Pengacara meminta Cinta menuliskan kronologi kejadian selagi ingatannya masih jelas. Ia memilih pagi hari untuk mengerjakannya, saat unit sewa masih tenang dan ia belum membuka pesan lain. Ia mengambil buku catatan, foto kerusakan yang sudah disimpan, dan beberapa tanggal yang sempat ia tulis sejak malam Daniel datang. Ia tahu ingatan dapat terasa berbeda ketika ia sedang lelah, jadi ia ingin memisahkan hal yang ia lihat sendiri dari hal yang ia dengar kemudian.
Ia mulai dari saat Daniel dan para pengawalnya muncul di pintu unit. Ia mencatat bagaimana mereka masuk, barang apa yang rusak, dan di mana ia berada ketika petugas keamanan dipukul. Ia tidak menambahkan dugaan tentang maksud setiap orang. Ketika tidak yakin pada urutan menit yang tepat, ia menulis ‘sekitar’ atau menandai bagian itu untuk diperiksa. Ia tidak memaksa dirinya mengingat lebih banyak daripada yang benar-benar ia ingat.
Setelah beberapa halaman, Cinta berhenti dan berjalan ke dapur. Tangannya terasa kaku. Ia menuangkan air dan duduk sebentar, memandang cahaya pagi di lantai. Ia tidak menganggap istirahat sebagai kegagalan menyelesaikan kronologi. Ia bisa melanjutkannya setelah makan. Tidak ada yang mengharuskannya mengerjakan semuanya sekaligus.
Seusai sarapan, ia membaca ulang catatan dan menghapus satu kalimat yang ternyata hanya kesimpulan. Ia menggantinya dengan apa yang ia saksikan langsung: suara, tindakan, dan keadaan ruangan. Untuk bagian tentang petugas keamanan, ia menuliskan bahwa ia melihat Daniel memukulnya dan kemudian mengetahui petugas itu mendapat perawatan. Ia belum tahu rincian kondisinya dan tidak mengarangnya.
Cinta memindai halaman dan menyimpannya bersama foto kerusakan. Sebelum mengirim, ia menutup nama file yang memuat informasi pribadi dan memastikan dokumen itu dikirim hanya ke alamat pengacara yang sudah ia gunakan. Ia menulis pesan singkat bahwa kronologi ini berdasarkan ingatannya dan ia menandai bagian yang tidak ia yakini. Pengacara dapat memberi tahu jika ada klarifikasi yang diperlukan.
***
Beberapa jam kemudian, pengacara membalas. Ia mengucapkan terima kasih dan menjelaskan bahwa catatan itu akan membantu menata bahan yang tersedia, tetapi tidak menjanjikan hasil tertentu. Jika Cinta bersedia, ia dapat menyimpan salinan asli dan menjelaskan kejadian melalui proses yang sesuai. Pilihan untuk ikut dalam langkah lanjutan tetap milik Cinta. Ia membaca kalimat tersebut dan merasa sedikit lebih punya kendali atas apa yang akan terjadi berikutnya.
Cinta bertanya apakah ia wajib menghubungi petugas keamanan itu secara langsung. Pengacara menjawab bahwa ia tidak perlu melakukannya untuk menyimpan keterangannya sendiri. Jika petugas tersebut menjadi saksi atau perlu menyampaikan informasi, keputusan dan kenyamanannya juga perlu dihormati. Cinta menyetujui. Ia tidak ingin mengubah rasa terima kasih menjadi tuntutan agar seseorang yang terluka melakukan sesuatu untuknya.
Ia mengirim balasan bahwa ia ingin menjaga dokumen dan menunggu penjelasan sebelum mengambil langkah lain. Sesudah itu ia menaruh ponsel dan keluar untuk membeli makan siang. Berjalan di bawah matahari terasa lebih mudah dibandingkan duduk seharian memikirkan kemungkinan. Ia memilih tempat makan yang ia kenal dan duduk dekat jendela.
