“Kau sangat cantik, my love,“ ucap Charles sambil mengecup jemari Cinta dengan lembut.
“Yah Tuhan, jangan katakan kalau kau orang Inggris,“ desah Cinta sambil memegang dadanya yang serasa melambung.
Salah satu obsesinya adalah bisa berkencan dengan orang Inggris! Karena logat mereka sangat seksi terdengar di telinga Cinta saat menonton drama di televisi dan sekarang ia menemukan satu yang nyata, tambahannya ia sangat menawan pula jauh berbeda dari fotonya, juga lebih dari semua pria-pria yang ia lihat di majalah-majalah pria ganteng dan seksi koleksinya.
“Kuharap kau tidak keberatan dengan kenyataan ini, karena aku akan merasa sangat sedih bila mengetahui kau tidak menyukai akarku,“ ucap Charles dengan sedih.
“Aku sangat menyukai pria Inggris dan aku pasti sangat menikmati acara kita malam ini,“ sahut Cinta tidak bisa menahan perasaan senangnya.
“Aku berjanji akan membuat duniamu indah sepanjang malam ini dan aku tidak akan pergi sebelum kau mengusirku.“
“Aku tidak tahu pria Inggris juga humoris,“ sahut Cinta sambil memekik senang. Ia tidak percaya impiannya bisa menjadi nyata malam ini.
“Aku berharap masuk dalam kriteria pria yang kau sukai,“ ucap Charles dengan harapan yang melambung.
“Kita lihat saja nanti, oke!“ sahut Cinta dengan tulus tapi tidak memberi harapan yang lebih tentang pertemuan pertama mereka.
“Apa kau tidak akan mempersilahkan aku masuk?“ tanya Charles dengan lembut.
Mata Cinta mengerjap kaget. Patrick masih berada di dalam apartmentnya! keluhnya dalam hati menyayangkan hal itu. Karenanya ia harus bersikap tidak sopan terhadap Charles.
“Lebih baik kita pergi sekarang. Aku sudah lapar,“ jawab Cinta dengan cepat. Ia tidak mau sampai Charles menemukan Patrick di apartementnya, apa katanya nanti. Menyaksikan kehadiran bujangan tampan di rumah seorang janda?
Kalau kencannya berhasil, ia harus mengingat untuk mengunci jendelanya dan memasang tirai di setiap waktu. Ia tidak mau sampai Patrick memberi mimpi buruk padanya kalau sampai ia memergokinya berduaan bersama Charles.
“Kalau begitu mari,“ sambut Charles dengan sigap lalu memberikan lengannya untuk digandeng Cinta.
Cinta menyambut tangan Charles sambil tersenyum manis. Ia mengerang dalam hati dan menginginkan Charles untuknya malam ini.
Bayangan Daniel muncul dan merusak moodnya tapi melihat senyuman Charles membuyarkan mimpi buruk yang baru saja melintas di benaknya saat ini.
Patrick tidak berselera untuk menghabiskan waktunya sendirian di apartementnya sementara ia tahu Cinta sedang bersenang-senang dengan kencan butanya.
Ia mengganti pakaiannya lalu mengambil salah satu kunci motornya.
Ia tidak mau wanita elegan malam ini. Ia mau malamnya berubah liar dan sangat erotis sehingga bisa membalas cerita-cerita Cinta mengenai kencannya malam ini.
Charles membawa Cinta pergi dengan mobil sport keluaran terbaru, mengkilat dan mewah. Tapi melihat semua itu Cinta hanya bersikap biasa saja dan tidak terkesan sedikitpun. Kening Charles mengerut sedikit karenanya. Berapa banyak wanita yang kegirangan saat Charles membawa koleksi terbarunya itu.
Mereka menuju restoran mewah yang sudah di pesan Charles untuk kencannya malam ini. Ia berharap Cinta akan terkesan tapi bukannya senang Cinta malah mengajaknya berganti lokasi dan mengusulkan sebuah tempat yang agak terpelosok dan pribadi. Dia tidak mau berkencan di tempat yang ramai.
Restoran itu adalah restoran favoritnya dengan Daniel dulu. Membayangkan Daniel menemukannya di sini membuat Cinta menjadi ketakutan. Ia harus membujuk Charles untuk segera pergi dari sini atau ia akan pulang sendiri dengan menggunakan taxi!
