Anna mampir pagi-pagi sekali ke apartement Cinta. Ia merasa khawatir karena sepanjang malam Charles mencoba menghubungi Cinta tapi tidak berhasil jadi sebelum ke kantor, Anna memutuskan untuk meminta ijin kepada Charles untuk melihat keadaan Cinta.
“Apa yang terjadi?“ tanya Anna begitu melihat wajah Cinta yang berantakan.
Semalaman ia tidak bisa tidur. Ia mematikan semua lampu dan memastikan pintunya terkunci ganda lalu meringkuk diranjangnya sambil memeluk bantalnya erat-erat.
Dia takut kalau Daniel tiba-tiba datang dan memaksa masuk ke dalam apartementnya.
“Mau minum apa teh atau kopi?“ tanya Cinta dengan santai kepada Anna.
“Cinta!“ desak Anna merasa khawatir.
Cinta menghela napas berat. “Dia meneleponku tadi malam!“
“b******n! Tapi bagaimana caranya? Kau tidak pernah memberikan nomor pribadimu kepada orang lain iya 'kan!?“
“Selain editorku? Jangan bermimpi.“
“Charles merasa sangat khawatir. Sepanjang malam ia mencoba menghubungimu tapi tidak berhasil.“
Kening Cinta mengerut mendengar pernyataan Anna.
“Aku yang memberikan nomormu kepadanya.“
“Dan semua pria yang berkualitas menurutmu?“ sahut Cinta dengan pedas.
“Hanya Charles! Aku bersumpah, itupun setelah aku memastikan suksesnya kencan kalian semalam dan menanyakan reaksimu terhadapnya, aku 'kan teman baikmu.“
“Yah, sudahlah yang penting aku harus segera mengganti nomor teleponku. Aku merasa tidak tenang Anna. Bagaimana kalau sampai Daniel datang ke sini nantinya! Aku ketakutan sepanjang malam dan tidak bisa tidur!“ ucap Cinta dengan cemas.
Tubuh Cinta bergetar hebat sambil ia jatuh terduduk di lantai apartementnya.
Anna segera memeluk Cinta dan menenangkannya.
Tangis Cinta pecah dalam pelukan Anna. Ia merasa begitu ketakutan bila membayangkan Daniel memaksa kembali kepadanya. Dengan segala tipu daya dan kekuatan Daniel, Cinta merasa sangat rapuh untuk bisa melawannya untuk yang kedua kalinya!
“Apa kau sudah melaporkan hal ini?“ tanya Anna merasa geram dengan hal itu.
“Dan memperpanjang masalah?“ sahut Cinta sambil menggeleng.
“Hanya untuk mempertegas Cinta, bukan untuk memperpanjang, paling tidak Daniel tidak akan berani mengusik hidupmu kalau kau bersikap tegas.“
“Kau kenal Daniel sebaik aku mengenalnya! Adakah yang bisa menghalanginya melakukan segala kemauannya!? Dia hanya perlu menemukanku dan segala kebebasanku akan berubah menjadi penjara kembali!“
Anna tidak bisa berkomentar banyak karena apa yang dikatakan Cinta itu adalah kebenaran. Sepanjang hidupnya karena kekayaannya, Daniel seperti kebal hukum dan bebas berbuat semaunya.
“Kalau begitu untuk sementara waktu tinggallah bersamaku!“
“Tempat pertama yang akan ia kunjungi adalah rumahmu, kau tahu itu dan kalau aku ada bersamamu, dia bisa membuatmu dalam kesulitan.“
“Aku tidak perduli dan aku tidak takut!“ ucap Anna menguatkan diri. “Aku sangat takut kalau dia sampai menyakitimu dan berhasil membujukmu kembali!“ pekik Anna mencoba menyadarkan Cinta.Kemudia dia mencoba tenanh dan berpikir. “CCTV membuat semuanya terkendali, Cinta,“ ucap Anna mencoba menenangkan Cinta.
“Kau lupa dia memiliki perusahaan jasa keamanan? Dalam sekejap ia bisa menonaktifkan CCTV-mu tanpa kau sadari dan membuka kode alarmmu tanpa kesulitan, apalagi membuka kunci pintu rumahmu,“ sahut Cinta tersenyum pedih dalam tangisnya.
Dan lagi-lagi Anna tahu hal itu benar. Dia heran kenapa orang kejam seperti Daniel bisa diberikan kekayaan yang melimpah seperti itu!
