Pada hari berikutnya, pengacara menyampaikan satu pembaruan singkat. Daniel sempat meminta orang tuanya membujuk Cinta agar bersedia berbicara dengannya. Mereka menolak menjadi perantara dan mengingatkan bahwa Cinta sudah menyampaikan batas melalui jalur yang benar. Mereka tidak meneruskan permintaan Daniel sebagai pesan pribadi; pengacara hanya memberi tahu Cinta karena hal itu berkaitan dengan pola komunikasi dan catatan perkara.
Cinta membaca informasi tersebut dua kali. Ada bagian dalam dirinya yang ingin tahu apa persisnya yang Daniel katakan, apakah ia marah, apakah ia mengancam akan datang lagi. Namun ia tahu pertanyaan itu tidak akan mengubah batas yang telah dibuat. Ia meminta pengacara mencatat bahwa Daniel telah diberi tahu kembali: tidak ada kontak langsung, kunjungan, atau pesan melalui keluarga. Ia tidak meminta percakapan apa pun dibuka.
Ia menyimpan ponsel dan pergi berjalan sebentar di halaman gedung. Udara siang terasa panas, dan ia berhenti di tempat teduh untuk minum. Ia membiarkan dirinya merasa kesal tanpa menyusun rencana untuk menghadapi Daniel. Ia tidak perlu membalas permintaan melalui orang tuanya, sebab mereka telah menolak peran sebagai kurir. Ia pun tidak ingin mengubah sikap mereka menjadi kewajiban baru untuk berhubungan.
Ketika kembali, Cinta membuka surel dari editor. Ada beberapa catatan tentang alur dan satu pertanyaan mengenai tenggat. Ia membalas dengan jadwal yang realistis, menjelaskan bagian mana yang siap dan mana yang perlu tambahan waktu. Ia tidak menyebut konflik pribadi, tetapi juga tidak berpura-pura dapat menyelesaikan semuanya dalam satu hari. Editor menyetujui usulnya.
Sore hari, Patrick mengirim pesan untuk menanyakan apakah ia ingin mengambil kopi bersama akhir pekan. Cinta menjawab bahwa ia belum tahu jadwalnya dan akan mengabari nanti. Ia menambahkan bahwa saat ini ia tidak ingin percakapan mereka berputar pada Daniel atau Charles. Patrick menjawab bahwa ia mengerti dan mereka bisa membicarakan hal lain jika bertemu. Ia tidak meminta Cinta menetapkan tanggal saat itu juga.
Cinta menghargai jawabannya, tetapi ia tidak menjadikan satu respons baik sebagai bukti bahwa semua kebiasaan lama telah berubah. Ia menandai pesan itu sebagai sesuatu yang berjalan sesuai batas dan kembali pada pekerjaannya. Tidak ada rasa berutang untuk membalas undangan dengan undangan. Ia boleh mengatakan ya, tidak, atau belum tahu berdasarkan keinginannya sendiri.
Malamnya, Charles menelepon sesuai waktu yang mereka sepakati. Cinta mengangkat dari ruang duduk dan memberi tahu bahwa ia punya sekitar setengah jam sebelum harus beristirahat. Charles mengucapkan terima kasih karena ia menyebutkan waktunya. Mereka berbicara tentang pekerjaan dan akhir pekan, lalu menyentuh kembali percakapan mereka sebelumnya. Cinta berkata ia masih ingin mencoba menjadi pasangan, tetapi butuh waktu untuk memahami perasaannya.
Charles menyampaikan bahwa ia juga sedang menimbang apa arti mencoba bagi dirinya. Ia ingin tetap dekat, tetapi tidak ingin kedekatan itu berubah menjadi kewajiban untuk selalu mengetahui semua keputusan Cinta. Mereka sepakat bahwa kabar sederhana dan percakapan terjadwal dapat membantu, sementara masing-masing tetap menjalani hari sendiri. Tidak ada keputusan besar yang harus dibuat malam itu.