Setelah menelepon chef di Villanya akhirnya Charles mengajak Cinta menuju villanya yang berada di tepi pantai.
Mungkin sikapnya tidak sopan tapi Cinta lebih memilih menghindar dari Daniel daripada tertangkap basah olehnya.
Mereka makan malam dengan hamparan tepi pantai yang memikat. Cinta sangat menyukai suasana villa yang dimiliki Charles.
Di kepalanya saat ini merancang berbagai adegan romantis bagi novel-novelnya. Takut lupa ia segera menuliskan ide-ide yang bertebaran di kepalanya saat ini.
Charles tertawa melihat Cinta yang tampaknya mendapatkan inspirasi untuk karya tulisannya.
"Ide mengalir?"
Cinta mengangguk senang.
Charles mendekati Cinta sambil memberikan sebuah anggur di mulut Cinta.
Cinta melahapnya tanpa menolak, tapi sebelum ia mengunyah anggur tersebut Charles langsung menciumnya dan menikmati anggur itu bersama-sama.
Cinta tersenyum dan menikmati sensasi menikmati anggur berdua dengan Charles lewat ciuman mereka.
Kencan yang sempurna! desah Cinta sambil tersenyum dari balik pintunya.
Charles tidak mendesaknya untuk mengundangnya masuk ke dalam apartement Cinta. Mungkin karena ia melihat sinyal Cinta yang belum terlalu siap untuk melangkah lebih jauh lagi dan Cinta sangat menyukai tanggapan Charles mengenai hal ini.
Ia menari sebentar sambil melenturkan tubuhnya seperti gerakan ballerina yang anggun lalu membantingkan tubuhnya dengan santai ke arah sofa bed sambil menyisakan senyuman dari bibirnya.
Senyumnya semakin melebar saat mendengar teleponnya berdering.Tanpa pikir panjang ia mengangkat teleponnya.“Halo!“ sapanya dengan ceria.
“Habis bersenang-senang princess?“
Darah dalam tubuh Cinta rasanya berhenti mengalir seketika mendengar suara dari seberang telepon. Daniel Machunn! Dari mana dia tahu nomor telepon pribadinya. Cinta mengumpat dalam hati.
Bajingan! desis Cinta dalam hati lalu cepat-cepat mengatur napasnya. Ia tidak mau Daniel tahu bahwa saat ini ia sedang ketakutan.
Cinta menyakinkan dirinya bahwa Daniel tidak berhak lagi untuk mencampuri urusan pribadinya.
“Apa maumu, Daniel?“ tanya Cinta dengan dingin. Ia melemaskan tangannya yang tiba-tiba gemetaran.
“Aku merindukanmu,“ desah Daniel.
Bulu kuduk Cinta seketika merinding mendengar suara Daniel. “Maaf tapi hal yang sama tidak bisa kuucapkan karena aku sama sekali tidak pernah merindukanmu, Daniel. Kita sudah bercerai, kalau mungkin kau lupa! Sekarang, maaf aku sangat letih …“
“Demi Tuhan, baru 6 bulan kita berpisah kau sudah berniat untuk melupakan aku! Kau sangat mengagumkan manjaku."
“Daniel!“
“Aku tidak pernah melupakanmu, princess. Aku sangat merindukanmu, di sini di tempat tidurku. Aku menginginkanmu …“
“Cukup Daniel ! Lupakan aku seperti akupun sudah melupakanmu…“
“Itu karena kau adalah p*****r …“
“Sudah cukup makianmu Daniel dan kau tidak berhak memperlakukan aku seperti ini saat ini. Kita sudah berpisah dan mari selamanya jangan berhubungan lagi!“
“Sampai kapanpun kau adalah milikku!“ tegas Daniel tidak mau kalah.
“Jangan lupa aku sudah menceraikanmu!" balas Cinta dengan berani.
“Tapi aku yakin kau akan segera kembali padaku! Kau hanya mencintai aku dan tidak dapat hidup tanpaku!“
“Yah benar Daniel tapi itu hanya di alam mimpimu saja, aku tidak pernah berniat untuk kembali kepadamu dan tolong jangan pernah menghubungi aku lagi!“
Cinta membanting teleponnya kuat-kuat sambil menahan emosinya. Teleponnya berdering lagi! Ia mencabut line telepon sebelum mesin penjawabnya menjawab. Cinta memekik kesal sambil berlari masuk ke dalam kamarnya.