“Aku harus kuat dan menghadapi Daniel sendiri. Hanya aku yang bisa menentukan hal ini dan aku tidak mau menghindar lagi dari kegilaannya! Aku harus berani menghadapinya.“
“Satu-satunya jalan memang harusnya seperti itu Cinta dan kau harus berani karena sekarang statusmu bukan lagi sebagai istrinya tapi kau adalah mantan istrinya! Dan dia tidak berhak lagi mencampuri urusanmu, kau harus tegaskan hal itu kepadanya.“
“Sepanjang malam aku sudah memikirkan hal ini dan kurasa aku harus siap untuk menghadapinya. Tapi entah kenapa setiap kali bayangan Daniel kembali datang ke pikiranku, aku merasa gemetar ketakutan.“
“Kurasa Charles harus tahu hal ini dan dia bisa membantumu!“
“Oh tidak, tidak, tidak, jangan Anna. Aku tidak siap untuk melibatkan Charles dalam masalahku lagi pula …“
“Kau meragukan hal itu?“
“Kalau aku melibatkannya itu berarti aku sudah siap untuk menerima dirinya untuk menjadi bagian dalam hidupku! Demi Tuhan Anna, aku tidak mau terburu-buru mengambil keputusan seperti itu.“
“Lagi-lagi kau benar,“ kata Anna sambil menghela napas. “Satu-satunya jalan adalah menyewa bodyguard!“
“Sempat terlintas dalam pikiranku tapi aku tidak mau menjadi orang yang paranoid dengan menyewa jasa bodyguard karena hal itu sama dengan mengumumkan kepada Daniel bahwa aku takut kepadanya dan dia akan lebih berani mengambil alih kehidupanku dan aku tidak mau hal itu sampai terjadi lagi kepadaku.“
“Aku tidak mengerti mengapa ia memperlakukanmu seperti ini. Dulu kalian adalah pasangan sejagat yang membuat iri semua orang. Kalian begitu memikat dengan keberadaan kalian dan kelimpahan yang sangat berlebih tapi sungguh tragis di balik semua itu ternyata menyimpan duka yang teramat dalam untukmu.“
Cinta tersenyum pedih karena mengenang masa-masa ia pernah begitu mencintai Daniel meski Daniel membuatnya seperti terpenjara tetapi ia juga sedih karena kehilangan bayi yang begitu diidam-idamkannya dan itu yang membuatnya menyadari realita kehidupannya yang sebenarnya.
Mertuanya membujuknya untuk berpikir ulang mengenai perceraian yang diajukan Cinta melalui pengacaranya tapi hati Cinta begitu sakit sehingga mengungkapkan semua perlakuan buruk Daniel kepadanya.
Mereka begitu kaget mendengar kenyataan yang diungkapkan Cinta kepada mereka.
Cinta dapat merasa dunia mereka hancur seketika ketika mendengar pernyataan-pernyataan Cinta mengenai kekejaman Daniel kepadanya.
Cinta juga tidak tahu mengapa ia begitu berani membeberkan semua kekejaman Daniel kepadanya. Mungkin karena sakit hati karena kehilangan bayinya membuatnya tidak mau memikirkan lagi keselamatan jiwanya.
Ia tidak perduli walaupun Daniel membunuhnya sekalipun asalkan dia bisa bercerai dan terbebas dari Daniel.
Dan yang membuatnya terharu adalah ketika mereka mendukung keputusan Cinta.
Proses perceraian berjalan alot dan terus tertunda. Sampai Cinta harus mengancam bukti luka-luka yang selama ini ia derita karena perlakuan kasar Daniel terhadapnya.
Melihat bukti-bukti di tangan Cinta, Daniel menyadari ia telah melakukan hal yang biadap dan tidak termaafkan. Daniel berjanji akan menemui psikolog dan menyembuhkan penyakitnya dan berjanji akan menjadi Danielnya yang dulu.
Tapi Cinta tidak memberikan kesempatan itu kepada Daniel. Ia ingin terbebas dari Daniel untuk selamanya.
Setelah bercerai Cinta memanfaatkan uang warisan dari kedua orang tuanya untuk membeli sebuah apartement mewah di kawasan elite dan tidak pernah memanfaatkan uang santunan yang diberikan Daniel yang dikirimkan secara rutin ke dalam rekening tabungannya.
Ketika berbelanjapun Cinta selalu membawa uang tunai yang cukup untuk membayar. Ia tidak mau lokasi tempatnya tinggal dilacak dan diketahui Daniel tapi sekarang semuanya sia-sia dan tinggal menunggu waktu! Cinta mengerang dalam tangisnya.