat sepanjang hari.
Ia menulis kepada pengacara bahwa daftar barang telah siap dan meminta arahan mengenai jadwal yang dapat disepakati. Ia juga menanyakan apakah ada risiko jika ia mengambil barang bersama orang yang ia pilih. Pengacara menjawab bahwa rincian perlu dibicarakan sebelum menetapkan waktu. Cinta mengucapkan terima kasih dan meminta agar kabar berikutnya disampaikan tertulis, supaya ia dapat membaca dengan tenang.
Setelah itu, ia mengirim pesan kepada Charles bahwa ia sedang mengurus beberapa barang dari apartemen lama dan mungkin lebih lambat membalas. Charles menjawab bahwa ia mengerti dan tidak perlu terburu-buru. Cinta merasa dihargai karena ia dapat menyebut kebutuhan praktis tanpa harus mengubahnya menjadi percakapan emosional panjang.
Ia menaruh daftar barang di map bersama kronologi dan bukti kerusakan, lalu menulis tanggal pada sampul. Ia sadar perkara ini mungkin memakan waktu, tetapi proses tidak harus menguasai seluruh hidupnya. Besok ia masih bisa mengerjakan naskah dan memilih makanan yang ia suka. Ia mematikan lampu dengan perasaan bahwa ada satu hal yang sudah ia lakukan: ia menentukan apa yang ingin dipulihkan dan kapan meminta bantuan untuk melakukannya.
Sebelum mengirim daftar barang, Cinta membuat salinan untuk dirinya dan menambahkan tanggal di bagian atas. Ia tidak menulis harga atau nilai benda yang belum ia pastikan. Untuk barang yang rusak, ia mencatat keadaan yang terlihat pada foto tanpa menyebut siapa yang merusakkannya jika ia tidak menyaksikan langsung. Ketelitian itu terasa lambat, namun ia tidak ingin rasa marah mengubah catatan menjadi tuduhan yang lebih luas dari fakta.
Ia mengirim daftar kepada pengacara dan menunggu jawaban. Ketika balasan belum tiba sampai sore, ia tidak mengirim pesan berulang. Ia membuat makan malam, menyiram tanaman kecil yang dibawanya dari rumah lama, lalu menonton satu episode acara yang ringan. Ia sengaja membiarkan urusan barang tertunda beberapa jam. Menunggu bukan berarti ia kehilangan kendali, terutama ketika ada langkah yang memang perlu dikoordinasikan.
Charles mengirim pesan menanyakan apakah ia ingin berbicara setelah makan malam. Cinta menjawab bahwa ia ingin malam tenang dan akan menghubunginya esok. Charles menerima tanpa meminta alasan. Cinta menghargai bahwa ia bisa menyebut batas waktu tanpa mengubahnya menjadi pertengkaran. Ia menulis pesan singkat terima kasih, lalu menyimpan ponsel.
Sebelum tidur, ia memikirkan buku-buku yang tertinggal. Beberapa dapat dibeli lagi; beberapa memiliki catatan di dalamnya yang tidak tergantikan. Ia tidak menyalahkan diri sendiri karena tidak sempat membawa semuanya saat pergi. Keputusan malam itu dibuat agar ia dapat menjauh dari situasi berbahaya. Barang-barang dapat diurus setelahnya, sesuai waktu dan dukungan yang ia pilih.
Ketika daftar barang selesai, ia menutup map dan menghubungi Anna untuk membicarakan hal biasa. Mereka merencanakan sarapan pada pekan berikutnya tanpa menyebut apartemen lama. Cinta tidak ingin seluruh persahabatan mereka dipenuhi peristiwa tersebut. Ia masih bisa menjadi teman yang tertarik pada kabar sehari-hari dan berbagi tawa, bukan hanya seseorang yang sedang mengurus bukti.
Cinta menyusun ulang prioritas barang setelah berbicara dengan Anna. Ia menandai kotak kerja sebagai penting, sementara beberapa barang dekorasi bisa menunggu atau tidak perlu diambil. Ia tidak harus mengembalikan seluruh isi rumah lama untuk memulai hidup baru. Ia juga tidak ingin mengubah pengambilan barang menjadi alasan untuk melihat Daniel.
Ketika daftar selesai, ia mengirimkannya kepada pengacara dan menulis bahwa beberapa deskripsi masih perkiraan. Ia meminta daftar akhir dikonfirmasi sebelum barang dipindahkan. Pengacara membalas bahwa permintaan itu akan diteruskan. Cinta menyimpan jawaban, lalu kembali menyortir satu kotak di rumah barunya.