Dalam perjalanan pulang, ia memikirkan betapa sering cerita tentang kekerasan mengubah orang yang terluka menjadi pusat dari proses panjang yang tidak ia kendalikan. Ia ingin bukti dicatat dan tindakannya dipertanggungjawabkan, tetapi ia juga perlu hidup di antara satu percakapan dan percakapan berikutnya. Ia bisa mengurus perkara melalui pengacara tanpa membiarkannya mengambil seluruh waktunya.
Malam itu ia menutup kronologi di folder yang aman dan membuat satu catatan: jangan menyimpulkan hasil sebelum ada kabar yang jelas. Ia tidak tahu apa yang akan dilakukan Daniel setelah ini. Yang ia tahu, dirinya sudah menulis apa yang ia lihat dengan sejujur mungkin dan meminta jalur komunikasi yang teratur. Ia makan malam, membaca sebentar, lalu tidur tanpa membuka kembali dokumen.
Cinta meninjau catatan itu kembali setelah makan siang. Ia membuat dua kolom: hal yang ia lihat sendiri dan hal yang ia dengar setelah kejadian. Dalam kolom pertama ia menulis posisi dirinya, suara yang didengar, dan tindakan yang ia saksikan. Dalam kolom kedua ia menulis kabar bahwa petugas mendapat perawatan, tanpa menambahkan dugaan tentang tingkat lukanya. Pemisahan itu membuatnya lebih yakin bahwa catatan yang dikirim tidak mencampur pengalaman dengan kesimpulan.
Ia mengirim salinan versi yang diperbarui kepada pengacara dengan keterangan bahwa beberapa urutan waktu masih perkiraan. Ia bertanya apakah ia perlu menyertakan foto setiap barang rusak atau cukup menyimpan seluruhnya sampai diminta. Pengacara menyarankan agar file asli dijaga dan salinan yang relevan dikirim melalui cara yang telah mereka sepakati. Cinta menuliskan instruksi tersebut dan tidak mengirim ulang dokumen ke banyak orang.
Setelah urusan itu selesai, Cinta pergi ke kedai kecil untuk mengubah suasana. Ia membawa novel yang sedang dibaca, bukan map perkara. Ia memesan minuman, duduk di dekat dinding, lalu membaca beberapa halaman. Ketika pikirannya kembali ke kronologi, ia mengingatkan dirinya bahwa catatan sudah tersimpan. Ia tidak harus mengulang kejadian di kepala agar bukti tetap ada.
Malamnya, ia memberi tahu Anna bahwa ia sedang menjaga dokumen dengan rapi. Anna bertanya apakah Cinta ingin ia menyimpan salinan juga. Cinta menjawab belum perlu; dokumen itu hanya dibagikan kepada pengacara. Anna menerima keputusan tersebut. Cinta merasakan sesuatu yang penting: dukungan bisa hadir tanpa meminta akses ke semua hal yang ia simpan.
Sambil menyusun berkas, ia memberi label yang netral pada setiap file: tanggal dan jenis dokumen. Ia tidak menulis kata-kata yang terdengar seperti vonis. Ia ingin siapa pun yang membaca dapat membedakan foto, ingatan, dan informasi yang ia terima dari orang lain. Ketelitian itu juga membantunya merasa pekerjaannya terbatas dan jelas, bukan sesuatu yang harus ia pikirkan terus menerus.
Ia membaca ulang catatan kronologi dengan jeda beberapa jam, bukan langsung setelah menulisnya. Saat kembali, ia menemukan satu bagian yang perlu diperjelas: ia tidak ingat apakah barang pecah jatuh sebelum atau sesudah petugas keamanan dipukul. Ia mengganti urutan pasti dengan keterangan bahwa kedua hal itu terjadi berdekatan dan ia tidak dapat memastikan detik tepatnya. Ia ingin keterangannya akurat meski terdengar kurang rapi.
Cinta mengirim versi koreksi kepada pengacara dan menandai perubahan yang dibuat. Ia menyimpan versi awal dan versi baru, bukan menghapus jejak penyuntingan. Ia tidak ingin ada kesan bahwa catatan tersebut berubah untuk menyesuaikan hasil yang diinginkan. Sesudah itu ia mengarsipkan surel dan menutup folder.