Ketika panggilan selesai, Cinta tidak merasa semua persoalan sudah rapi. Ia justru merasa jujur karena telah mengatakan ketidakpastian tanpa menyamarkannya sebagai janji. Ia menulis beberapa catatan tentang percakapan tersebut, lalu menutup buku. Ia tidak menceritakan semua detail kepada Patrick atau meminta Anna menentukan apakah Charles bersikap benar. Perasaannya sendiri cukup penting untuk ia perhatikan.
Keesokan paginya, ia menyiapkan sarapan dan memeriksa jadwal. Ada waktu untuk menyunting, membeli kebutuhan, dan beristirahat. Ia menyadari minggu itu dipenuhi keputusan kecil yang semuanya kembali pada hal yang sama: ia memilih siapa yang menerima kabar, kapan ia bertemu, dan kapan percakapan berakhir. Daniel tidak mendapatkan akses hanya karena ia pernah menjadi suaminya. Keluarganya tidak perlu menanggung tugas sebagai penghubung. Cinta tidak perlu menjelaskan batas yang sama berulang kali.
Ia membuka file novel dan melanjutkan adegan yang sempat tertunda. Tokohnya tidak berdiri di tengah ruangan untuk mengumumkan kemenangannya. Ia hanya mengunci pintu, menyiapkan teh, dan kembali pada pekerjaan yang ia pilih. Cinta membaca adegan itu lalu tersenyum tipis. Kadang akhir sebuah bab bukan jawaban untuk semua masalah; kadang itu kesempatan untuk menjalani pagi berikutnya dengan keputusan milik sendiri.
Siang itu, sebelum mengerjakan naskah, Cinta memeriksa aturan kontak yang ia pilih. Ia menyimpan satu jalur komunikasi untuk urusan resmi. Pesan pribadi dari nomor tak dikenal tidak harus dibuka saat itu juga. Ia tidak perlu menebak apakah orang asing membawa pesan Daniel. Jika ada hal yang benar-benar penting, pengacara dapat menyampaikannya melalui saluran yang telah disepakati.
Ia menulis kepada Anna bahwa ia tidak ingin menjadi bahan diskusi dalam keluarga Daniel. Anna menjawab bahwa ia tidak akan meneruskan kabar atau menghubungkan Cinta dengan siapa pun kecuali Cinta sendiri meminta. Cinta berterima kasih dan merasa lega karena tidak perlu menguraikan batas yang sama berulang kali kepada sahabatnya.
Beberapa jam kemudian, Charles mengirim foto langit sore. Cinta membalas dengan foto cangkir teh dan mengatakan ia sedang menyunting. Percakapan singkat itu terasa ringan. Ia tidak memaksa obrolan berubah menjadi pembahasan hubungan, dan Charles tidak menuntutnya menjelaskan mengapa ia belum menelepon. Mereka bisa saling menyapa tanpa menyelesaikan semuanya setiap kali berbicara.
Malam menjelang, Cinta menutup laptop setelah mencapai target kecil yang ia tetapkan. Ia menyiapkan pakaian untuk esok dan memeriksa kunci sebelum tidur. Keputusan praktis itu membuatnya nyaman; ia tidak perlu mengubahnya menjadi upacara atau tanda kemenangan. Ia hanya sedang merawat hari-harinya dan membiarkan orang lain bertanggung jawab atas pilihan mereka sendiri.
Ia merasa tenang karena Anna tidak meneruskan kabar. Persahabatan mereka tetap sama, tetapi ada satu hal baru yang terasa lebih sehat: Anna tidak mengambil alih urusan komunikasi Cinta. Cinta dapat meminta bantuan ketika ia mau, dan Anna dapat tetap menjadi sahabat tanpa menjadi penghubung. Mereka tidak harus sepakat tentang setiap langkah untuk saling menghormati.